Kasus Timothy Ronald kini memasuki babak baru. Setelah ratusan mantan member Akademi Crypto melayangkan laporan terkait dugaan penipuan yang terjadi, sejumlah figur publik ternama mulai angkat bicara.
Salah satunya adalah Anak Purbaya, yang menanggapi polemik tersebut dengan menyoroti fenomena FOMO, menyebut pihak yang mengalami kerugian sebagai korban dari euforia berlebihan di dunia kripto.
Yudo Sadewa Nilai Korban Berjatuhan akibat FOMO
Berdasarkan unggahan Instagram Story pada Kamis (15/01/2026), Yudo Sadewa akhirnya menanggapi dugaan penipuan yang menyeret Timothy Ronald. Putra kedua Menteri Keuangan RI itu menilai bahwa FOMO menjadi faktor yang membuat banyak pihak mengalami kerugian.
Dalam pernyataannya, Yudo menjelaskan bahwa sebagian mantan anggota Akademi Crypto diduga mengalami kesalahpahaman terhadap konsep kelas edukasi yang dibangun oleh Timothy Ronald bersama Kalimasada.
“Muridnya FOMO. Mungkin tanpa Timothy pun mereka akan tetap rugi. Kenapa? Karena mereka tidak mau belajar, maunya hanya mencari call saja. Padahal produk utama Akademi Crypto adalah video edukasi,” tulis Yudo dalam unggahannya.
Lebih lanjut, Yudo menegaskan bahwa penentuan bersalah atau tidaknya Timothy Ronald tidak bisa dilakukan secara sepihak. Terutama terkait koin Manta yang disebut-sebut menjadi titik awal laporan para korban, Yudo menilai perlu adanya bukti yang lebih konkret.
Begini Kasus Timothy Ronald di Mata Hukum soal Dugaan Penipuan Akademi Crypto
Menurutnya, tanpa bukti yang jelas, posisi Timothy Ronald justru cenderung tidak bersalah. Bahkan, situasi tersebut berpotensi menjadi pisau bermata dua bagi para pelapor jika tudingan yang disampaikan tidak dapat dibuktikan secara hukum.
“Kecuali ada bukti on-chain bahwa Timothy dibayar oleh developer untuk melakukan pump and dump, barulah bisa dipidanakan. Jika tidak ada, pihak yang menuduh justru bisa dituntut balik atas pencemaran nama baik,” tambahnya.
Pandangan Yudo ini sejalan dengan narasi yang sebelumnya disampaikan oleh Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang yang dikenal dekat dengan Timothy Ronald tersebut juga menilai bahwa tuduhan tanpa dasar kuat dapat berbalik merugikan pihak penuduh.
Sindiran Deddy Corbuzier dan Fenomena Cepat Kaya
Narasi soal FOMO dan obsesi cepat kaya ini juga diangkat oleh Deddy Corbuzier. Dalam sebuah video yang diunggah pada Rabu (14/01/2026) di akun TikTok miliknya, Deddy menyampaikan kritik dengan gaya satir soal tren mengikuti kelas demi kekayaan instan.
Dengan nada bercanda, ia menuliskan caption menohok, “Cara punya uang dijamin berhasil!!!! Huahahahha.” Dalam video tersebut, Deddy menggambarkan ironi janji cepat kaya yang sering dijual di ruang publik.
“Ini gak bercanda, gua ngajarin kalian semua gimana cara punya uang satu miliar dalam waktu tiga bulan. Caranya? Pertama kalian harus kerja mati-matian sampai punya uang sepuluh miliar. Habis itu ikut kelas, ikutin ajarannya. Tiga bulan kemudian, uang kalian tinggal satu miliar,” ujar Deddy.
Terjawab! Aksi Flexing Timothy Ronald Jadi Alasan Korban Ikut Akademi Crypto
Meski tidak menyebut nama, sindiran tersebut dinilai banyak pihak relevan dengan polemik yang tengah ramai, termasuk kasus Timothy Ronald. Pernyataan ini pun memantik beragam respons, mengingat isu tersebut tengah menjadi sorotan publik.
Baik Yudo maupun Deddy sama-sama menggarisbawahi satu hal penting: persoalan utama tidak semata terletak pada figur tertentu, melainkan pada mentalitas instan dan budaya FOMO yang masih kuat di kalangan investor kripto pemula.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



