Anak Purbaya: Crypto Exchange Lokal Bisa Ulangi Skandal FTX

Runtuhnya FTX merupakan salah satu skandal terbesar di industri kripto, yang membuat banyak pihak skeptis terhadap crypto exchange. Kali ini, pernyataan mengejutkan datang dari anak Purbaya Yudhi Sadewa, yang mengungkapkan bahwa insiden serupa bisa saja terjadi dari bursa kripto asal Indonesia.

Bursa Kripto Lokal Berpotensi Mengulang Insiden FTX

Pernyataan kontroversial datang dari akun Instagram Yudo Achiles Sadewa, putra Menkeu RI saat ini. Lewat sebuah story yang diunggah pada Minggu (28/12/2025), ia menyoroti potensi risiko besar pada crypto exchange di Indonesia.

“Prediksi gw akan banyak crypto exchange di Indonesia yang akan menjadi the next FTX dalam beberapa tahun mendatang,” tulis Yudo di akun Instagram pribadinya.

Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena pendiri bursa kripto di Indonesia bisa menggunakan dana nasabah untuk membeli mobil sport atau rumah mewah. Risiko ini muncul karena aset nasabah biasanya disimpan di bursa.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Berita Kripto Minggu Ini: Jejak Epstein, Crash Maut, hingga Sosok Misterius di Podcast!

Story Instagram Yudo Sadewa

Keruntuhan FTX menjadi salah satu skandal terbesar di industri kripto, setelah terungkap bahwa dana nasabah dipakai untuk trading berisiko tinggi di Alameda Research tanpa sepengetahuan pengguna.

Krisis ini memicu penarikan dana besar-besaran hingga FTX gagal memenuhi kewajibannya dan berujung pada kebangkrutan. Kasus tersebut menyoroti lemahnya tata kelola dan transparansi bursa kripto, pola risiko yang menurut Yudo mulai terlihat di Indonesia.

Belajar dari FTX, Jangan Andalkan Crypto Exchange

Pernyataan Yudo Sadewa dinilai relevan dan memiliki dasar yang kuat. Mengandalkan crypto exchange sebagai crypto custody bukanlah langkah yang bijak, karena setinggi apa pun tingkat keamanannya, celah risiko tetap selalu ada.

Sejumlah kasus telah menjadi pengingat nyata akan risiko penyimpanan aset di exchange. Bybit, misalnya, pernah mengalami peretasan senilai US$1,4 miliar, meski pada akhirnya dana nasabah tetap aman.

BACA JUGA:  Listing di Upbit, Altcoin TAO Kembali Dilirik dan Siap Meroket

Di sisi lain, FTX menjadi contoh ekstrem dengan proses pengembalian aset yang panjang dan penuh ketidakpastian. Kasus serupa juga pernah terjadi pada WazirX dan Mt. Gox, yang hingga kini masih membekas di ingatan pelaku pasar kripto.

Situasi tersebut menegaskan pentingnya kemandirian dalam menyimpan aset digital. Hal ini juga tercermin dalam unggahan lanjutan Yudo yang merekomendasikan penggunaan cold wallet dibandingkan menyimpan aset di crypto exchange.

“Simpan di chip kecil yang bernama cold wallet, jangan simpan aset di crypto exchange ataupun broker. Kita jangan pernah percaya dengan siapapun!” tegasnya.

Apa Itu Cold Wallet? Ini Pengertian dan 7 Rekomendasinya!

Peringatan ini menegaskan bahwa risiko kripto tidak hanya berasal dari volatilitas harga, tetapi juga dari tata kelola bursa kripto. Dalam kondisi tersebut, kehati-hatian dan kendali penuh atas aset pribadi menjadi langkah paling rasional bagi investor.

BACA JUGA:  Nansen Rilis NX8, Cara Simpel Pegang Banyak Koin Blockchain

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia