Harga kripto yang melemah selama November ini telah menyebabkan nilai kapitalisasi pasar aset digital tersebut hilang mencapai US$81 miliar, sejak 26 Oktober hingga 26 November malam.

Berdasarkan grafik di Coinmarketcap, penurunan tajam mulai terlihat sejak 14 November lalu atau menjelang forking Bitcoin Cash (BCH). Sejak saat itu, harga Bitcoin, yang merupakan kripto dengan nilai pasar terbesar memang mengalami penurunan tajam ke level di bawah US$6.000, level psikologisnya sejak Agustus lalu.

Pada periode sebulan ini, nilai pasar Bitcoin tergerus sebanyak lebih dari US$40 miliar. Sementara, Ethereum hilang sebesar US$9,2 miliar. Kripto dengan kode ETH ini juga harus rela kehilangan posisi nomor duanya setelah disalip oleh Ripple (XRP). Kapitalisasi pasar XRP pada periode yang sama memang relatif tidak terlalu banyak menguap, yaitu hanya sekiatar US$3,4 miliar.

Sejumlah analis kripto yang pernah dihubungi Blockchainmedia.id mengatakan bahwa pelemahan pasar kripto pada November ini dipicu oleh forking BCH, di mana tak ada kekuatan dominan dalam perseteruan yang menyebabkan BCH terbelah menjadi dua.

Perpecahan dalam komunitas BCH ini telah meniupkan sentimen negatif ke pasar yang memicu aksi jual (sell-off).

Forking ini menurut saya memberikan tambahan keraguan bagi para investor kripto saat ini. Sebab, tampaknya mudah sekali untuk terjadi perpecahan di dalam komunitas ini yang menyebabkan nilai kripto turun,” ujar Christopher Tahir dari CryptoWatch.

Kenaikan kecil harga Bitcoin kemarin, secara empirik, kata Tahir, dimungkinkan karena adanya rilis ETF BTC di Swiss. Pasar berspekulasi bahwa ini mampu meningkatkan adopsi kripto secara mainstream.

“Di sisi lain, mungkin karena stop loss, yang memicu penurunan lanjutan, juga sudah berkurang. Namun ini bukan berarti akhir penurunan, karena banyak BTC pindah ke exchange, yang bisa sebagai strategi investor untuk pindah ke USDT terlebih dahulu untuk menampung BTC di harga lebih rendah lagi. Secara teknikal, harga baru saja memantul dari level tahanan bawahnya saat ini, di kisaran level 3900, sehingga ada potensi harga naik kembali kendati saat ini baru terjadi singkat. Saya melihat potensi harga untuk bertahan di atas level US$3500 akan cenderung besar walaupun saat ini semakin banyak pelaku pasar keluar karena penurunan saat ini,” jelas Tahir kemarin malam, Senin (26/11).

Tahir menyarankan trader untuk mengambil keuntungan dalam waktu singkat dulu dan boleh menambah posisi ketika harga breakout. Sedangkan bagi investor, boleh mulai menyicil pembelian saat harga masih murah. [jul]

 

Ikuti media sosial kami

[cn-social-icon]

INFO IKLAN/AD INFO