Apa Itu Shiba Swap

Apa itu Shiba Swap? Sebenarnya shiba swap ini telah hadir beberapa tahun lalu tepatnya 6/7/2021.

Shiba swap merupakan platform keuangan terdesentralisasi yang menampilkan bursa terdesentralisasi dan memiliki layanan yang memberikan pendapatan pasif seperti pertaruhan, kolam likuiditas dan yield farming di dalam ekosistem.

Shiba swap merupakan cabang dari Sushi swap yang merupakan bursa terdesentralisasi yang populer dan merupakan cabang dari Uniswap.

Tapi, berbeda dengan pesaingnya, dimana Sibha Swap memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan penggunaan Shiba Inu token seperti SHIB, Doge Killer dan BONE.

IKLAN

Apa Itu Shiba Swap Inu dan 3 Token Utamanya?

Mengetahui apa itu shiba swap tidaklah sulit, karena ini merupakan platform keuangan terdesentralisasi yang menggunakan 3 token utama, yaitu:

Shiba Inu (SHIB)

SHIB merupakan Dogecoin yang terinspirasi dari memecoin dan muncul pada Agustus 2020 lalu dengan nama samaran Ryoshi, dikutip dari Cointelegraph.

Pada awal offering-nya Ryoshi telah mendistribusikan 1 kuadratriliun SHIB, dimana setengahnya dialokasikan kepada co-founder Ethereum yaitu Vitalik Buterin.

Kemudian, Buterin mendonasikan 50 triliun SHIB untuk biaya bantuan Covid-19 India dan memberikan sisanya sebanyak 450 triliun token ke dompet kripto yang telah mati.

IKLAN

Lalu, sisa 500 triliun SHIB tersimpan dalam Uniswap dan pemiliknya membuang kunci privatnya.

Doge Killer (LEASH)

Sesuai dengan namanya, LEASH muncul sebagai bagian SHIB untuk melawan Dogecoin agar jatuh dari posisinya sebagai memecoin puncak berdasarkan kapitalisasi pasar.

Pada awalnya, token ini gagal karena pasaknya 1:1000 terhadap DOGE. Fungsi LEASH merupakan ERC-20 token dengan suplai tetap sebanyak 107.647 token.

BONE

BONE digunakan sebagai token tata kelola di dalam ekosistem Shiba Swap.

Dengan kata lain, memegang BONE akan membuat pengguna bisa mengajukan dan memberikan suara untuk mengubah protokol bursa terdesentralisasi tersebut melalui Shiba Inu Doggy DAO.

Suplai maksimal dari BONE adalah 250 juta koin.

Bagaimana Shiba Swap Bekerja?

Setelah memahami apa itu Shiba Swap maka sekarang Anda juga harus paham bagaimana Shiba Swap bekerja.

Shiba Swap memungkinkan para pengguna untuk berdagang yang mendukung token ERC-20 secara langsung dengan lainnya.

Token yang paling likuid di dalam bursa terdesentralisasi adalah Shiba Inu token, dimana BONE dan LEASH digunakan lebih banyak dalam trading.

Tetapi, Shiba swap beserta token tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan trading, seperti:

Staking (BURY)

Pemilik SHIB, BONE dan LEASH dapat mempertaruhkan atau menenggelamkan koinnya di dalam kolam Shiba Swap untuk waktu tertentu dan nanti akan memperoleh persentase hasil.

Hasil ini diperoleh dalam berdasarkan jumlah token yang dipertaruhkan. Jadi, untuk taruhan 1 LEASH akan memberikan hasil kepada pengguna sebanyak 1 xLEASH.

Pool akan mendistribusikan hasilnya secara mingguan, tapi pengguna dapat klaim sepertiga dari jumlah tersebut.

Sisanya dari modal yang dipertaruhkan akan diberikan selama 6 bulan. Peluang keuntungan dari staking sangat besar.

Terutama ketika nilai token tersebut meningkat pada masa trading tersebut.

Liquidity Pools (DIG)

Shiba swap akan memberikan bayaran kepada pengguna sebesar 0,3 persen per trading setara dengan likuiditas yang mereka sediakan untuk pasangan koinnya.

Bayaran ini akan diberikan sebagai token Shiba Swap Liquidity Provider (SSLP) yang bisa ditukar ke token BONE kapan pun penyedia likuiditas menginginkannya.

Yield Farms (WOOF)

Pemegang SSLP dapat setor tokennya di dalam kolam pertanian Shiba Swap untuk mendapatkan BONE.

Mekanismenya mirip dengan BURY, dimana pengguna bisa menukar sepertiga hasilnya secara langsung tapi harus mengunci sisanya selama 6 bulan.

Beberapa kolam pertanian tersebut memberikan hasil berupa ETH, WBTC, Dai, Tether, USD koin berdasarkan dokumentasi bursa terdesentralisasi.

Burn Portal

Shiba swap juga memperbolehkan penggunanya membakar kepemilikan SHIB dengan mengirimkan token tersebut ke alamat yang telah mati.

Sebagai imbalannya, platform tersebut akan memberikan Ryoshi token (RYOSHI) yang merupakan token ERC-20 yang dibuat khusus sebagai hadiah dari proses burn.

NFTs

Shibaswap juga memungkinkan untuk mencetak, mengubah dan berdagang token nonfungibel asli (NFTs) atau yang dikenal dengan Shiboshis.

10.000 koleksi digital dari maskot kartun Shiba Inu kemungkinan akan menjadi bagian dari proyek yang dikenal dengan Shiboshi Game.

Pendapat Para Pakar

Walaupun bursa ini memberikan banyak peluang keuntungan bagi para pengguna. Ternyata beberapa pakar justru menyarankan untuk tidak memakai bursa kripto tersebut.

Menurut Schiarizzi yang didukung dengan analisa Chris Blec bahwa terdapat masalah keamanan di dalam bursa tersebut karena memakai private key tunggal, dikutip dari Blockchainmedia.

Jadi, ada kemungkinan bursa ini bisa menyedot dana kripto pengguna dengan bebas.

Karenanya, dia memberikan berbagai masukan untuk perbaikan termasuk penggunaan smart contract sebelum digunakan oleh pengguna dari berbagai belahan dunia.

Kemudian, bursa ini juga belum lolos audit smart contract dari Certik, walaupun perusahaan ini telah memberikan pernyataan bahwa smart contract-nya aman.

Melalui informasi di atas, Anda sekarang telah memahami apa itu Shiba swap. Peluang keuntungan dari staking sangat besar namun pengguna harus berhati-hati karena pendapat para pakar terkait keamanannya masih kurang. [az]

spot_img
spot_img

Terkini

Terkait