MegaETH: Proyek Blockchain Real-Time yang Didukung Pendiri Ethereum!

MegaETH adalah proyek blockchain baru berbasis Ethereum Layer-2 yang diklaim mampu memproses transaksi dalam hitungan milidetik. Dan menariknya, salah satu pendukung utamanya adalah pendiri Ethereum sendiri, Vitalik Buterin. Yuk, pelajari lebih lanjut projectnya lewat penjelasan berikut ini:

BACA JUGA: Bikin Cuan Ratusan Persen! Apa Itu Plasma (XPL)? Ini Ulasannya!

Apa itu MegaETH?

Fitur yang ditawarkan MegaETH
Fitur dan keunggulan yang ditawarkan MegaETH. Foto: megaeth.com

MegaETH adalah proyek blockchain Layer-2 berbasis Ethereum yang dirancang untuk memproses transaksi secara real-time dengan kecepatan setara sistem Web2.

Berbeda dari jaringan blockchain tradisional yang memerlukan waktu beberapa detik hingga menit untuk memvalidasi transaksi, MegaETH menghadirkan konsep “blockchain real-time”. Transaksi diproses begitu dikirim dan hasilnya hampir langsung final, tanpa perlu menunggu pembentukan blok seperti biasanya.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Begini Cara Tether Untung Rp160 Triliun dari "Mencetak" USDT!

MegaETH sepenuhnya kompatibel dengan EVM (Ethereum Virtual Machine), jadi semua aplikasi dan smart contract dari jaringan Ethereum bisa dijalankan langsung di MegaETH tanpa perubahan kode besar. Inilah yang membuat pengembang mudah beradaptasi dan pengguna tetap bisa memakai alat yang familiar seperti MetaMask atau alat pengembang Ethereum lainnya.

Keunggulan utama MegaETH terletak pada arsitektur paralel dan throughput tinggi. Dengan desain jaringan yang membagi tugas ke berbagai node (sequencer, eksekutor, dan verifikator), MegaETH mampu mencapai target hingga 100.000 transaksi per detik (TPS). Kombinasi ini menjadikannya salah satu proyek Layer-2 tercepat yang pernah dibangun, sekaligus mempertahankan standar keamanan setara Ethereum.

BACA JUGA: Apa Itu Curve Finance (Curve)? Ini Ringkasan Projectnya!

Teknologi di Balik MegaETH

Perbedaan MegaETH dengan Jaringan Lain
Perbedaan node jaringan MegaETH dengan node pada jaringan blockchain lain. Foto: X/megaeth

Melansir laman Messari, Teknologi di balik MegaETH menggabungkan desain arsitektur paralel, sistem penyimpanan data modular, dan optimasi perangkat lunak agar blockchain bisa berjalan secepat aplikasi Web2.

Inti dari MegaETH terletak pada sistem node khusus yang bekerja secara paralel. Di dalamnya ada sequencer utama yang bertugas mengurutkan dan mengeksekusi transaksi dengan latensi sangat rendah, bahkan bisa di bawah 10 milidetik.

Berbeda dari blockchain konvensional yang bergantung pada konsensus global di setiap blok, MegaETH memproses transaksi langsung secara real-time. Meskipun sistem ini sedikit mengorbankan desentralisasi di tahap awal, hasilnya adalah kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya.

BACA JUGA:  Apa Itu Staking Crypto? Ini Cara Kerja dan Panduan Lengkapnya!
MegaETH Node Breakdown
Breakdown node yang digunakan MegaETH dalam memproses transaksi di dalam jaringan. Foto: X/megaeth

Selain sequencer, ada juga node eksekutor dan verifikator. Node eksekutor menjalankan transaksi di berbagai mesin secara bersamaan, sementara node verifikator memastikan hasil eksekusi valid dengan membuat bukti kriptografis yang disimpan di Ethereum.

Untuk efisiensi data, MegaETH memakai EigenDA, sistem penyimpanan data modular yang memungkinkan update transaksi langsung terpublikasi tanpa menunggu blok baru.

Dari sisi perangkat lunak, MegaETH dikembangkan dengan bahasa C++ dan Rust agar lebih ringan dan cepat. Mereka juga menciptakan versi baru dari struktur data Ethereum bernama Alloy MPT, yang membuat proses penulisan data 10 kali lebih cepat.

Semua inovasi ini dirancang agar MegaETH bisa menghadirkan blockchain dengan performa tinggi, latensi rendah, dan efisiensi setara infrastruktur digital modern.

BACA JUGA: Apa Itu Layer-3 Crypto? Ini Pengertian dan Perbedaannya dengan Layer-2!

Kecepatan dan Skala: Menuju 100.000 Transaksi per Detik

Kecepatan dan skala MegaETH dirancang untuk menyaingi performa aplikasi Web2, dengan target mencapai hingga 100.000 transaksi per detik (TPS) dan waktu blok hanya dalam hitungan milidetik.

Dalam tahap uji coba awal, MegaETH berhasil mencatat waktu blok sekitar 10 milidetik, dan tim pengembang menargetkan bisa turun hingga 0,001 detik per blok di masa depan. Dengan arsitektur paralel dan algoritma khusus, jaringan ini mampu memproses hingga 1.700 juta gas per detik (Mgas/s), jauh melampaui performa Layer-2 lain seperti Optimism atau Arbitrum.

Arsitektur Mini Blok MegaETH
MegaETH menggunakan “mini-blocks” untuk mencapai kecepatan blok 10ms. Foto: X/megaeth

Kecepatan ini dimungkinkan berkat sistem konsensus asinkron, di mana eksekusi dan validasi transaksi berjalan bersamaan. Hasilnya, pengguna bisa melihat transaksi mereka selesai hampir seketika, tanpa menunggu blok baru terbentuk.

BACA JUGA:  Apakah Trading Futures Kripto Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya

Meskipun ada kompromi dalam hal desentralisasi karena penggunaan satu sequencer utama, MegaETH tetap berupaya menjaga keamanan dan stabilitas setara Ethereum sambil menghadirkan pengalaman super cepat yang selama ini hanya ada di sistem Web2.

Dukungan dan Pendanaan MegaETH

Investor MegaETH
Daftar Investor MegaETH dalam seed round dengan Vitalik Buterin termasuk di dalamnya. Foto: X/hotpot_dao

Dukungan dan pendanaan MegaETH datang dari nama-nama besar di dunia kripto, termasuk pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, serta sejumlah investor ternama seperti Dragonfly Capital dan Figment.

Pada Juni 2024, tim pengembang MegaLabs berhasil mengamankan pendanaan awal senilai US$20 juta dalam putaran yang dipimpin oleh Dragonfly Capital, dengan partisipasi langsung dari Vitalik Buterin dan Joseph Lubin sebagai angel investor.

Beberapa bulan kemudian, MegaETH kembali menarik perhatian publik melalui penawaran token perdana (IDO) di platform Echo yang sukses mengumpulkan US$10 juta hanya dalam hitungan menit.

BACA JUGA: Bunga Deposito Kripto Sampai 35 Persen Per Tahun, Ini Daftar Platformnya!

Tidak berhenti di situ, pada akhir Oktober 2025 lalu mereka juga berhasil melangsungkan public sale dan mengumpulkan lebih dari US$49 juta dari investor di seluruh dunia.

Dengan total pendanaan mendekati US$80 juta, MegaETH kini termasuk dalam jajaran proyek Layer-2 dengan dukungan finansial terkuat.

Dana ini digunakan untuk memperluas ekosistem, mendukung riset dan pengembangan, serta mempersiapkan peluncuran mainnet mereka.

Rencana Masa Depan dan Ekosistem MegaETH

Rencana masa depan MegaETH berfokus pada peluncuran mainnet sebelum akhir 2025 dan pembangunan ekosistem yang mendukung transaksi cepat, biaya rendah, serta kompatibilitas penuh dengan Ethereum.

Sejak akhir 2024, MegaETH sudah membuka testnet publik yang memungkinkan pengembang untuk mencoba jaringan dan membangun aplikasi di atasnya. Salah satu langkah penting dalam roadmap mereka adalah peluncuran stablecoin MegaUSD (USDm), hasil kolaborasi dengan Ethena Labs.

Stablecoin ini dijamin oleh token BUIDL milik BlackRock dan digunakan untuk membiayai operasional sequencer, sehingga transaksi di jaringan MegaETH bisa ditebus dengan biaya nyaris nol.

BACA JUGA: Apa Itu ETF Crypto? Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya!

MegaETH juga memperkuat infrastrukturnya dengan mengintegrasikan Chainlink Data Streams yang memungkinkan smart contract mendapatkan data harga pasar secara real-time dengan latensi sangat rendah.

Ekosistemnya kini mulai berkembang dengan hadirnya proyek-proyek seperti GTE (pertukaran terdesentralisasi berkecepatan tinggi), Euphoria (platform derivatif cepat), dan CAP (protokol stablecoin berbasis staking ulang).

Berkat kompatibilitas penuh dengan EVM, pengembang Ethereum bisa langsung memindahkan kontrak pintar mereka tanpa modifikasi besar, menjadikan adopsi lebih mudah.

BACA JUGA:  Apa Itu Web4? Ini Pengertian dan Perbandingannya dengan Web3!

Apakah MegaETH akan Sukses Membawa Gebrakan Baru?

MegaETH adalah upaya ambisius untuk membawa kecepatan sistem tradisional ke dunia blockchain tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi. Dengan dukungan dari Vitalik Buterin dan sejumlah investor besar, MegaETH berpotensi menjadi tonggak baru dalam evolusi Ethereum.

Meski begitu, tahap peluncuran mainnet nanti akan menjadi ujian sesungguhnya apakah MegaETH benar mampu menjaga keseimbangan antara performa, keamanan, dan desentralisasi di dunia nyata. Jika berhasil, MegaETH bisa menjadi fondasi bagi generasi baru aplikasi blockchain yang berjalan secepat Web2 namun tetap seaman Web3.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia