Hyperliquid Makin Bullish, Kini Amerika Serikat Resmi Legalkan Perdagangan Kontrak Berjangka!

Amerika Serikat kini resmi melegalkan perdagangan kontrak berjangka (perpetual futures) kripto melalui bursa teregulasi. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat pada 29 Mei 2026. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai dampaknya bagi industri kripto!

BACA JUGA: Apa Itu Perpetual DEX yang Lagi Booming? Ini Pengertian dan Cara Cuan-nya!

Apa Itu Perpetual Futures dan Mengapa Ini Penting?

Sebelum membahas dampaknya, penting untuk kamu pahami dulu apa yang dimaksud dengan perpetual futures atau kontrak berjangka abadi.

Bayangkan kamu ingin bertaruh bahwa harga Bitcoin akan naik, tapi kamu tidak mau dibatasi waktu. Di instrumen investasi biasa, kontrak berjangka selalu punya tanggal kedaluwarsa. Kamu harus menutup posisi sebelum batas waktu itu tiba.

Perpetual futures menghapus batasan itu. Kontrak ini tidak punya tanggal berakhir, sehingga kamu bisa menahan posisinya selama kamu mau. selama kamu membayar biaya yang disebut funding rate setiap beberapa jam sekali.

Melansir laman resmi CoinDesk Opinion yang ditulis langsung oleh Ketua CFTC Mike Selig, konsep perpetual futures pertama kali dicetuskan oleh ekonom peraih Nobel Robert Shiller dalam sebuah makalah pada 1992. Namun baru di era kripto, instrumen ini menemukan tempat yang paling cocok untuknya.

BACA JUGA:  Apa Itu Strive? Perusahaan Bitcoin Treasury yang Menantang MicroStrategy

Seberapa Besar Pasar Ini Sebenarnya

Selama bertahun-tahun, pasar perpetual futures kripto tumbuh dengan kecepatan luar biasa, tetapi semuanya terjadi di platform-platform yang beroperasi di luar Amerika Serikat. Melansir laman resmi Kalshi, volume tahunan perdagangan perpetual futures offshore tumbuh dari US$28 triliun pada 2023 menjadi lebih dari US$90 triliun pada 2025.

Inilah yang membuat keputusan CFTC ini begitu bersejarah. Untuk pertama kalinya, pasar senilai puluhan triliun dolar itu kini resmi dibuka pintunya bagi peserta Amerika di bawah pengawasan hukum.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Apa yang Disetujui CFTC?

Melansir laman CoinDesk, pada hari yang sama CFTC sebenarnya mengumumkan dua keputusan besar sekaligus. Pertama, menyetujui Kalshi untuk meluncurkan kontrak BTCPERP perpetual futures Bitcoin pertama yang terdaftar dan diawasi secara penuh oleh regulator Amerika.

Kalshi selama ini lebih dikenal sebagai platform pasar prediksi, dan langkah ini menandai ekspansi besar pertamanya ke luar bisnis inti tersebut. CEO Kalshi, Tarek Mansour, menyebut momen ini sebagai evolusi perusahaan dari pemimpin pasar prediksi menjadi bursa derivatif generasi berikutnya.

Kedua, CFTC juga mengeluarkan surat kebijakan (no-action letter) kepada Coinbase Financial Markets. Surat itu memungkinkan anak usaha Coinbase tersebut untuk menghubungkan nasabah-nasabah Amerika ke pasar opsi dan perpetual futures global, menggunakan aset digital seperti Bitcoin, Ether, dan stablecoin sebagai jaminan margin. Chief Legal Officer Coinbase, Paul Grewal, menyebut keputusan ini sebagai “terobosan besar pertama bagi industri.”

BACA JUGA: 5 Crypto Exchange Tempat Trading Futures di Indonesia

Dampaknya Bagi Seluruh Industri Kripto

Keputusan Amerika Serikat resmi melegalkan perdagangan kontrak berjangka ini membawa perubahan besar bagi ekosistem kripto secara keseluruhan. Yang paling utama adalah soal legitimasi.

Ketika regulator sekelas CFTC memberikan persetujuannya, ini menjadi sinyal kuat bagi investor institusional yang selama ini ragu karena ketidakpastian hukum. Mereka kini memiliki pijakan yang jauh lebih kokoh untuk berpartisipasi.

Selain itu, melansir laman CoinDesk Opinion, Selig menegaskan bahwa kerangka baru ini dirancang untuk “membatasi leverage berlebihan, volatilitas, dan risiko sistemik.”

Ini penting karena perpetual futures yang menggunakan leverage tinggi bisa sangat berbahaya jika tidak diawasi, seperti yang sempat terlihat beberapa hari sebelum pengumuman ini, ketika kontrak SPACEX-USDH di platform Hyperliquid mengalami flash crash 45 persen dalam 30 menit dan melenyapkan sekitar US$1,5 juta nilai notional sekaligus.

Apa yang Terjadi pada Harga Token Hyperliquid?

Hyperliquid adalah bursa derivatif terdesentralisasi yang selama ini mendominasi pasar perpetual futures di jaringan blockchain, dengan pangsa pasar lebih dari 70 persen dari total volume on-chain global. Platform ini beroperasi di atas Layer 1 blockchain miliknya sendiri dan dikenal karena kecepatan serta efisiensinya yang tinggi.

Melansir laman U.Today, reaksi pertama pasar ketika berita persetujuan CFTC untuk Kalshi muncul justru adalah penurunan harga token HYPE sebesar 3 persen, sempat menyentuh level US$62.

Logikanya masuk akal pada pandangan pertama, jika pemain teregulasi Amerika kini bisa bermain di lapangan yang sama, bukankah Hyperliquid sebagai platform offshore bisa kehilangan penggunanya?

Namun yang terjadi kemudian adalah kebalikannya. Pasar berbalik arah secara agresif, dan token HYPE tidak hanya pulih sepenuhnya, tapi juga mencetak all-time high baru di angka US$66,84.

Harga Koin Hyperliquid Setelah Keputusan CFTC
Harga Koin Hyperliquid Setelah Keputusan CFTC. Foto: CoinMarketCap

Para pelaku pasar rupanya melakukan kalkulasi ulang yang lebih matang, legalisasi perpetual futures oleh CFTC justru memvalidasi model bisnis seluruh industri, termasuk Hyperliquid.

Kejelasan regulasi menghilangkan skeptisisme investor terhadap sektor ini secara keseluruhan, dan Hyperliquid sebagai pemimpin pasar menjadi salah satu yang paling diuntungkan.

Momentum positif itu juga diperkuat oleh pernyataan mengejutkan dari Jeffrey Sprecher, pendiri dan CEO Intercontinental Exchange, perusahaan yang memiliki New York Stock Exchange (NYSE).

Melansir laman CryptoBriefing, Sprecher menyatakan di sebuah konferensi bahwa Hyperliquid kini telah menjadi “lebih besar dari Nasdaq,” sebuah pengakuan luar biasa dari tokoh puncak keuangan tradisional.

BACA JUGA:  Apa Itu Clarity ACT? Ini Pengertian dan Dampaknya ke Investor Kripto!

Apa yang Bisa Kamu Pelajari?

Keputusan Amerika Serikat resmi melegalkan perdagangan kontrak berjangka perpetual kripto adalah bukti nyata bahwa regulasi yang tepat bisa menjadi bahan bakar pertumbuhan, bukan rem. Hyperliquid membuktikannya langsung, harga HYPE justru mencetak rekor setelah kepastian hukum hadir di pasar.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait