Apa Itu Strive? Perusahaan Bitcoin Treasury yang Menantang MicroStrategy

Strive adalah perusahaan manajemen aset berbasis Bitcoin pertama yang tercatat di bursa saham publik, dan kehadirannya mulai mengubah cara dunia memandang strategi keuangan perusahaan berbasis kripto. Yuk, kenalan lebih jauh dan bagaimana perbandingan Strive dengan MicroStrategy di bawah ini!

BACA JUGA: Profil Michael Saylor: Kekayaan dan Portofolio Bitcoin-nya!

Apa Itu Strive dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Jika kamu pernah mendengar istilah “Bitcoin treasury company,” itulah inti dari apa itu Strive. Secara sederhana, Strive adalah perusahaan yang menjadikan Bitcoin sebagai aset utama di neraca keuangannya, lalu membangun berbagai produk keuangan di atasnya untuk menghasilkan nilai bagi investor.

Melansir laman strive.com, Strive menggunakan Bitcoin sebagai “hurdle rate”, yaitu tolok ukur minimum yang harus dilampaui oleh setiap keputusan investasi mereka. Ini berbeda dari perusahaan konvensional yang biasanya menggunakan imbal hasil obligasi atau indeks saham sebagai patokan.

Dengan menjadikan Bitcoin sebagai standar, Strive menetapkan ekspektasi yang lebih tinggi untuk pertumbuhan nilai aset.

Strive menawarkan dua produk utama kepada investor. Pertama adalah saham biasa berticker ASST, yang memberikan eksposur langsung terhadap pergerakan harga Bitcoin. Kedua adalah SATA, sebuah instrumen saham preferen yang dirancang untuk memberikan pendapatan rutin dengan tingkat dividen 13 persen per tahun.

Mulai 16 Juni 2026, dividen SATA bahkan akan dibayarkan setiap hari kerja, sebuah terobosan yang oleh Strive disebut sebagai “The Daily Dividend Company.”

BACA JUGA:  Hyperliquid Makin Bullish, Kini Amerika Serikat Resmi Legalkan Perdagangan Kontrak Berjangka!

Seberapa Besar Bitcoin yang Dimiliki Strive?

Angkanya terus bertambah dengan cepat. Melansir CoinDesk pada 26 Mei 2026, Strive baru saja membeli 1.109 Bitcoin dengan harga rata-rata sekitar 76.989 dolar AS per koin, sehingga total kepemilikannya kini mencapai 16.500 BTC. Dengan angka tersebut, saat ini Strive adalah perusahaan publik ketujuh terbesar di dunia dalam hal kepemilikan Bitcoin korporat.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
Portofolio Bitcoin Strive
Portofolio Bitcoin Strive.

Yang membuat pencapaian ini semakin mengesankan adalah kecepatannya. Melansir dokumen resmi SEC (Securities and Exchange Commission) Amerika Serikat, dalam waktu kurang dari lima bulan sejak listing publik, Strive berhasil mengakumulasi Bitcoin dari nol hingga masuk 10 besar pemegang Bitcoin korporat global.

Sebagian besar pertumbuhan ini didorong oleh akuisisi Semler Scientific pada Januari 2026, yang sekaligus membawa sekitar 5.048 BTC ke portofolio Strive.

BACA JUGA: Cara Beli Bitcoin di Indonesia 2026: Panduan Step-by-Step untuk Pemula

Strive vs MicroStrategy, Siapa Lebih Unggul?

Perbandingan Strive vs MicroStrategy hampir tak terhindarkan, karena keduanya menjalankan model bisnis yang serupa, mengakumulasi Bitcoin menggunakan berbagai instrumen keuangan. Namun ada perbedaan penting yang perlu kamu pahami.

MicroStrategy, yang kini berganti nama menjadi Strategy Inc. dengan ticker MSTR, adalah pionir dalam strategi ini.

Melansir laporan keuangan resmi Strategy Inc. kepada SEC, per Mei 2026 perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini telah menggenggam lebih dari 843.000 BTC, yang diperoleh dengan total biaya sekitar 62 miliar dolar AS. Angka ini jauh melampaui Strive dalam hal skala absolut, menjadikan Strategy sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia.

Namun Strive tidak bermain di lapangan yang sama persis. Melansir laman strive.com, Strive memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang lebih sederhana dan disiplin dalam struktur modalnya.

Strive menghindari penggunaan utang konvensional (convertible notes) yang menjadi andalan Strategy, dan memilih pendekatan yang lebih konservatif dengan mengandalkan saham preferen (preferred equity) sebagai sumber pendanaan. Ini berarti Strive menanggung risiko yang lebih terkelola, meski skalanya belum sebesar Strategy.

Dari sisi performa saham, ASST milik Strive mencatat kenaikan 122 persen dalam tiga bulan terakhir, menurut laporan CoinDesk. Angka ini sangat tinggi, meski masih lebih dari 87 persen di bawah harga tertingginya pada 2025.

Kenaikan Harga Saham Strive
Kenaikan Harga Saham Strive.

Sementara Strategy dengan skala yang jauh lebih besar tetap menjadi pemain dominan, Strive menawarkan proposisi yang berbeda, yaitu lebih fokus, lebih sederhana, dan dengan produk yield harian yang belum dimiliki kompetitor utamanya.

BACA JUGA:  Mengenal Dawn Labs AI, Platform Kecerdasan Buatan Untuk Trading Crypto Otomatis!

Apa yang Membuat Strive Menarik bagi Investor Pemula?

Bagi kamu yang baru memulai perjalanan di dunia kripto dan investasi, Strive adalah solusi untuk mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus membeli Bitcoin secara langsung.

Kamu bisa membeli saham ASST atau SATA melalui platform broker saham biasa seperti Fidelity, Charles Schwab, atau Robinhood, sama seperti membeli saham perusahaan lain.

Produk SATA khususnya menarik karena menawarkan dividen harian dengan target harga stabil di kisaran 99 hingga 101 dolar per saham.

Melansir laman strive.com, perusahaan mengklaim memiliki cadangan tunai dan aset yang cukup untuk membayar dividen selama sekitar 20 tahun ke depan, dihitung berdasarkan nilai Bitcoin yang dimiliki saat ini.

Ini menjadikan SATA sebagai instrumen yang relatif dapat diprediksi dibanding memegang Bitcoin langsung yang harganya sangat fluktuatif.

Strive juga menjalankan divisi media bernama True North, sebuah platform yang memproduksi konten pendidikan seputar Bitcoin dan keuangan korporat berbasis kripto.

Apakah Strive Akan Menjadi Raksasa Berikutnya di Industri Ini?

Perjalanan Strive masih sangat awal, dan jaraknya dengan Strategy masih sangat jauh, baik dari segi jumlah Bitcoin maupun kapitalisasi pasar. Namun kecepatan pertumbuhannya, struktur modal yang lebih bersih, dan inovasi produk seperti dividen harian menjadikan Strive sebagai pemain yang layak untuk terus kamu pantau.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait