Dalam dunia crypto yang bergerak cepat, memahami fundamental sebuah proyek itu penting. Karena itu, banyak investor pemula mulai mencari tahu apa itu Token Terminal sebuah alat yang sering disebut sebagai “Bloomberg-nya pasar kripto”. Melalui platform ini, kamu bisa melihat pendapatan, biaya, pengguna aktif, bahkan valuasi berbagai protokol blockchain secara data-driven.
BACA JUGA: 5 Cara Money Management Trading Crypto untuk Pemula Biar Ga Boncos!
Apa Itu Token Terminal?
Jika kamu ingin memahami apa itu Token Terminal, bayangkan sebuah dashboard keuangan yang biasanya dipakai perusahaan besar tapi dirancang khusus untuk proyek blockchain.
Token Terminal mengumpulkan data on-chain, menstandarkan metriknya, lalu menyajikannya dalam bentuk grafik, laporan, dan rasio finansial yang mudah dipahami.
Mulai dari pendapatan (revenue), biaya protokol (fees), market cap, hingga rasio P/S dan P/E semua dihitung otomatis. Kamu jadi bisa melihat performa suatu proyek kripto lebih objektif, bukan hanya berdasarkan hype atau spekulasi.
Platform ini banyak dipakai oleh investor pemula yang ingin belajar analisis fundamental, trader yang ingin memahami arah tren, hingga analis institusional yang butuh data lengkap dan presisi.
Fitur Utama Token Terminal
Fitur utama Token Terminal mencakup metrik keuangan standar, rasio lanjutan, grafik interaktif, dashboard perbandingan, filter jaringan, serta akses data historis dan API.
Sebagai gambaran yang lebih lengkap, berikut penjelasan tiap fitur yang akan membantu kamu memahami bagaimana Token Terminal mempermudah analisis fundamental proyek kripto.
1. Metrik Keuangan Standar

Token Terminal menyediakan metrik dasar seperti revenue, protocol fees, market cap, profit, hingga jumlah pengguna aktif. Semua angka ini diambil langsung dari data on-chain dan diproses sehingga tampil rapi seperti laporan keuangan perusahaan tradisional.
Dengan cara ini, kamu bisa melihat apakah sebuah proyek benar-benar menghasilkan pendapatan atau hanya ramai di media sosial. Selain itu, metrik ini memudahkan kamu membandingkan performa antar protokol.
Misalnya, kamu bisa melihat apakah pendapatan Uniswap meningkat lebih cepat daripada Curve, atau apakah biaya jaringan Ethereum naik saat aktivitas pasar memanas. Untuk pemula, fitur ini adalah titik awal terbaik untuk memahami fundamental sebuah proyek.
2. Rasio & Metrik Lanjutan

Di luar metrik dasar, Token Terminal juga menyediakan indikator lanjutan seperti Price to Sales (P/S), Price to Earnings (P/E), Total Value Locked (TVL), dan Gross Merchandise Value (GMV). Rasio-rasio ini membantu kamu menilai valuasi token secara objektif, apakah suatu aset tergolong undervalued atau overvalued. Ini penting terutama jika kamu ingin membuat strategi investasi jangka panjang.
Token Terminal menghitung semua rasio tersebut secara otomatis, sehingga kamu tidak perlu melakukan perhitungan manual. Kamu tinggal mengamati grafiknya dan membaca bagaimana perubahan pendapatan atau kapitalisasi pasar memengaruhi rasio tersebut. Data yang kompleks pun jadi lebih mudah dipahami.
3. Grafik Interaktif
Setiap metrik ditampilkan dalam bentuk grafik interaktif yang bisa kamu atur berdasarkan rentang waktu harian, mingguan, atau bulanan. Dengan tampilan seperti ini, kamu bisa langsung menangkap arah tren tanpa harus membaca tabel angka panjang.
Kamu juga bisa memilih tampilan kumulatif atau timeline untuk melihat bagaimana performa sebuah protokol berkembang dari waktu ke waktu. Fitur ini berguna bagi investor pemula yang ingin belajar membaca tren sebelum mengambil keputusan membeli atau menjual aset.
BACA JUGA: Day Trading Kripto: Cara Kerja, Teknik Populer, dan Tips Penting untuk Pemula!
4. Dashboard Perbandingan
Dashboard perbandingan memungkinkan kamu membandingkan dua atau lebih proyek, misalnya Ethereum vs Solana atau Uniswap vs Sushiswap. Dalam hitungan detik, Token Terminal menampilkan grafik komparatif yang rapi, sehingga kamu bisa langsung melihat siapa yang unggul dalam pendapatan, pertumbuhan pengguna, atau TVL.
Fitur ini sangat membantu ketika kamu masih bingung memilih proyek mana yang lebih solid secara fundamental. Dengan perbandingan visual, kamu bisa membuat keputusan lebih cepat dan lebih berdasar data, bukan hanya opini atau FOMO pasar.
5. Filter Jaringan & Sektor

Token Terminal menyediakan filter berdasarkan kategori seperti DeFi, NFT, exchange, hingga Layer-1 blockchain. Dengan filter ini, kamu bisa fokus pada sektor yang kamu minati atau ingin analisis lebih dalam. Misalnya, kamu bisa hanya melihat proyek DeFi yang sedang berkembang cepat dalam sebulan terakhir.
Filter ini juga memudahkan kamu menemukan tren sektoral. Dari sini, kamu bisa melihat sektor mana yang sedang tumbuh atau menurun berdasarkan pendapatan dan volume pengguna. Fitur ini membuat penelitian kamu lebih terarah dan tidak melebar terlalu jauh.
6. Akses Data Historis, Ekspor, & API
Untuk pengguna Pro, Token Terminal membuka akses penuh ke data historis tanpa batas. Kamu bisa melihat performa proyek dari tahun ke tahun, termasuk pola pertumbuhan pendapatan atau penurunan biaya jaringan. Data semacam ini sangat penting untuk memahami siklus jangka panjang industri kripto.
Selain itu, Token Terminal menyediakan fitur ekspor CSV/Excel dan API untuk integrasi data ke tool analitik lain. Fitur ini berguna jika kamu ingin membuat laporan pribadi, analisis mendalam, atau menggabungkan data Token Terminal ke dashboard buatanmu sendiri. Data pun bisa kamu olah sesuai kebutuhan.
Harga Token Terminal (Paket Gratis & Pro)
Harga Token Terminal adalah kombinasi antara paket gratis untuk pemula dan paket Pro berbayar bagi investor yang membutuhkan analisis lebih mendalam.
Untuk pengguna baru, akun gratis sudah cukup membantu karena memberikan akses penuh ke data historis, hanya saja dibatasi maksimal tiga dashboard dan tiga grafik. Paket ini ideal buat kamu yang ingin belajar membaca metrik dasar tanpa perlu mengeluarkan biaya.
Di sisi lain, akun Pro ditujukan untuk analis dan investor profesional yang membutuhkan fitur lengkap tanpa batas. Dengan harga US$350 per bulan (sekitar Rp5 jutaan), kamu bisa menikmati akses tak terbatas ke semua grafik, membuat dashboard custom, mengekspor data ke CSV/Excel, hingga mengintegrasikan data melalui API.
Cara Menggunakan Token Terminal untuk Pemula
Cara menggunakan Token Terminal adalah dengan membuat akun, menjelajahi dashboard utama, memilih proyek, membaca metrik finansial, membandingkan beberapa protokol, dan mengekspor data bila diperlukan.
Untuk membantumu memahami alurnya dengan lebih mulus, berikut langkah sederhana yang bisa kamu ikuti dari awal sampai akhir.
1. Daftar Akun Gratis
Mulailah dengan masuk ke situs Token Terminal dan membuat akun gratis. Versi ini sudah cukup untuk eksplorasi dasar karena kamu tetap bisa melihat data historis, membuka beberapa dashboard, dan mencoba fitur analitik tanpa membayar apa pun.
2. Jelajahi Dashboard Utama
Setelah login, kamu akan melihat berbagai proyek yang diurutkan berdasarkan revenue, fees, active users, atau TVL. Gunakan menu filter untuk menyempurnakan tampilan sesuai sektor yang kamu minati, misalnya hanya menampilkan DeFi, NFT, atau Layer-1 sehingga kamu bisa langsung fokus pada kategori yang relevan.
3. Pilih Proyek yang Mau Dianalisis
Gunakan kolom pencarian untuk menemukan proyek populer seperti Ethereum, Uniswap, Solana, atau Lido. Klik salah satu proyek untuk membuka halaman detailnya, di mana kamu bisa melihat seluruh metrik penting yang sudah disusun dalam tampilan yang rapi dan mudah dipahami.
4. Analisis Metrik Finansial

Di halaman proyek, kamu akan melihat data seperti pendapatan 30 hari terakhir, pertumbuhan biaya jaringan, jumlah pengguna, hingga komposisi pendapatannya. Grafik interaktif membantu kamu membaca tren jangka pendek dan panjang sehingga kamu bisa memahami apakah proyek tersebut sedang berkembang atau stagnan.
5. Bandingkan Beberapa Proyek
Jika ingin menilai mana yang lebih kuat secara fundamental, gunakan fitur perbandingan untuk menampilkan dua atau lebih protokol dalam grafik yang sama. Dari sini, kamu bisa langsung membandingkan pertumbuhan pendapatan, pengguna aktif, atau TVL untuk menentukan proyek mana yang lebih menjanjikan.
6. Ekspor atau Gunakan API (Opsional)
Jika kamu memerlukan analisis mendalam, laporan pribadi, atau integrasi data ke tools lain, versi Pro menyediakan fitur ekspor CSV/Excel dan akses API. Fitur ini memudahkan kamu mengolah data lebih lanjut sesuai kebutuhan riset atau presentasi.
Tertarik Buat Mencoba Token Terminal?
Sekarang kamu sudah tahu apa itu Token Terminal sebuah platform analitik yang menyajikan metrik keuangan proyek kripto secara lengkap, transparan, dan mudah dipahami. Dari fitur-fitur seperti revenue tracking, grafik interaktif, hingga perbandingan protokol, Token Terminal jadi alat yang kuat untuk investor dan analis yang ingin memahami fundamental sebuah proyek.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



