Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan Bitcoin menunjukkan volatilitas yang luar biasa. BTC bergerak naik-turun secara tajam, dari level US$84.000 hingga US$93.000, membuat tren jangka pendek sulit untuk ditentukan.
Pertanyaannya kini: ke mana arah pergerakan selanjutnya? Apakah harga Bitcoin akan melonjak menuju US$95.000, tetap terjebak dalam tren sideways, atau justru terkoreksi lebih dalam ke US$85.000?
Tekanan Jual dari Whale Meningkat, BTC Tertahan
Berdasarkan data Exchange Whale Ratio dari CryptoQuant per Sabtu (06/12/2025), deposit whale ke Binance menunjukkan peningkatan besar. Hal ini menandakan risiko profit-taking yang lebih tinggi di pasar Bitcoin.

Fenomena ini menjadi sinyal bahwa pemegang besar memanfaatkan likuiditas Binance untuk menjual sebagian aset mereka, menambah tekanan jual dalam jangka pendek.
Rasio whale di seluruh bursa kini berada di 0,47. Di Binance, EMA 14-hari rasio ini naik ke 0,427, level tertinggi sejak April, mengindikasikan tekanan distribusi yang semakin nyata, terutama saat BTC kesulitan menembus level US$93.000.
Data on-chain Exchange Inflow: Binance juga menunjukkan bahwa SMA 30-hari inflow BTC ke Binance mencapai 8.915 pada 28 November, hampir menyamai rekor tertinggi 9.031 pada 3 Maret.
Rekor inflow serupa yang pernah terjadi di masa lalu selalu diikuti oleh pergerakan turun yang tajam, menandakan pemegang besar bersiap mengurangi risiko atau mengambil profit setelah bull run Bitcoin baru-baru ini.

Dengan upaya menahan posisi di atas resistance US$96.000, persediaan BTC yang meningkat di Binance menjadi hambatan langsung bagi uptrend. Hingga kelebihan pasokan ini terserap, peluang kenaikan BTC akan tetap terbatas.
Stablecoin Mengalir Masuk, Trader Siap Bergerak
Selain tekanan jual whale, mengacu pada data yang dibagikan oleh Arab Chain pada Kamis (04/12/2025), Binance mencatat 946.000 deposit USDT dalam tujuh hari terakhir. Angka ini lebih tinggi dibanding OKX (841.000) dan Bybit (225.000), menandakan pergerakan besar dari trader.
“Lonjakan setoran pada periode ini sering diartikan sebagai tanda bahwa para trader sedang bersiap untuk membuka posisi baru, memperkuat posisi yang sudah ada, atau bergerak cepat saat terjadi volatilitas harga,” jelas Arab Chain.
Para trader memanfaatkan momentum ini untuk menyesuaikan posisi, baik dengan membeli saat harga turun maupun melakukan rotasi aset di tengah fluktuasi. Aktivitas ini menunjukkan kesiapan pasar untuk reaktif trading, bukan sekadar akumulasi pasif.

Kombinasi tekanan jual whale dan inflow BTC yang tinggi memperkuat sinyal bahwa volatilitas pasar dapat meningkat dalam jangka pendek. Trader cenderung lebih agresif dalam mengambil posisi, terutama ketika harga BTC mendekati level kritis.
Dengan BTC yang telah terlempar ke bawah US$90.000, likuiditas dari stablecoin ini bisa mempercepat penurunan jika harga gagal bertahan di level saat ini. Potensi koreksi menuju US$85.000 menjadi skenario yang perlu diwaspadai.
Sebaliknya, jika kembali ke US$90.000, aliran dana ini bisa memicu rebound dan counter-trend. Trader yang siap memanfaatkan volatilitas pasar masih memiliki peluang untuk mengambil posisi strategis, baik untuk mengantisipasi koreksi maupun rebound.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



