Altseason, Apakah Sedang Terjadi atau Hanya Khayalan Belaka Para Investor

Konsep altseason merupakan titik fokus kritis bagi investor dan penggemar di pasar kripto, seperti yang didefinisikan oleh Indikator altseason dari firma analitik on-chain Glassnode.

Indikator itu mendefinisikan itu, yang juga disebut dengan altcoin season, sebagai fenomena yang menandakan periode di mana altcoin, atau aset kripto alternatif untuk Bitcoin, mengalami pertumbuhan signifikan dan minat investor.

Altseason Sedang Terjadi?

NewsBTC melaporkan bahwa, laporan mingguan Glassnode baru-baru ini telah memberikan cahaya pada status altcoin season, menggunakan Indikator altseason khususnya untuk mengukur suasana pasar.

Metrik inovatif ini menilai sentimen investor dan dinamika aliran modal dalam sektor kripto, menawarkan wawasan apakah pasar dalam fase on-risk, yang kondusif untuk altcoin season. Indikator tersebut mengevaluasi dua kondisi utama untuk menentukan statusnya.

Kondisi pertama yang diperiksa oleh indikator itu ialah melibatkan analisis aliran modal bersih di tiga kelas aset utama di sektor kripto, yakni Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan stablecoin.

Analisis untuk BTC dan ETH bergantung pada realized caps mereka, model valuasi yang mengatributkan nilai nyata kripto yang beredar ke harga di mana mereka terakhir ditransaksikan.

Pendekatan ini mencerminkan investasi modal aktual dalam aset-aset ini dengan menjumlahkan basis biaya semua pemegang. Sebaliknya, untuk stablecoin, evaluasinya lebih sederhana, berfokus pada pasokan atau kapitaliasi pasar, mengingat nilai stabil mereka yang dipegang ke mata uang fiat seperti dolar AS.

Aliran modal positif di seluruh BTC, ETH dan stablecoin menunjukkan sektor kripto yang berkembang, di mana modal tidak hanya masuk melalui aset-aset primer ini tetapi juga mengalir ke altcoin, mencerminkan nafsu risiko (risk appetite) yang meningkat di antara investor.

Kondisi ini menekankan saling keterkaitan pasar kripto dan peran penting aset utama sebagai gerbang untuk investasi dalam altcoin.

Kondisi kedua yang diperiksa Indikator Altseason adalah momentum dalam kapitalisasi pasar altcoin itu sendiri, khususnya apakah itu melebihi indikator SMA 30 harinya. Metrik ini berfungsi sebagai barometer untuk kesehatan pasar altcoin, menandakan kepercayaan investor dan potensi pertumbuhan ketika kapitalisasi pasar melampaui SMA-nya.

Secara historis, Indikator altseason pertama kali memberi sinyal fase on-risk pada Oktober tahun sebelumnya, menandai awal altcoin season. Namun, momentum itu berumur pendek, karena peluncuran ETF Bitcoin spot mendinginkan antusiasme pasar, menyebabkan indikator berubah mati.

Meskipun ada hambatan ini, Indikator altseason baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, menyarankan bahwa altcoin season mungkin akan membuat comeback setelah 22 hari tidak aktif. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait