Pasar aset kripto global menunjukkan dinamika yang beragam dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah analis menyoroti pergerakan lima aset kripto utama, yakni ASTER, Bitcoin (BTC), XRP, Dogecoin (DOGE) dan HYPE, yang saat ini berada pada fase teknikal penting.
Melalui berbagai indikator dan data pasar, para pengamat memaparkan potensi pergerakan lanjutan, baik ke arah penguatan maupun koreksi. Situasi ini menjadi perhatian pelaku pasar yang mengandalkan analisis kripto sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
Analisis tersebut disampaikan oleh berbagai analis teknikal dan berfokus utama tertuju pada posisi harga terhadap level support, resistance, serta pola pergerakan historis yang dinilai dapat memengaruhi arah pasar ke depan.
Pergerakan ASTER dan Sinyal Penguatan Jangka Pendek
Token ASTER menjadi salah satu aset yang mencuri perhatian setelah membentuk pola falling wedge pada time frame harian. Berdasarkan analisis teknikal, pola tersebut telah mengalami breakout dan retest, yang umumnya diartikan sebagai sinyal pembalikan arah ke atas.

Analis Crypto Cove menyebutkan bahwa pergerakan ini membuka peluang reli bullish lebih dari 130 persen dalam waktu dekat. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya minat beli setelah fase tekanan turun yang cukup panjang.
Dalam konteks analisis kripto, pola ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur potensi akselerasi harga dalam jangka pendek.
Bitcoin di Persimpangan Level Kritis
Bitcoin masih menjadi pusat perhatian utama pasar kripto. Saat ini, BTC tercatat bergerak di atas garis EMA200 pada time frame mingguan, yang berada di kisaran US$68.000. Posisi ini menunjukkan bahwa tren jangka panjang masih relatif terjaga.

Namun, analis Crypto Cove mengingatkan adanya dua skenario utama. Jika harga mampu bertahan dan memantul dari garis EMA tersebut, Bitcoin berpotensi mengarah ke kisaran US$90.000. Sebaliknya, jika terjadi penembusan ke bawah, tekanan jual dapat membawa harga turun menuju US$54.000 hingga US$55.000.
Selain itu, sejumlah analis turut memberikan pandangan mengenai kondisi terkini Bitcoin. Analis pasar Washigorira menyatakan bahwa penutupan mingguan BTC di bawah US$74.500 berpotensi memicu koreksi lanjutan.
“Setelah penutupan mingguan di bawah US$74.500, Bitcoin bisa kembali menguji area US$60.000 terlebih dahulu, dengan zona likuiditas berikutnya di sekitar US$49.000,” ujar Washigorira.
Sementara itu, analis Onchain mencatat bahwa BTC sempat diperdagangkan di bawah realized price kelompok whale yang memiliki 100 hingga 1.000 BTC, yaitu di sekitar US$69.000. Kondisi serupa terakhir kali terjadi setelah puncak harga pada Juni 2022, ketika Bitcoin bergerak di bawah level tersebut selama sekitar tujuh bulan.
Lembaga analitik blockchain Checkonchain menilai bahwa aksi jual Bitcoin pekan lalu memenuhi karakteristik peristiwa kapitulası klasik.
“Penurunan harga terjadi secara cepat, disertai volume besar, serta merealisasikan kerugian dari investor dengan tingkat keyakinan terendah,” tulis Checkonchain.
Di sisi lain, analis makro kripto Quinten Francois menyoroti valuasi Bitcoin terhadap aset lindung nilai.
“Bitcoin belum pernah sedemikian undervalued jika dibandingkan dengan emas,” tulis Francois.
Konsolidasi XRP di Bawah Indikator Ichimoku
Menurut analis Crypto Chiper, koin XRP saat ini berada dalam fase konsolidasi di bawah indikator awan Ichimoku. Berdasarkan analisis teknikal, level support utama berada di area US$1,42. Apabila level ini gagal dipertahankan, harga berpotensi turun menuju US$1,12.

Untuk kembali membangun momentum positif, pembeli perlu mendorong harga XRP menembus zona resistance di kisaran US$1,53 hingga US$1,62. Posisi ini menjadi salah satu titik penting dalam analisis kripto XRP, terutama bagi trader yang mengandalkan indikator tren.
Siklus Historis Dogecoin dan Potensi Jangka Panjang
Menurut Bitcoinsensus, d historis menunjukkan bahwa Dogecoin (DOGE) telah mencatat lonjakan signifikan pada setiap fase bull market sebelumnya. Pada siklus pertama, kenaikan mencapai sekitar 95 kali lipat, sementara pada siklus kedua mencapai lebih dari 300 kali lipat.

Saat ini, siklus ketiga masih berlangsung. Jika pola tersebut kembali terulang, DOGE berpotensi mengarah ke kisaran US$5. Secara historis, Dogecoin cenderung menguat setelah periode konsolidasi panjang, terutama ketika pasar memasuki fase risk-on.
Tekanan Turun pada Token HYPE
Berbeda dengan aset lainnya, token HYPE menghadapi tekanan teknikal yang cukup kuat. Harga tercatat mengalami penolakan di zona resistance menurun pada area US$34 hingga US$35. Kegagalan bertahan di atas level tersebut menunjukkan bahwa kenaikan sebelumnya bersifat korektif.

Menurut analis DeGram, struktur falling channel masih bertahan, sehingga risiko penurunan lanjutan tetap terbuka.
Jika harga menembus support di US$26, analis memperkirakan pelemahan dapat berlanjut menuju kisaran US$22 hingga US$20. Kondisi ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi pelaku pasar yang memantau pergerakan HYPE.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



