Yield staking ethereum kini hanya sekitar 2,5 persen per tahun, sehingga banyak investor mulai melirik alternatif seperti syrupUSDC, sUSDe, SKY, JupSOL, dan sUSDai yang menawarkan imbal hasil sekitar 5 persen hingga 7 persen.
Kalau kamu pernah membayangkan ETH yang di-stake bisa jadi “gaji bulanan” digital, kabar terbarunya mungkin kurang menyenangkan. Yield staking ethereum terus menipis, dan strategi tambahan seperti restaking yang dulu ramai dibicarakan pun ikut kehilangan daya tariknya. Tapi tenang, bukan berarti kamu tidak punya pilihan. Di artikel ini, kamu akan tahu bagaimana kondisi yield staking ethereum terbaru dan lima alternatif staking ethereum yang bisa kamu pertimbangkan.
BACA JUGA:Â 7 Tempat Staking Ethereum Terbaik yang Bisa Bikin Cuan Tiap Hari!
Bagaimana Kondisi Yield Staking Ethereum Saat Ini?
Yield staking ethereum berada di kisaran 2,5 persen per tahun pada 23 September 2026 menurut ethereum.org, sementara Staking Rewards mencatat 2,55 persen, dengan sekitar 43,46 juta ETH atau 35 persen dari total suplai sedang di-stake. Angka ini jauh menurun dibanding 2023.
Melansir laman Datawallet, validator kini mendapat imbal hasil dasar sekitar 2,7 persen, turun dari lebih dari 4 persen pada 2023, karena penerbitan ETH baru dirancang menyesuaikan jumlah ETH yang di-stake. Artinya, makin banyak orang ikut staking, makin kecil bagian yang diterima tiap peserta. Kalau kamu staking lewat platform tertentu, hasilnya bisa lebih kecil lagi karena ada potongan komisi.
Melansir laman Upshift, tarif standar Coinbase misalnya hanya 1,69 persen. Selain itu, jalur masuk juga tidak selalu cepat. Upshift mencatat antrean masuk validator berisi 1,69 juta ETH dengan waktu tunggu sekitar 29 hari.
Kenapa Yield Staking Ethereum dan Restaking Makin Sepi?
Restaking sempat dianggap solusi karena ETH yang sama bisa dipakai untuk mengamankan layanan lain dan menghasilkan bunga kedua. Namun, melansir laman CoinDesk, janji itu tidak pernah terwujud karena layanan yang membeli keamanan tidak membayar cukup untuk menutup yield dasar sekaligus memberi tambahan.
Pada 8 September, kategori restaking di DefiLlama menyimpan US$10,02 miliar tetapi hanya menghasilkan fee US$99.977 dalam seminggu, sedangkan liquid staking biasa menghasilkan US$27,35 juta dari US$51,87 miliar. Per dolar yang diamankan, staking biasa menghasilkan sekitar 53 kali lebih banyak.
CoinDesk juga melaporkan bahwa kelima liquid restaking token terbesar di luar ether.fi hanya membukukan laba kotor gabungan US$953.350 pada kuartal kedua 2026, turun dari US$2,18 juta tiga kuartal sebelumnya. Ditambah peretasan jembatan Kelp senilai sekitar US$293 juta pada April, ether.fi akhirnya keluar dari restaking dan beralih menjadi neobank kripto. Jadi, wajar kalau banyak orang mulai mencari alternatif staking ethereum.
Alternatif Staking Ethereum
Di tengah keringnya yield yang ditawarkan oleh staking Ethereum, terdapat beberapa alternatif lain yang bisa kamu coba untuk menghasilkan pendapatan pasif dari aset kripto yang kamu miliki. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
BACA JUGA:Â Cara Investasi Saham di Robinhood Chain sambil Mendapat Passive Income
1. syrupUSDC dari Maple
Melansir laman DefiLlama, syrupUSDC di jaringan Ethereum menawarkan APY 5,17 persen dengan total dana US$2,91 miliar dan sekitar 3.300 pemegang. Yield-nya bukan dari staking ETH, melainkan dari pinjaman.
Melansir dokumentasi Maple, kamu menyetor USDC lalu menerima syrupUSDC yang nilainya naik seiring bunga dari pinjaman berjaminan kepada peminjam institusional yang sudah lolos proses KYC dan penilaian kelayakan. Yang perlu kamu waspadai, tingkat bunganya berubah-ubah mengikuti kondisi pasar, dan DefiLlama mencatat dua dompet terbesar menguasai sekitar 64 persen pasokan, jadi konsentrasi pemegangnya tinggi.
2. sUSDe dari Ethena
Melansir laman DefiLlama, sUSDe menawarkan APY 5,08 persen dengan TVL sekitar US$1,31 miliar dan lebih dari 11.800 pemegang. Yield-nya berasal dari strategi delta-neutral. Melansir laman Eco, Ethena memegang stETH dan BTC secara spot, lalu membuka posisi short di kontrak perpetual untuk menangkap funding rate, sehingga yield-nya naik-turun.
Eco juga mencatat ada masa tunggu penarikan 7 hari dan dana cadangan sekitar US$61 juta pada Maret 2026, sekitar 1,1 persen dari suplai. Risikonya muncul ketika funding rate negatif dalam waktu lama, karena yield bisa turun mendekati nol.
3. SKY Staking Engine
Melansir laman DefiLlama, SKY Staking Engine menawarkan APY 6,56 persen dengan total pasokan US$691,61 juta, dan sudah diaudit. Sky adalah protokol yang sebelumnya bernama MakerDAO. Melansir laman DappRadar, kamu bisa menjadi staker SKY, yaitu token tata kelola Sky, untuk mendapat reward dan sekaligus bisa meminjam stablecoin USDS.
Sebagai gambaran, saat program reward diluncurkan pada Juni 2025, pemegang SKY sempat menerima USDS dengan laju tahunan 16 persen, sehingga angka 6,56 persen saat ini menunjukkan yield-nya sudah menurun. Karena kamu memegang token SKY, risiko harga token ikut menentukan hasil akhirmu.
4. JupSOL
Melansir laman DefiLlama, JupSOL di Solana menawarkan APY 5,50 persen dengan TVL sekitar US$612,15 juta, tetapi halaman DefiLlama mencatat pool ini belum berstatus diaudit. Perlu kamu ingat, ini staking SOL, bukan ETH, jadi kamu harus memakai aset yang berbeda. Berdasarkan dokumentasi Jupiter, JupSOL adalah liquid staking token dari SOL yang di-stake ke validator Jupiter, dengan nilai yang naik terhadap SOL seiring reward masuk, sehingga kamu tidak perlu klaim manual.
Melansir Sanctum, JupSOL mendapat yield staking plus MEV kickback tanpa biaya. Jupiter menyebut ada biaya penarikan 0,1 persen jika kamu menukarnya kembali lewat kolam stake, dan nilainya tetap bisa turun dalam dolar meskipun naik terhadap SOL.
5. sUSDai dari USD.AI
Melansir laman DefiLlama, sUSDai di jaringan Arbitrum memberi APY 7,03 persen, tertinggi di antara kelima pilihan ini, dengan TVL sekitar US$460,13 juta dan kategori RWA Lending. Melansir laman Pine Analytics, USD.AI mengombinasikan bunga obligasi pemerintah AS (T-bill) dengan bunga pinjaman kepada operator infrastruktur AI berjaminan GPU, dan penarikan sUSDai berjalan lewat antrean 7 hari. Risikonya juga paling khas.
Di tata kelola Aave, LlamaRisk menolak pendaftaran sUSDai karena likuiditas jaminan GPU tidak pasti dan jendela likuidasinya panjang. DefiLlama juga menunjukkan tiga pemegang terbesar menguasai sekitar 80 persen pasokan. Untuk pemula, ini pilihan yang paling perlu dipelajari lebih dulu.
Jadi, Apakah Yield Staking Ethereum Masih Layak Dipertahankan?
Yield staking ethereum yang hanya sekitar 2,5 persen tetap punya nilai untuk kamu yang mengutamakan keamanan dan ingin mengumpulkan ETH jangka panjang. Namun, kalau kamu mengejar imbal hasil lebih tinggi, kelima alternatif tadi menawarkan sekitar 5 persen hingga 7 persen, dengan risiko yang berbeda-beda, mulai dari gagal bayar peminjam, funding rate negatif, hingga likuiditas aset jaminan.
Ingat, angka APY bisa berubah kapan saja dan tulisan ini bukan saran investasi, jadi pahami cara kerja tiap produk sebelum menaruh dana. Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


