Animoca Brands resmi menjalin kemitraan dengan Ava Labs untuk mempercepat pengembangan ekosistem Avalanche (AVAX), dengan fokus pada ekspansi global dan pemanfaatan teknologi blockchain dalam berbagai sektor.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah Animoca Brands dalam memperluas peran sebagai penggerak utama ekosistem Web3, tidak hanya sebagai investor tetapi juga sebagai pengembang dan mitra.
Dalam kerja sama ini, Animoca Brands akan mengalokasikan modal serta memberikan dukungan operasional untuk proyek-proyek yang dibangun di atas jaringan Avalanche.
Fokus utama diarahkan pada sektor tokenisasi aset dunia nyata (RWA), industri hiburan dan gaming, serta pengembangan identitas digital. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong adopsi blockchain secara lebih luas di luar aktivitas perdagangan aset kripto.
“Kemitraan ini mendukung perluasan ekosistem Avalanche di Asia dan Timur Tengah, dua wilayah yang mengalami pertumbuhan berkelanjutan dalam aktivitas aset digital. Kami sangat senang dapat berkolaborasi dalam inisiatif yang meningkatkan akses pengguna dan interoperabilitas untuk aplikasi yang dibangun di atas Avalanche,” ujar Kepala Bagian Bisnis di Ava Labs, John Nahas, dalam siaran pers, pada Kamis (19/3/2026).
Langkah Animoca Brands ini juga mencerminkan pergeseran strategi perusahaan dalam membangun ekosistem blockchain yang lebih terintegrasi.
Tidak hanya menanamkan modal, Animoca Brands turut berperan dalam pengembangan bisnis, integrasi produk, serta memperluas jaringan kemitraan untuk mendorong pertumbuhan proyek-proyek berbasis Avalanche.
Fokus Ekspansi ke Asia dan Timur Tengah
Sebagai tahap awal, ekspansi ekosistem Avalanche akan difokuskan ke kawasan Asia dan Timur Tengah. Kedua wilayah ini dipilih karena menunjukkan pertumbuhan pesat dalam adopsi teknologi blockchain, serta meningkatnya keterlibatan institusi dalam pengembangan solusi berbasis aset digital.
Animoca Brands memanfaatkan infrastruktur regional dan jaringan bisnis yang telah dibangun sebelumnya untuk mempercepat penetrasi pasar Avalanche di wilayah tersebut.
Dengan pendekatan ini, Avalanche tidak hanya diposisikan sebagai platform untuk aktivitas perdagangan kripto, tetapi juga sebagai infrastruktur yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan industri, termasuk sektor keuangan, hiburan, hingga identitas digital.
Peran Animoca Brands menjadi krusial dalam membuka akses ke mitra lokal serta mempercepat implementasi proyek secara nyata.
Teknologi Avalanche Jadi Daya Tarik Utama
Dari sisi teknologi, Avalanche dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi alasan utama dipilih dalam kemitraan ini.
Arsitektur subnet memungkinkan pengembangan blockchain khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sementara kompatibilitas dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) memudahkan integrasi dengan ekosistem yang sudah ada.
“Kami sangat berhati-hati dalam memilih ekosistem yang kami ajak bermitra. Avalanche menggabungkan arsitektur subnet yang skalabel dengan kompatibilitas EVM, yang membuatnya sangat cocok untuk penerapan di tingkat negara dan institusi, area di mana kami melihat peningkatan permintaan secara global,” ujar Kepala Kemitraan Strategis Global dan Direktur Pelaksana untuk Timur Tengah di Animoca Brands, Omar Elassar.
Selain itu, kemampuan Avalanche dalam menawarkan skalabilitas tinggi dan latensi rendah dinilai mampu mendukung kebutuhan aplikasi berskala besar. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi oleh institusi maupun pengembang yang membutuhkan infrastruktur blockchain yang stabil dan efisien.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



