XRP sempat tertekan hingga US$1,12 pada awal Februari, level terendah dalam 15 bulan terakhir. Dari titik tersebut, harga langsung memantul sekitar 50 persen ke US$1,67 sebelum kini stabil di kisaran US$1,49.
Meski masih lebih dari 60 persen di bawah puncak US$3,66, sejumlah data teknikal dan on-chain XRP mulai memberi sinyal bahwa US$1,12 berpotensi menjadi dasar baru bagi pergerakan harga selanjutnya.
Apakah ini benar-benar titik balik? Berikut tiga indikator yang mendukung skenario pemulihan tren altcoin XRP.
3 Data Ini Isyaratkan XRP Sentuh Titik Bottom
1. Pasokan XRP di Bursa Turun Drastis
Data dari Glassnode menunjukkan cadangan XRP di bursa turun menjadi sekitar 12,9 miliar XRP, level yang terakhir terlihat pada Mei 2021. Dalam dua tahun terakhir, tren penurunan ini berlangsung konsisten dan memperlihatkan pergeseran perilaku pemegang aset.

Penurunan suplai di exchange umumnya diartikan sebagai berkurangnya niat jual. Ketika investor memindahkan aset ke self-custody, tekanan jual jangka pendek biasanya melemah. Kondisi ini kerap menjadi fondasi bagi potensi kenaikan harga pada fase berikutnya.
Data dari CryptoQuant juga menunjukkan cadangan XRP di Binance menyusut ke kisaran 2,57 miliar XRP. Baik SMA(50) maupun SMA(100) sama-sama bergerak menurun, menandakan tren distribusi dari bursa masih berlangsung.

Menurut kontributor CryptoQuant, PelinayPA, dalam analisis yang diunggah pada Senin (16/02/2026), struktur ini membuka peluang short squeeze jika tekanan beli kembali meningkat.
“Penurunan cadangan di bursa dianggap sebagai sentimen positif. Namun, harga justru masih melemah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun suplai di pasar spot menurun, tekanan dari pasar derivatif masih lebih dominan,” jelasnya.
2. Funding Rate XRP Negatif, Sinyal Kapitulasi?
Saat harga menyentuh US$1,12, funding rate Binance tercatat turun hingga -0,028 persen, level terendah sejak April 2025. Funding negatif menunjukkan posisi short mendominasi dan pasar berada dalam kondisi oversold.
Secara historis, funding rate yang sangat negatif kerap menjadi sinyal dasar harga. Pada April 2025, kondisi serupa mendahului reli sekitar 65 persen dari US$1,60 ke US$2,65, dipicu oleh short squeeze.

Di sisi lain, menurut data CoinGlass, open interest (OI) pasar futures XRP juga turun menjadi US$2,53 miliar dari puncaknya di US$4,55 miliar pada Januari. Penurunan ini mengindikasikan trader leverage mulai mengurangi eksposur, bukan menambah posisi baru.
Kombinasi funding negatif dan OI yang menyusut sering kali mencerminkan melemahnya keyakinan bearish. Jika tekanan beli XRP kembali masuk, ruang pembalikan tren menjadi semakin terbuka.
3. Spot Taker CVD Berbalik Positif
Indikator 90-day spot taker cumulative volume delta (CVD) turut memberikan sinyal penting bagi pergerakan harga XRP. Metrik ini mengukur selisih antara volume beli dan jual dalam periode tertentu untuk melihat siapa yang lebih dominan di pasar.
Hingga akhir pekan lalu, CVD cenderung berada di area yang netral. Kondisi tersebut secara tidak langsung mencerminkan kebimbangan pelaku pasar, dengan tekanan beli dan juga jual yang relatif lebih seimbang.

Namun pada Selasa ini, indikator CVD berbalik positif. Artinya, order beli terlihat mulai mendominasi dan juga pembeli kembali agresif menyerap suplai di level harga yang lebih rendah.
Perubahan ke zona hijau pada grafik CVD biasanya menjadi sinyal awal pergeseran kontrol dari penjual ke pembeli. Jika tren ini bertahan, peluang kelanjutan pemulihan harga akan semakin terbuka, seperti yang terlihat dalam fase rebound sebelumnya.
Awal Tren Baru XRP?
Gabungan tiga data penting, yakni suplai di crypto exchange yang menyusut, funding rate ekstrem negatif, dan CVD yang kembali positif, membentuk struktur yang kerap muncul di area dasar harga.
Meski belum menjamin pembalikan tren, level US$1,12 kini memiliki karakteristik kuat sebagai bottom lokal. Kunci berikutnya ada pada konsistensi permintaan dan stabilitas sentimen pasar.
Jika tekanan beli berlanjut dan short squeeze benar-benar terjadi, bukan tidak mungkin altcoin XRP mulai membangun fondasi untuk fase pemulihan yang lebih berkelanjutan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



