Altseason Dapat Kembali Jika Ini Terjadi!

Narasi tentang kembalinya altseason sudah ramai dibicarakan sejak awal 2025. Altcoin season sebelumnya sempat didorong oleh euforia meme coin, namun tidak berlangsung lama. Kini, trader dan investor kembali menanti tanda yang bisa memicu altseason berikutnya. Pertanyaannya, kapan momentum itu akan benar-benar terjadi?

Penurunan Dominasi USDT Bisa Picu Altseason

Berdasarkan analisis yang diunggah oleh Mr.Donald Dump pada Kamis (13/11/2025), USDT Dominance (USDT.D) menunjukkan pola teknikal yang berpotensi menandai dimulainya fase altseason. Indikator ini mengukur porsi kapitalisasi pasar kripto yang tersimpan dalam USDT. 

Ketika dominasi USDT menurun, hal itu biasanya menandakan bahwa investor mulai mengalihkan dana mereka ke aset berisiko lebih tinggi seperti altcoin, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga secara masif.

Secara teknikal, grafik USDT.D memperlihatkan struktur Elliott Wave yang kompleks. Ia menilai bahwa gelombang pertama dari pergerakan naik telah selesai, dan saat ini pasar berada dalam gelombang kedua yang membentuk pola korektif ABCDE.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Analisis Kripto ASTER, BTC, XRP, DOGE dan HYPE Terbaru
Indikator USDT.D Isyaratkan Potensi Altseason - Mr.Donald Dump
Indikator USDT.D Isyaratkan Potensi Altseason – Mr.Donald Dump

Menurutnya, setelah pola ABCDE selesai, diharapkan akan terjadi penurunan dominasi USDT menuju 2,4 persen hingga 2,6 persen. Zona ini dianggap sebagai target akhir dari gelombang kelima dalam struktur turun. Penurunan ini menjadi sinyal awal potensi altseason.

“Pada fase inilah para trader akan mulai keluar besar-besaran dari stablecoin menuju altcoin, yang biasanya akan memicu terjadinya altseason berskala besar,” jelasnya.

Selama USDT.D berada di bawah 6,3 persen, peluang terjadinya koreksi masih terbuka. Level tersebut kini menjadi batas psikologis penting; jika naik, momentum penurunan bisa tertunda, namun jika bertahan di bawahnya, tren pelemahan kemungkinan akan berlanjut.

Pergerakan ETH Tunjukkan Pergeseran Momentum

Senada dengan analisis tersebut, Ash Crypto turut membagikan pandangan menarik yang memperkuat potensi dimulainya altseason. Grafik ETH/BTC yang ia publikasikan menunjukkan adanya pergeseran momentum penting di pasar altcoin.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Terbaru: POL, MANTA, ZEC, DASH dan ENA

Dalam analisisnya pada Kamis ini, Ash mencatat bahwa indikator Relative Strength Index pada pasangan ETH/BTC berhasil menembus tren turun yang bertahan selama tiga bulan terakhir, menandakan adanya perubahan arah dari tekanan jual menuju fase pemulihan.

Secara teknikal, breakout RSI dari garis tren turun menjadi sinyal pembalikan, terutama ketika pergerakan masih berada di bawah garis resistance. Jika ETH berhasil menembus garis tren turun sejak Agustus, hal ini menandakan awal dari fase rotasi dari Bitcoin menuju altcoin.

“RSI harian antara Ethereum dan Bitcoin telah menembus tren turun selama 3 bulan. Selanjutnya, harga diperkirakan akan mengalami breakout,’ tulisnya di X.

Indikator RSI di Pair BTC dan ETH - Ash Crypto
Indikator RSI di Pair BTC dan ETH – Ash Crypto

Momentum ini penting karena ETH/BTC kerap dianggap sebagai indikator utama kekuatan altcoin terhadap Bitcoin. Kenaikan pada pair ini biasanya diikuti oleh penguatan signifikan di pasar altcoin secara lebih luas. 

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: XRP, JASMY, AVAX, TAO, AAVE Menuju Momen Besar

Jika skenario ini berlanjut, kombinasi penurunan dominasi USDT dan penguatan ETH/BTC dapat menjadi pemicu altseason. Pelaku pasar disarankan untuk memantau kedua indikator tersebut secara saksama sebagai sinyal awal potensi pergeseran besar di pasar kripto.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait