Pasar kripto global kembali menyorot pergerakan sejumlah altcoin utama, di antaranya adalah Hyperliquid (HYPE), Injective (INJ) dan Dogecoin (DOGE), di tengah tekanan tren pelemahan harga Bitcoin dan minimnya sentimen fundamental.
Dalam beberapa hari terakhir, ketiga aset digital tersebut menunjukkan dinamika yang berbeda, mulai dari reli jangka pendek hingga upaya pemulihan dari tekanan jual.
Kondisi ini terjadi ketika Bitcoin kembali melemah ke bawah level psikologis US$80.000, yang berdampak langsung pada pergerakan mayoritas altcoin. Para analis menilai bahwa situasi pasar saat ini masih rentan terhadap volatilitas dan belum menunjukkan sinyal pemulihan yang stabil.
Tekanan Tren Turun pada Altcoin HYPE
Token Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu altcoin yang mencuri perhatian setelah mencatat reli signifikan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data perdagangan terbaru, HYPE diperdagangkan di level US$31,73, dengan kenaikan 2,56 persen dalam 24 jam terakhir dan melonjak 38,06 persen dalam tujuh hari terakhir.

Meski mencatat penguatan, analis kripto Linda menilai bahwa reli tersebut telah mencapai titik jenuh. Ia menyebut pergerakan harga HYPE di kisaran US$35 sebagai akhir dari fase kenaikan jangka pendek.
“HYPE telah mengakhiri reli di zona US$35,0 dan pasar kini berubah dari fase pump ke dump,” ujar Linda.
Menurut Linda, dalam kondisi pasar kripto yang masih lemah, kenaikan harga yang terjadi berpotensi hanya menjadi perburuan likuiditas sebelum penurunan lanjutan. Ia menilai HYPE gagal menembus zona likuiditas di US$36,4 dan berpeluang menguji area US$31,38 hingga US$32,90 sebelum melanjutkan tren turun.
Level resistance HYPE saat ini berada di kisaran US$31,38 dan US$32,90, sementara level support terdekat berada di US$29,98, US$28,40 dan US$25,84. Apabila harga ditutup di bawah US$29,98, tekanan jual dinilai berpotensi meningkat.
Upaya Pemulihan Injective dari Support Kunci
Berbeda dengan HYPE, token Injective (INJ) masih berada dalam tekanan. Saat ini, INJ diperdagangkan di level US$3,63, turun 8,81 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 19,82 persen dalam tujuh hari terakhir.

Analis teknikal Jonathan Carter menyoroti bahwa altcoin INJ sedang mencoba bangkit dari batas bawah pola descending channel pada time frame mingguan. Menurutnya, zona tersebut menjadi area support penting yang masih dipertahankan oleh pembeli.
Pergerakan harga INJ menunjukkan adanya upaya konsolidasi setelah tekanan jual yang cukup panjang. Jika mampu mencatatkan rebound yang kuat, Carter memproyeksikan potensi kenaikan menuju beberapa target bertahap, mulai dari US$7, US$10, US$16, hingga US$25 dan US$48.
Namun, realisasi skenario tersebut sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan, termasuk pergerakan Bitcoin dan minat investor terhadap sektor altcoin.
Pola Wedge Jadi Penentu Arah DOGE
Sementara itu, Dogecoin (DOGE) masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan jual yang relatif tinggi. Memecoin utama ini tengah diperdagangkan di level US$0,1047, turun 9,38 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 15,60 persen dalam sepekan.

Analis CobraVanguard mengamati terbentuknya pola wedge pada pergerakan harga DOGE. Pola ini dinilai sebagai sinyal teknikal yang berpotensi memicu pergerakan besar dalam waktu dekat.
Menurutnya, arah pergerakan DOGE akan sangat ditentukan oleh sisi mana yang berhasil ditembus. Jika terjadi penembusan ke atas, DOGE berpeluang menguat hingga mendekati US$0,38. Namun, jika penembusan terjadi ke bawah, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



