Harga Bitcoin pada awal November ini menunjukkan tren pemulihan. Setelah menutup Oktober di kisaran US$107.000, harga BTC hari ini terlihat kembali naik dan mulai stabil di rentang US$108.000–US$109.000. Lalu, kemana arah pasar Bitcoin akan bergerak selanjutnya?
Proyeksi Pergerakan Harga Bitcoin Awal November
Secara keseluruhan, para analis memberikan pandangan yang beragam—ada yang bullish, ada pula yang bearish. Berikut proyeksi lengkap mengenai pergerakan harga BTC pada awal November ini.
US$112.340 Jadi Penentu Arah Bitcoin Selanjutnya
Berdasarkan data on-chain yang dibagikan Ali Martinez pada Jumat (31/10/2025), indikator UTXO Realized Price Distribution (URPD) menunjukkan US$112.340 sebagai area paling padat. Banyak investor membeli atau merealisasikan posisi, menjadikannya resistensi utama untuk jangka pendek.
Jika diperhatikan, volume meningkat tajam di area US$110.000-US$113.000, menandakan konsentrasi kepemilikan dan aktivitas tinggi di kisaran tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai melakukan aksi profit-taking atau reposisi di sekitar area tertinggi historis.

Menariknya, distribusi harga yang cukup merata di bawah support US$100.000 menandakan adanya basis akumulasi yang kuat, terutama di antara US$60.000–US$70.000. Ini menjadi zona dukungan penting, yang bisa menjadi area rebound apabila terjadi koreksi.
Indikator URPD memperlihatkan bahwa pasar saat ini sedang berada di fase ketegangan antara distribusi dan potensi breakout. Apabila Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas US$112.340, peluang menuju ATH akan semakin terbuka.
Perubahan Besar BTC Terjadi di Zona Kritis
Proyeksi pergerakan harga Bitcoin selanjutnya diungkapkan oleh Matrixport pada Jumat ini. Mereka menjelaskan bahwa hubungan antara Bitcoin (garis hitam) dengan indikator Realized Cap Mode (ungu dan biru) menandakan tekanan jual serta potensi peralihan kepemilikan.
“Bitcoin terlihat tenang. Namun, penilaian itu melewatkan perubahan struktural lebih dalam yang sedang terjadi. BTC tidak beristirahat dengan tenang, melainkan secara diam-diam sedang mentransfer kepemilikan, dan peralihan itu berlangsung di zona harga paling penting dalam siklus ini,” tulisnya.

Selain itu, data menunjukkan Bitcoin sempat turun di bawah short-term realized price, menempatkan STH dalam posisi rugi. Secara historis, kondisi ini sering memicu likuidasi dan tekanan jual tambahan saat trader menutup posisi untuk menghindari kerugian lebih dalam.
LTH Ambil Profit, Potensi Naik Terbatas
Data on-chain yang dibagikan oleh Axel Adler Jr. menunjukkan bahwa long-term holders (LTH) kini aktif menjual Bitcoin. Sejak 1 Juli 2025, kepemilikan LTH turun lebih dari 10 persen, menandakan fase profit-taking besar-besaran.
“Volume distribusi telah mencapai 810 ribu BTC, dan total kepemilikan mereka menurun dari 15,5 juta BTC menjadi 14,6 juta BTC,” tuturnya.
Indikator 30-day accumulation/distribution kini didominasi warna merah, menandakan tekanan jual dari LTH cukup kuat. Fase ini biasanya terjadi ketika investor lama mulai melepas BTC setelah reli panjang.

Meski tekanan jual tinggi, harga Bitcoin tetap mampu mencetak dua rekor tertinggi baru, menunjukkan permintaan pasar yang tetap solid dan mampu menyerap suplai tambahan.
Namun, tren distribusi besar dari LTH menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan BTC mulai terbatas. Dalam siklus sebelumnya, kondisi serupa sering diikuti periode konsolidasi atau koreksi, karena suplai baru menekan potensi kenaikan.
Momentum Positif BTC Mulai Melemah
Peter Brandt menilai momentum Bitcoin mulai melemah setelah muncul pola megaphone (broadening formation). Pola ini menunjukkan volatilitas tinggi dan hilangnya arah tren yang jelas, serta menurutnya berpotensi memicu koreksi.
“Sebagai seorang swing trader, saat ini saya membuka posisi short pada kontrak futures Bitcoin berdasarkan pola megaphone,” tulis Brandt di X, Jumat (31/10/2025).

Secara teknikal, Bitcoin menyelesaikan lima gelombang utama (1–5) dalam pola megaphone, dengan puncak US$125.000. Saat ini, BTC bergerak di kisaran US$107.000–US$110.000. Area kuning menunjukkan fase konsolidasi dan distribusi, menandakan melemahnya tekanan beli.
Dua moving average (8 dan 18) kini saling bersilangan ke bawah, mengonfirmasi sinyal bearish. Jika tekanan berlanjut, support berada di US$97.000–US$100.000, dengan target penurunan di sekitar US$84.700. Sementara itu, US$116.400 menjadi resistance penting untuk memulihkan momentum naik.
Sentimen Bearish Menghantui Bitcoin November Ini
Secara keseluruhan, harga Bitcoin saat ini berada di fase kritis dengan tekanan jual dari investor jangka panjang dan potensi koreksi dalam jangka pendek. Pasar menunjukkan ketegangan antara akumulasi dan distribusi, sehingga trader disarankan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi pada awal November ini. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



