Analisis Kripto: SOL dan LINK Beri Tanda Bahaya, SHIB Bangun Momentum

Pergerakan pasar aset digital dalam beberapa hari terakhir menunjukkan dinamika yang beragam, dengan sejumlah aset utama memberikan sinyal teknikal yang berbeda.

Dalam analisis kripto terbaru dari beberapa analis, Solana dan Chainlink dinilai berada dalam tekanan struktural yang cukup kuat, sementara memecoin Shiba Inu mulai menunjukkan tanda pemulihan. Di sisi lain, Dash dan Avalanche memperlihatkan potensi pergerakan lanjutan, meskipun masih bergantung pada konfirmasi teknikal di level kunci.

Solana Masuk Fase Koreksi Dalam

Dalam analisis kripto dari GainMuse, Solana (SOL) disebut tengah memasuki fase koreksi yang lebih dalam setelah mengalami penolakan dari puncak pola broadening channel. Pergerakan harga saat ini dinilai mengikuti pola yang disebut “gravity rotation,” yakni kondisi ketika harga secara bertahap bergerak turun menuju area dasar makro.

analisis SOL 22 apr

IKLAN
Chat via WhatsApp

Support utama SOL berada di kisaran US$64 hingga US$66, yang disebut sebagai “ultimate safety net.” Area ini dipandang sebagai zona dengan potensi permintaan tinggi yang dapat menjadi titik stabilisasi harga.

GainMuse menjelaskan bahwa pergerakan ini menyerupai bola yang menuruni tangga, di mana harga perlu mencapai pijakan atau support yang kuat sebelum dapat membangun momentum baru. Fase ini juga dinilai sebagai proses pembersihan pasar dari tekanan jual jangka pendek.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Menguat 1 Persen, Nongkrong di Rp22.899

Chainlink Tertekan dan Menuju Support Makro

Masih dari GainMuse, Chainlink (LINK) menunjukkan kondisi serupa dengan Solana. Dalam analisis kripto tersebut, LINK dilaporkan mengalami penolakan signifikan dari area atas struktur channel dan kini bergerak turun menuju support makro.

analisis LINK 22 apr

Zona US$8,50 hingga US$8,65 menjadi level penting yang berfungsi sebagai support utama. GainMuse menilai bahwa tanpa terbentuknya dasar yang kuat di area tersebut, risiko penurunan lanjutan tetap terbuka.

Ia menggambarkan pergerakan LINK seperti jangkar yang jatuh, di mana harga ditarik kembali ke area dengan likuiditas tinggi untuk mencari pembeli baru. Aktivitas volume di area ini akan menjadi indikator penting untuk menentukan apakah pelaku besar mulai kembali masuk ke pasar.

DASH Siap Lepas dari Pola Konsolidasi

Berbeda dengan tekanan yang dialami SOL dan LINK, analisis kripto dari Jonathan Carter melihat potensi positif pada Dash (DASH). Ia mengidentifikasi bahwa DASH saat ini bergerak dalam pola falling wedge pada time frame mingguan.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Terkini: ETH Menguat, 4 Altcoin Ini Masuk Fase Krusial

analisis DASH 22 apr

Pola ini umumnya dikaitkan dengan potensi pembalikan tren ke atas. Carter menyebut bahwa fase konsolidasi yang terjadi saat ini berpotensi menjadi awal dari pergerakan bullish yang lebih kuat.

Jika breakout berhasil dikonfirmasi, target kenaikan DASH yang diproyeksikan berada di kisaran US$40 hingga US$140, dengan kemungkinan lanjutan menuju US$250 dalam skenario yang lebih optimistis.

Shiba Inu Masuk Fase Akumulasi, Momentum Mulai Terbentuk

Sementara itu, analisis kripto dari BlockchainBaller melihat bahwa Shiba Inu (SHIB) mulai membentuk struktur pemulihan setelah mengalami koreksi tajam. Harga saat ini berada di dekat area support dan menunjukkan tanda-tanda pembentukan basis jangka pendek.

analisis SHIB 22 APR

Menurutnya, minat beli mulai muncul secara bertahap, meskipun belum menunjukkan lonjakan berarti. Strategi yang digunakan cenderung “bullish on dip,” dengan fokus pada peluang masuk di area rendah.

Jika harga SHIB mampu menembus resistance terdekat, maka momentum kenaikan baru berpotensi terbentuk dengan target di kisaran US$0,00000610 hingga US$0,00000635.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: DOT, SUI, TIA, ETH, QNT Siap Gerak Besar Lagi

Avalanche Bertahan di Zona Demand, Tunggu Konfirmasi Arah

Di sisi lain, analisis kripto terhadap Avalanche (AVAX) yang disampaikan oleh R3N menunjukkan bahwa altcoin ini masih bergerak dalam rentang yang tidak stabil pada time frame 4 jam. Setelah sempat menyentuh area US$9,90, harga mengalami penurunan tajam menuju zona demand di kisaran US$9,00 hingga US$9,10.

analisis AVAX 22 APR

Zona tersebut berhasil menahan tekanan jual, dan harga AVAX kini mencoba stabil di sekitar US$9,37. R3N mengidentifikasi adanya dua lapisan demand, termasuk area tambahan di kisaran US$8,50 hingga US$8,80 sebagai penopang jika tekanan berlanjut.

Level US$9,40 menjadi titik krusial yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan menuju resistance US$10. Sebaliknya, penurunan kembali di bawah US$9,10 dapat menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih dominan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait