Anak Menteri Purbaya, Yudo Achilles Sadewa, menyoroti dugaan rug pull pada token Power Protocol (POWER) yang diperdagangkan di sejumlah bursa besar seperti Binance dan Bybit setelah harga aset digital tersebut mengalami kejatuhan tajam dalam waktu singkat.
Peristiwa ini menarik perhatian komunitas kripto karena terjadi hanya beberapa jam setelah token tersebut mencatat lonjakan performa signifikan dan menjadi salah satu aset yang paling banyak dibicarakan di pasar.

Berdasarkan data CoinGecko, harga POWER telah anjlok dari sekitar US$1,9 ke US$0,2 hanya dalam kurun waktu sekitar 10 jam. Penurunan ekstrem tersebut memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan manipulasi pasar atau skenario rug pull POWER, terutama karena pergerakan harga terjadi secara sangat cepat di tengah aktivitas perdagangan yang tinggi.
Lonjakan Harga dan Euforia Pasar Sebelum Kejatuhan
Sebelum mengalami kejatuhan tajam, POWER sempat mencatatkan performa luar biasa dan bahkan masuk dalam daftar token dengan kenaikan mingguan tertinggi di beberapa platform pemantau kripto.
Dalam salah satu peringkat performa mingguan, token tersebut dilaporkan mencatat kenaikan sekitar 285,9 persen dan menjadi aset dengan pertumbuhan tercepat dalam periode tersebut.
Lonjakan tersebut mendorong visibilitas POWER di media sosial dan komunitas trader. Sejumlah kreator konten kripto turut membahas momentum kenaikan token tersebut, sehingga memicu arus pembelian baru dari investor ritel yang khawatir tertinggal dari tren pasar.
Aktivitas Ronin Bridge Diduga Memicu Tekanan Jual POWER
Selain faktor sentimen pasar, komunitas kripto juga menyoroti aktivitas yang berkaitan dengan Ronin Bridge.
Sejumlah laporan menyebut bahwa aktivitas transfer melalui bridge tersebut, yang baru saja mengalami pembukaan kembali sebagian, diduga dimanfaatkan oleh bot untuk memaksimalkan batas transfer harian.
Token yang dipindahkan melalui mekanisme lintas jaringan tersebut diduga digunakan untuk aktivitas arbitrase maupun short selling pada pasar dengan likuiditas relatif rendah. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan tekanan jual besar dalam waktu singkat, sehingga mempercepat penurunan harga.
Data derivatif dari CoinGlass juga menunjukkan dinamika pasar yang tidak biasa selama periode tersebut. Volume perdagangan derivatif POWER tercatat meningkat sekitar 57,21 persen hingga mencapai sekitar US$1,80 miliar.

Namun di saat yang sama, open interest justru turun sekitar 45,33 persen menjadi sekitar US$42,69 juta, yang dapat mengindikasikan penutupan posisi besar secara cepat oleh pelaku pasar.
Pergerakan volume yang tinggi disertai penurunan open interest sering kali mencerminkan likuidasi atau keluarnya posisi leverage dalam jumlah besar, yang dapat memperkuat tekanan volatilitas harga.
Penutupan Game Highguard Perburuk Sentimen
Sentimen negatif terhadap POWER semakin meningkat setelah muncul laporan mengenai penutupan Highguard, sebuah proyek game yang dikaitkan dengan ekosistem Power Protocol. Proyek tersebut menghentikan operasinya pada periode yang berdekatan dengan kejatuhan harga token.
Jika Highguard sebelumnya berperan sebagai salah satu utilitas utama dalam ekosistem Power Protocol, maka penghentian proyek tersebut berpotensi mengurangi permintaan terhadap token. Hilangnya fungsi penggunaan dalam ekosistem dapat memperlemah kepercayaan investor serta meningkatkan tekanan jual di pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



