Altcoin Zcash (ZEC) mengalami tekanan kuat setelah gelombang likuidasi posisi long menyapu pasar derivatif kripto.
Kondisi ini muncul usai harga ZEC kehilangan level support penting di kisaran US$420, yang memicu rangkaian likuidasi paksa dan penurunan minat terbuka. Situasi tersebut menjadi sorotan analis CryptoZ Insights, yang menilai fase ini sebagai periode berisiko tinggi bagi pergerakan jangka pendek Zcash.
Tekanan ini terjadi dalam beberapa hari terakhir, ketika pasar kripto secara umum bergerak volatil dan sejumlah altcoin kehilangan struktur teknikalnya.
Data pasar menunjukkan bahwa pelemahan ZEC bukan semata akibat aksi jual spot, melainkan didorong oleh mekanisme likuidasi di pasar derivatif. Fenomena ini terutama terlihat pada kontrak berleverage tinggi, di mana banyak posisi long terpaksa ditutup secara otomatis.
Likuidasi Long Tekan Struktur Harga Altcoin Zcash
Menurut analisis CryptoZ Insights, kehilangan support di US$420 menjadi pemicu utama terjadinya long-liquidation flush pada altcoin Zcash. Begitu level tersebut ditembus, tekanan jual meningkat secara cepat akibat penutupan paksa posisi long yang sebelumnya bertumpuk di area itu.

Analis tersebut menegaskan bahwa pola ini mencerminkan kapitulasi pelaku pasar yang terlalu agresif menggunakan leverage.
“Penurunan besar pada Open Interest menegaskan bahwa aksi jual ini didorong oleh para pemegang posisi beli yang menyerah, bukan oleh masuknya posisi jual baru,” ujar CryptoZ Insights.
Pernyataan ini menegaskan bahwa tekanan harga tidak berasal dari penambahan posisi short baru, melainkan dari keluarnya posisi long yang sudah ada.
Data derivatif dari CoinGlass memperkuat gambaran tersebut. Volume perdagangan derivatif ZEC tercatat naik 1,25 persen menjadi US$3,07 miliar, sementara Open Interest turun 6,50 persen ke level US$917,57 juta.

Kombinasi kenaikan volume dengan penurunan Open Interest umumnya mengindikasikan adanya likuidasi posisi, bukan pembentukan tren baru. Dengan kata lain, aktivitas tinggi yang terjadi lebih bersifat reaktif akibat penutupan posisi, bukan dorongan spekulasi segar.
Tekanan juga terlihat dari rasio posisi pelaku pasar di bursa terbesar. Data Binance Long/Short Ratio untuk ZEC berada di level 0,9069, yang menunjukkan jumlah akun dengan posisi short sedikit lebih dominan dibanding long.
Rasio ini mencerminkan kehati-hatian pasar, sekaligus melemahnya kepercayaan pelaku terhadap potensi pemulihan cepat dalam jangka pendek.
Zona Risiko Jadi Perhatian Pasar
Dari sisi aliran transaksi, CryptoZ Insights mencatat bahwa whale menjadi aktor utama dalam fase tekanan ini.
Mereka disebut mengalami tekanan likuidasi dan menjual aset dalam jumlah signifikan ke permintaan dari pelaku pasar berukuran menengah. Namun demikian, kelompok menengah tersebut belum menunjukkan tanda-tanda kapitulasi lanjutan.
Kondisi ini dinilai penting karena dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Jika partisipan menengah mulai ikut melepas posisi, tekanan likuidasi berpotensi berlanjut. Sebaliknya, jika mereka mampu menyerap pasokan jual dari dompet besar, pasar berpeluang memasuki fase konsolidasi.
CryptoZ Insights menegaskan bahwa secara struktur, tidak ada perubahan teknikal yang berarti bagi altcoin Zcash sebelum harga kembali merebut level US$420, dengan US$440 sebagai konfirmasi lanjutan. Selama hal itu belum terjadi, rentang US$400 hingga US$440 dipandang sebagai area berisiko tinggi.
Analis tersebut juga mengingatkan bahwa setiap reli jangka pendek yang masuk ke zona tersebut berpotensi hanya menjadi pantulan sementara. Dalam skenario tertentu, pergerakan itu bahkan bisa membentuk Right Shoulder dari pola Head and Shoulders, yang secara teknikal sering diasosiasikan dengan kelanjutan tren melemah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



