Pergerakan harga Bitcoin hari ini membuat banyak trader dan investor gelisah. Setelah sempat bertahan di area US$86.000, harga BTC turun hingga menyentuh US$85.000 dan memicu gejolak pasar.
Menariknya, harga Bitcoin kemudian sempat rebound ke kisaran US$90.000 pada Rabu malam sebelum kembali mengalami koreksi tajam. Lalu, ke mana arah pergerakan BTC selanjutnya?
Sempat Menguat, BTC Kembali Terperosok ke US$85.000
Harga Bitcoin hari ini bergerak fluktuatif di kisaran US$85.000–US$86.000. Sebelumnya, BTC sempat melonjak cepat hingga US$90.000 dan bertahan sekitar satu hingga dua jam sebelum kembali terkoreksi.

Penguatan singkat tersebut didorong lonjakan aktivitas perdagangan. Bitcoin tercatat naik sekitar 3 persen dalam 24 jam terakhir, memicu likuidasi posisi short senilai US$120 juta, dengan volume transaksi di Binance meningkat tajam.
Namun, pergerakan ini tidak sepenuhnya diikuti oleh pasar derivatif. Meski funding rate Bitcoin perpetual sempat positif, kenaikan implied volatility dan meningkatnya permintaan opsi jual menunjukkan munculnya sikap lebih berhati hati.
Pada saat yang sama, penurunan open interest di sejumlah crypto exchange populer juga mengindikasikan sebagian trader dan investor memilih mengamankan profit dan mengurangi eksposur risiko.
Tekanan eksternal turut membayangi. Potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan serta reli emas ke level tertinggi menandakan rotasi aset, membuat volatilitas Bitcoin diperkirakan masih berlanjut.
Sinyal Bank of Japan Tekan Bitcoin, Pasar Kripto Keringat Dingin
Tren Penurunan Harga Bitcoin Masih Bertahan
Dengan arah pasar yang belum jelas dan volatilitas tinggi pada pergerakan harga Bitcoin hari ini, banyak analis cenderung bersikap bearish. Salah satunya adalah Michaël van de Poppe, yang menilai tekanan jual masih mendominasi.
Lewat analisis yang diunggah pada Rabu (17/12/2025), ia menjelaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam tren turun pada timeframe rendah. Hal ini terlihat dari penolakan harga yang berulang serta kegagalan membentuk higher high.
Dari sisi teknikal, area resistance krusial berada di kisaran US$88.000–US$88.500. Selama BTC belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan dinilai masih lemah dan rentan kembali ditekan oleh seller.
“Saya ingin melihat breakout yang jelas di atas level US$88.000, karena itu akan menjadi sinyal kuat bahwa momentum pasar mulai mengarah ke atas,” ujarnya.

Sementara itu, tekanan di sisi bawah perlu diwaspadai. Support penting berada di US$87.700, dan jika gagal dipertahankan, Bitcoin berpeluang turun ke US$83.800 sebagai area likuiditas berikutnya, bahkan hingga US$80.500 yang ditandai sebagai double bottom retest.
Analis ternama lainnya, GainMuse, juga sependapat dengan Poppe. Ia menjelaskan bahwa Bitcoin telah berbalik arah setelah mencetak ATH di 2025, lalu membentuk rangkaian lower high di bawah garis descending resistance.
Dari sisi teknikal, grafik menunjukkan breakdown dari flag pattern, yang mengonfirmasi kelanjutan tren bearish, bukan konsolidasi. Selama BTC tertahan di bawah resistance menurun, setiap kenaikan cenderung hanya menjadi pullback sebelum tekanan jual kembali muncul.
“Selama harga masih tertahan di bawah garis resistance, tekanan penurunan tetap menjadi skenario yang dominan. Penjual memegang kendali seiring harga bergerak mendekati zona target yang telah ditandai,” tuturnya.

Menanti Arah Tren Selanjutnya
Untuk saat ini, pergerakan Bitcoin masih bergantung pada kemampuannya keluar dari zona tekanan teknikal. Selama belum mampu merebut kembali area resistance di atas US$88.000, volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
Di tengah ketidakpastian dan sentimen yang rapuh, pelaku pasar cenderung mengambil sikap defensif. Pergerakan BTC dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah tekanan jual mereda, atau justru membuka fase penurunan berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



