Pasar altcoin kembali menghadapi hambatan besar setelah kapitalisasi pasar total token berbasis Ethereum (ETTMC) ditolak untuk kedua kalinya di level krusial US$1,6 triliun.
Berdasarkan pengamatan dari analis on-chain CryptoOnchain di CryptoQuant, penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa altseason, fase di mana altcoin melampaui performa Bitcoin, kembali tertunda.
Tekanan jual besar yang muncul pada 6 Oktober 2025 mendorong kapitalisasi pasar altcoin turun ke kisaran US$1,34 triliun, mengulangi pola serupa yang terjadi pada Desember 2024.

Menurut CryptoOnchain, penolakan berulang di level US$1,6 triliun membentuk potensi pola bearish Double Top, yang biasanya menandakan melemahnya momentum beli di pasar.
Level ini kini dianggap sebagai “plafon besi” yang harus ditembus sebelum altcoin dapat memulai reli besar-besaran.
CryptoOnchain menegaskan bahwa hanya penembusan meyakinkan di atas US$1,6 triliun yang dapat membatalkan struktur bearish ini dan membuka peluang altseason baru di pasar kripto global.
Altseason Bisa Dimulai atau Gagal Lagi? Semua Bergantung di Sini
Pola Double Top tersebut menunjukkan besarnya tekanan pasokan dari investor yang memilih mengambil keuntungan di area tertinggi pasar. CryptoOnchain menilai bahwa struktur teknikal ini menjadi titik krusial dalam menentukan arah berikutnya.
Jika kapitalisasi pasar altcoin gagal mempertahankan area dukungan di bawahnya, tekanan jual bisa meningkat lebih jauh dan memperpanjang fase konsolidasi.
Analis itu menambahkan bahwa situasi ini belum sepenuhnya negatif, sebab potensi pembalikan arah masih terbuka lebar. Apabila pasar berhasil menembus level US$1,6 triliun dengan volume tinggi, pola bearish dapat berubah menjadi sinyal bullish kuat yang menandai dimulainya altseason penuh.
Dalam kondisi demikian, arus modal besar kemungkinan akan kembali mengalir ke berbagai aset alternatif, termasuk token berkapitalisasi menengah dan kecil.
Selain itu, CryptoOnchain mengingatkan bahwa titik ini berfungsi sebagai “medan pertempuran” antara pembeli dan penjual.
Respons pasar terhadap resistance tersebut akan menentukan arah utama altcoin untuk beberapa bulan ke depan.
“Level US$1,6 triliun akan menjadi faktor penentu apakah mimpi altseason benar-benar dimulai atau kembali tertunda,” ungkap CryptoQuant.
Sinyal Historis dari Rasio OTHERS/BTC
Sementara itu, analisis tambahan dari Crypto Panda JR memperkuat pandangan bahwa potensi altseason belum sepenuhnya padam. Ia mengungkapkan bahwa rasio kapitalisasi pasar altcoin terhadap Bitcoin (OTHERS/BTC) kini berada di area dasar historis yang sama seperti sebelum dua altseason besar sebelumnya, yakni pada 2017 dan 2021.
Kondisi ini dinilai menyerupai pola descending wedge, pola teknikal yang kerap menandakan pembalikan arah besar.
Dalam dua siklus terakhir, pola serupa diikuti oleh lonjakan tajam harga altcoin tepat setelah Bitcoin mencapai puncak bull run. Berdasarkan struktur historisnya, setiap altseason dimulai dari fase akumulasi kuat di titik support bawah, lalu diikuti kenaikan vertikal menuju area resistansi atas.
Crypto Panda JR menilai bahwa pola yang terbentuk saat ini mengindikasikan skenario serupa menjelang 2025, di mana altcoin berpotensi mengungguli Bitcoin ketika pasar kembali memasuki fase ekspansi.
Ia melihat bahwa ketika fase akumulasi berakhir dan dana baru mulai mengalir ke pasar, kapitalisasi altcoin berpeluang melonjak signifikan terhadap Bitcoin.
Dengan berbagai indikator teknikal yang memperlihatkan kesamaan pola dengan masa lalu, para analis melihat tahun 2025 bisa menjadi titik balik penting bagi altcoin, asalkan pasar mampu menembus resistance besar yang kini menjadi batu sandungan utama bagi dimulainya altseason sejati. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



