Pergerakan harga Bitcoin hari ini terlihat stagnan di kisaran US$89.000–US$91.000, membuat banyak pihak bertanya-tanya soal arah berikutnya. Meski volatilitas rendah, analis justru menilai bahwa struktur pasar masih bullish dan membuka peluang bagi Bitcoin untuk melompat menuju US$96.000.
Bitcoin Pulih, Siap Loncat ke US$96.000?
Berdasarkan analisis harga Bitcoin yang dibagikan oleh GainMuse pada Senin (08/12/2025), BTC saat ini menunjukkan pemulihan struktur penting setelah sempat mengalami downside shakeout.
Grafik memperlihatkan bahwa harga kembali naik di atas garis tren wedge yang sebelumnya ditembus ke bawah. Reclaim ini menandakan tekanan jual mulai melemah, apalagi BTC juga berhasil membentuk higher low di area support channel jangka pendek.
Secara teknikal, chart menampilkan rangkaian corrective patterns seperti wedge dan flag yang terus muncul sepanjang tren turun. Setiap pola diikuti oleh break & drop, namun wedge terbaru justru menghasilkan breakout ke atas, sinyal bahwa momentum bear market kehilangan kekuatan.
“Breakout terbaru ini menunjukkan bahwa tekanan dari penjual mulai melemah seiring harga Bitcoin yang bertahan di atas zona support dan bergerak dalam rentang yang semakin menyempit,” tulisnya.

Zona support penting kini berada pada area konsolidasi hijau di kisaran US$89.000 hingga US$90.000. Area ini menjadi fondasi penahan setelah BTC menembus garis tren turun. Jika zona ini dipertahankan, Bitcoin berpotensi melanjutkan rotasi menuju resistance atasnya.
Untuk resistance, titik krusial pertama berada pada descending resistance line di sekitar US$94.000 hingga US$95.000. Breakout atas level ini akan membuka jalan menuju target line yang ditandai pada grafik, yaitu di sekitar US$96.000.
Level tersebut merupakan target teknikal yang wajar berdasarkan struktur channel dan breakout wedge terbaru. Momentum bullish diproyeksikan semakin kuat apabila volume menanjak saat BTC mendekati resistance utama tersebut.
CME Gap Bitcoin Tertutup, Tekanan Beli Meledak
Pandangan menarik terkait analisis harga Bitcoin selanjutnya juga diungkapkan oleh Michaël van de Poppe pada Senin (08/12/2025), bahwa BTC saat ini memasuki fase pemulihan kuat setelah menutup CME Gap di area US$89.400.
Grafik menunjukkan BTC mempertahankan support di US$89.000–US$90.000 dengan sangat solid. Likuiditas bawah sudah tersapu, membuka peluang BTC untuk mencari likuiditas ke sisi atas. EMA jangka pendek mulai menanjak, menandakan momentum bullish kembali terbentuk.

Saat ini, BTC sedang menguji level kunci yang harus ditembus untuk mencegah penurunan ulang. Level ini menjadi penentu apakah harga dapat melanjutkan tren naik atau melakukan retest. Namun struktur harga yang bertahan di atasnya memberi sinyal yang condong bullish.
Resistance level besar berikutnya berada di zona US$100.000–US$101.000, area yang ditandai sebagai resistance point. Pergerakan harga BTC menggambarkan pola konsolidasi naik yang mengindikasikan pasar tengah bersiap menuju resistance krusial.
“Melihat tekanan beli yang begitu kuat dari buyer, saya menganggap bahwa harga Bitcoin kemungkinan akan menembus ke atas dan bertahan di atas US$92.000 dalam beberapa hari ke depan,” teganya.
Tak hanya itu, Bitcoin Power-Law Valuation Model yang dibagikan oleh Quantum Research menunjukkan bahwa harga Bitcoin saat ini berada di 33.4 persen dengan Fair Value di sekitar US$137.5000. Posisi ini menempatkan BTC di kuartil bawah historis atau oversold.

Model tersebut memberi kecenderungan 66.6 persen peluang bergerak naik dibanding 33.4 persen turun, sehingga secara statistik peluang pemulihan lebih besar. Meski demikian, hasil ini tetap bukan jaminan dan hanya menggambarkan kecenderungan historis model.
Pasar BTC Mulai Stabil, Namun Risiko Bearish Belum Hilang
Walaupun optimisme mulai pulih, risiko bearish saat ini masih mengintai. Menurut Matrixport, pola ini hanya mencerminkan stabilisasi ringan dan belum menjadi sinyal awal rally yang solid. Fokus pasar yang sepenuhnya tertuju pada FOMC 10 Desember mendatang.
“Harga opsi masih memberi indikasi sekitar 5 persen risiko penurunan untuk pekan ini, yang menandakan bahwa setiap kenaikan kemungkinan akan kembali melemah karena para trader mengurangi risiko menjelang akhir tahun,” tuturnya.

Faktor musiman juga ikut menekan potensi kenaikan Bitcoin. Likuiditas yang menipis selama periode Natal biasanya membuat follow-through bullish sulit berlanjut, sehingga pergerakan naik cenderung melemah atau mudah dipantulkan kembali.
Level kunci yang menjadi pembatas bullish dan bearish berada di US$91.500. Meski demikian, Matrixport menilai skenario yang lebih mungkin terjadi adalah kompresi volatilitas, bukan breakout besar setelah FOMC.
Menariknya, pola ini selaras dengan dinamika pasar dalam beberapa bulan terakhir. Menurut data Funding Rate Heatmap yang dibagikan oleh Daan Crypto pada Senin lalu, sudah hampir lima bulan sejak pasar benar -benar “panas” pada Juli lalu.
Sejak itu, tren besar belum muncul. Tahun ini pasar didominasi mini-cycle: Bitcoin dan beberapa altcoin sempat memimpin kenaikan, lalu kembali masuk fase koreksi. Berbeda dengan siklus sebelumnya yang bertahan lebih lama.
“Hal ini membuat siklus kali ini benar-benar berbeda dari siklus sebelumnya, di mana pasar bisa terus bergerak dalam satu tren selama 6–12 bulan tanpa henti. Kondisi ini menjadi sangat berat bagi para pelaku kripto yang biasanya langsung mengambil risiko lebih tinggi,” ungkap Daan.

Selain itu, keterkaitan crypto dengan kondisi makro dan arus TradFi semakin kuat, terutama sepanjang 2025. Hal ini membuat volatilitas lebih terkontrol, namun juga membuat reli besar semakin bergantung pada katalis makro, bukan sekadar faktor internal pasar crypto.
Optimisme Menguat, Tapi Rally Besar Menunggu Konfirmasi
Meski prospek teknikal menunjukkan peluang kenaikan menuju US$96.000 hingga bahkan US$100.000, pasar belum sepenuhnya keluar dari fase ketidakpastian. Struktur tetap bullish, namun reli besar membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat setelah FOMC dan dari kondisi likuiditas akhir tahun.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



