Pergerakan Bitcoin kembali menunjukkan sinyal yang mulai diperhatikan pelaku pasar setelah data on-chain mengungkap adanya peningkatan arus keluar BTC dari Binance sejak 1 Mei.
Analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant menilai kondisi ini menjadi tanda penting karena terjadi bersamaan dengan kenaikan harga Bitcoin, yang mengindikasikan tekanan jual mulai menurun dan pasokan di bursa semakin terbatas.
Menurut PelinayPA, netflow yang bergerak ke wilayah negatif menunjukkan lebih banyak Bitcoin keluar dari Binance dibanding yang masuk. Situasi ini dinilai mempersempit jumlah BTC yang siap dijual di pasar spot.
Jika permintaan tetap stabil atau meningkat, pola seperti ini secara historis sering menjadi fondasi awal pembentukan tren naik baru pada harga Bitcoin.
“Arus keluar yang terus berlanjut bersamaan dengan kenaikan harga bisa membangun tren yang kuat,” ungkap PelinayPA.

Ia menjelaskan bahwa struktur tersebut merupakan pola bullish klasik yang biasanya muncul pada fase awal tren atau saat tren naik berlanjut. Namun, ia mengingatkan bahwa reli belum sepenuhnya terkonfirmasi karena struktur bearish jangka menengah hingga panjang masih belum sepenuhnya rusak.
PelinayPA sendiri menegaskan level US$81.500 menjadi area krusial untuk menentukan arah berikutnya. Menurutnya, selama Bitcoin belum mampu mencatat penutupan candle tiga hari di atas level itu, reli yang terjadi saat ini masih berpotensi menjadi koreksi sementara dalam tren turun yang lebih besar.
Namun jika breakout berhasil terjadi dengan dukungan permintaan spot yang kuat, arus keluar BTC dari Binance dan meningkatnya sentimen positif pasar dapat menjadi kombinasi yang memperkuat fase reli berikutnya.
Arus Keluar BTC dan Optimisme Pasar Mulai Menguat
Selain data arus keluar dari Binance, sentimen sosial terhadap Bitcoin juga mengalami lonjakan. Data dari Santiment menunjukkan rasio komentar bullish terhadap bearish kini mencapai 1,37 banding 1,00 di berbagai platform media sosial. Rasio itu menjadi yang tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Dalam laporan tersebut, Santiment menilai optimisme investor ritel mulai kembali meningkat setelah harga Bitcoin berhasil kembali bergerak di atas level US$80.000. Perubahan sentimen ini muncul setelah beberapa pekan pasar dibayangi ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik dan dampak dari sejumlah insiden eksploitasi di sektor kripto.
Secara teknikal, analis pasar Ash Crypto juga melihat adanya tanda pembalikan arah besar pada Bitcoin. Ia mencatat harga Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$81.500, tepat di atas pola rising wedge, sementara indikator MACD mingguan baru saja mencetak bullish crossover. RSI juga telah naik di atas level 44 yang mulai memasuki wilayah bullish.

Ash Crypto menilai breakout bersih di atas US$81.000 akan menjadi konfirmasi penting bahwa pembalikan tren sedang berlangsung.
Ia juga mengaitkan kondisi ini dengan data makro global seperti pasokan uang M2 yang mendekati rekor tertinggi, inflasi inti yang mendekati titik terendah lima tahun, serta potensi perubahan pimpinan bank sentral AS dalam beberapa pekan mendatang.
Bitcoin Dinilai Masih Mengikuti Aset Risiko Tradisional
Meski sejumlah sinyal bullish mulai muncul, pandangan berbeda datang dari analis teknikal CryptoZ. Dalam analisisnya, ia menyebut Bitcoin pada siklus kali ini tidak lagi memimpin pasar, melainkan bergerak mengikuti pola aset risiko tradisional seperti S&P500, Alphabet Inc. dan NVIDIA Corporation.

CryptoZ melihat pola breakout historis menunjukkan pasar saham cenderung bergerak lebih dulu 170 hingga 500 hari sebelum Bitcoin mengikuti arah yang sama.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini lebih dipengaruhi likuiditas global dibanding momentum internal pasar kripto.
Ia menyoroti bahwa posisi Bitcoin saat ini masih berada di bawah area resistance utama dan membentuk pola retest gagal setelah breakout sebelumnya. Jika support gagal dipertahankan, maka tekanan menuju area bawah rentang harga masih terbuka.
Pada akhirnya, arus keluar Bitcoin dari bursa yang meningkat di tengah kenaikan harga menunjukkan bahwa pasokan jual mulai menipis dan pasar sedang membangun fondasi akumulasi yang lebih sehat.
Dalam jangka pendek, kondisi ini membuka peluang lanjutan kenaikan jika permintaan tetap kuat. Namun, selama area kunci US$81.500 belum ditembus dan dikonfirmasi sebagai support, reli saat ini masih berisiko hanya menjadi pantulan sementara di dalam tren turun yang lebih besar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


