Analisis Harga Bitcoin Terbaru: BTC Menguji Jalan Menuju US$90.000

Pergerakan harga Bitcoin dalam sepekan terakhir menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi. Setelah sempat bertahan di level US$90.000, BTC terlempar hingga menyentuh US$80.500 sebelum akhirnya pulih ke kisaran US$83.000 pada hari ini.

Kini, muncul pertanyaan besar: apakah pemulihan ini dapat berlanjut dan mendorong harga Bitcoin kembali menembus US$90.000? Ataukah ini justru sekadar fake breakout sebelum koreksi lebih dalam terjadi?

Bitcoin Dekati Support Kunci, Pasar Siap Diuji

Berdasarkan analisis harga Bitcoin terbaru yang diunggah oleh Daan Crypto pada Jumat (21/11/2025), BTC saat ini berada di zona support kuat US$83.800 hingga US$85.500, area konfluensi antara volume dan Fibonacci 0,786. BTC bahkan sempat turun ke US$83.000 sebelum rebound, menunjukkan respons beli yang cukup solid di zona tersebut.

Penurunan harga sebelumnya berlangsung cepat dan tajam, menandakan dominasi seller dalam beberapa sesi terakhir. Meski terjadi rebound, pasar masih belum memberikan sinyal pembalikan yang valid sehingga tren jangka pendek tetap berada dalam tekanan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Jika support ini kembali ditembus dan gagal dipertahankan, target penurunan berikutnya bisa melempar BTC kembali kebawah US$80.000. Level tersebut berpotensi menjadi titik munculnya buyer yang lebih agresif.

“Ini adalah area besar terakhir sebelum menuju Bitcoin bergerak ke level terendah bulan April 2025 di kisaran US$70.000,” jelasnya.

BACA JUGA:  Terungkap! GameStop Ternyata Masih Simpan Bitcoin Rp5,4 Triliun
Support Level Penting Bitcoin - Daan Crypto
Support Level Penting Bitcoin – Daan Crypto

Sebaliknya, jika rebound berlanjut, resistance terdekat berada di area US$88.000 hingga US$92.000 yang menjadi zona distribusi. Break yang solid di atas area ini dapat membuka peluang terjadinya relief rally yang lebih tinggi.

Untuk saat ini, fokus utama pasar Bitcoin ada pada reaksi harga di support US$83.000 hingga US$85.000, karena area tersebut akan sangat menentukan arah pergerakan harga BTC berikutnya.

Arus Dana Besar Masuk ke Exchange, Akumulasi?

Selain support yang solid sebagai pijakan kenaikan berikutnya, pergerakan menarik juga terlihat dari aliran dana yang masuk ke crypto exchange. Berdasarkan data on-chain yang dibagikan Maartun pada Jumat ini, tercatat adanya masuknya dana dalam jumlah besar.

“Sejumlah besar aliran USDC masuk ke crypto exchange dalam beberapa jam terakhir, dan biasanya ini menjadi tanda bahwa modal baru sedang bersiap masuk ke pasar,” tulisnya.

Inflow USDC ke Crypto Exchange - Maartunn
Inflow USDC ke Crypto Exchange – Maartunn

Tren ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang menunjukkan bahwa ketika ritel mulai panik saat pasar jatuh, whale justru terlihat mengakumulasi. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka tampaknya bersiap menghadapi potensi rebound.

Sinyal Koreksi Bitcoin ke US$55.000 Terlihat

Walau sejumlah analisis teknikal dan data on-chain masih membuka peluang rebound, analis Crypto Cove justru melihat gambaran yang lebih bearish. Grafik mingguan menunjukkan bahwa Bitcoin telah membentuk formasi yang menandakan melemahnya tren bullish.

BACA JUGA:  Strategy Siap Gelontorkan Rp745 Triliun untuk Borong Bitcoin

Breakdown ini mengonfirmasi bahwa sejak Oktober, BTC sebenarnya tidak lagi berada dalam fase bullish jangka menengah. Struktur kenaikan yang menopang pergerakan harga mulai kehilangan tenaga.

Proyeksi Penurunan Harga Bitcoin - Crypto Cove
Proyeksi Penurunan Harga Bitcoin – Crypto Cove

CryptoCove menegaskan bahwa support di area US$78.000 adalah level penentu. Jika titik ini kembali jebol, struktur bullish jangka menengah runtuh secara teknikal dan ruang penurunan terbuka lebih lebar.

“Pada timeframe mingguan, Bitcoin sudah menembus pola rising wedge dan kini berada di sekitar support US$78.000. Jika support ini ikut jebol, target besar berikutnya adalah US$55.000,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sentimen pasar secara juga ikut jatuh ke titik terendah, semakin memperkuat narasi bearish yang berkembang. Kondisi ini menandakan bahwa kepercayaan ritel sedang melemah di tengah tekanan jual yang terus meningkat.

Data yang dibagikan Santiment pada Sabtu (22/11/2025) menunjukkan bahwa sentimen Bitcoin di media sosial resmi turun ke level terendah sejak 11 Desember 2023. Ini menjadi sinyal bahwa pasar sedang berada dalam fase pesimis.

“Menurut komentar bullish vs bearish di X, Reddit, Telegram, dan platform lainnya, investor ritel kini mengalami kapitulasi dan melakukan panic selling pada level signifikan yang belum terlihat dalam 2 tahun terakhir,” ungkap mereka.

BACA JUGA:  Sinyal Pasar Bitcoin Berubah Saat Kerugian Investor Mulai Menyusut
Sentimen Sosial Media Terhadap Bitcoin - Santiment
Sentimen Sosial Media Terhadap Bitcoin – Santiment

Arah Bitcoin Belum Jelas, Waspadai Volatilitas Tinggi

Pasar Bitcoin kini berada dalam fase ketidakpastian. Sinyal teknikal dan data on-chain menunjukkan arah yang berbeda, support kuat masih bertahan, dana besar mulai masuk ke exchange, sementara sentimen ritel justru jatuh ke level terendah.

Dalam kondisi seperti ini, area support US$83.000–US$85.000 dan level krusial US$78.000 menjadi titik penentu. Reaksi harga di dua zona ini akan menentukan apakah harga BTC mampu memantul kembali menuju US$90.000 atau justru melanjutkan penurunan.

Dengan volatilitas yang meningkat dan arah tren belum jelas, investor disarankan tetap disiplin, tidak FOMO, dan fokus pada level teknikal utama. Keputusan terlalu agresif justru berpotensi menambah risiko di tengah pasar yang masih rapuh.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait