XRP masih menghadapi satu pertanyaan besar menjelang paruh akhir 2026, apakah harganya masih mampu kembali naik sebelum tahun ini berakhir?
Setelah bergerak di sekitar area US$1 jelang pertengahan Agustus, perhatian pasar mulai bergeser dari sekadar pergerakan harga jangka pendek menuju faktor-faktor yang dapat menciptakan permintaan baru terhadap aset tersebut.
Peluang kenaikan XRP pada sisa 2026 tidak bergantung pada satu katalis saja. Arus dana melalui produk investasi institusional, perkembangan XRP Ledger (XRPL), semakin lengkapnya infrastruktur perdagangan hingga arah regulasi aset digital di AS dapat menentukan apakah pemulihan harga memiliki fondasi yang cukup kuat.
XRP ETF Jadi Ujian Permintaan Institusional
Salah satu perubahan terbesar bagi XRP dibandingkan beberapa tahun sebelumnya adalah hadirnya akses investasi melalui ETF. Ripple mencatat bahwa pada Maret 2026, Goldman Sachs mengungkap kepemilikan senilai sekitar US$153,8 juta pada XRP ETF spot melalui laporan 13F kuartal IV 2025.
Posisi Goldman tersebut bahkan mencakup sekitar 73 persen dari lebih dari US$211 juta eksposur XRP ETF yang dimiliki 30 investor institusional terbesar menurut data yang dihimpun Ripple. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap XRP kini tidak lagi hanya bergantung pada pembelian langsung melalui bursa kripto.
Kehadiran ETF, bagaimanapun, tidak otomatis menjamin harga XRP akan naik. Produk tersebut hanya menyediakan saluran investasi baru. Faktor yang lebih penting pada tahun 2026 adalah apakah investor terus mengalirkan modal bersih ke dalam ETF tersebut atau justru menarik dana.
Jika arus masuk bertahan, pembelian aset yang mendasari produk tersebut berpotensi memperkuat sisi permintaan. Sebaliknya, arus keluar yang konsisten dapat mengurangi salah satu katalis yang selama ini dianggap mendukung XRP.
Karena itu, net inflow ETF menjadi salah satu indikator yang layak dipantau untuk menjawab apakah kenaikan XRP pada 2026 masih memiliki bahan bakar.
XRP Ledger Makin Ramai, Apakah XRP Ikut Diuntungkan?
Faktor kedua datang dari fundamental jaringan. Berdasarkan data RWA.xyz, nilai distributed real-world asset (RWA) di XRPL saat ini mencapai sekitar US$485,12 juta, meningkat 28,19 persen dalam 30 hari. Volume transfer RWA selama periode yang sama bahkan mencapai sekitar US$242,36 juta atau melonjak 125,30 persen.

Jaringan tersebut juga mencatat represented asset value sekitar US$4,06 miliar dan memiliki 377 aset RWA. Di sisi stablecoin, kapitalisasi pasar aset yang berjalan di XRPL berada di sekitar US$875,77 juta, sedangkan volume transfer 30 harinya mencapai sekitar US$4,29 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penggunaan XRPL mulai berkembang di luar transfer XRP semata. Tokenisasi aset dunia nyata, stablecoin dan layanan keuangan berbasis blockchain mulai menjadi bagian yang semakin terlihat dari aktivitas jaringan.
Pengembangan teknisnya juga bergerak ke arah kebutuhan institusional. Dokumentasi resmi XRPL menunjukkan jaringan telah memperkenalkan atau mengembangkan komponen seperti Single Asset Vaults, Lending Protocol, permissioned DEX dan Permissioned Domains.
Meski demikian, pertumbuhan XRPL tidak boleh langsung disamakan dengan kenaikan harga XRP. Stablecoin atau aset tokenisasi dapat mengalami pertumbuhan tanpa menciptakan permintaan XRP dalam proporsi yang sama.
Karena itu, faktor yang perlu diperhatikan adalah apakah ekspansi aktivitas jaringan benar-benar memperbesar penggunaan dan kebutuhan terhadap XRP sebagai aset native XRPL.
Jika hubungan tersebut semakin kuat, aktivitas jaringan dapat menjadi fondasi yang lebih penting bagi harga. Jika tidak, peningkatan transaksi XRPL belum tentu cukup untuk mendorong reli XRP secara berkelanjutan.
Pasar XRP Kini Lebih Matang untuk Modal Besar
Selain ETF dan perkembangan jaringan, infrastruktur pasar XRP juga jauh lebih lengkap. CME Group meluncurkan XRP Futures pada 19 Mei 2025, memberikan investor institusional akses ke instrumen yang dapat digunakan untuk memperoleh eksposur sekaligus mengelola risiko harga.
Dalam pengumuman resmi CME Group, lebih dari 370.000 kontrak Futures XRP dengan nilai nosional sekitar US$16,2 miliar telah diperdagangkan hanya beberapa bulan setelah peluncurannya. Pada Agustus 2025, average daily volume produk tersebut mencapai rekor sekitar 6.600 kontrak, sementara rata-rata open interest harian mencapai 9.300 kontrak.
Pertumbuhan pasar derivatif tidak berarti setiap pelaku institusional memiliki pandangan bullish. Futures juga dapat digunakan untuk mengambil posisi bearish maupun melakukan lindung nilai.
Namun, kombinasi pasar spot, ETF dan produk derivatif teregulasi membuat ekosistem perdagangan XRP lebih matang dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Infrastruktur seperti ini penting karena memungkinkan lebih banyak jenis investor memasuki pasar tanpa harus menggunakan mekanisme perdagangan kripto yang sama dengan investor ritel.
Dengan kata lain, akses institusionalnya sudah tersedia. Persoalan berikutnya adalah apakah akses tersebut benar-benar berubah menjadi permintaan bersih yang cukup besar untuk menopang harga XRP.
Regulasi AS dan Bitcoin Bisa Tentukan Nasib XRP
Hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun membayangi XRP juga telah berkurang. Sengketa panjang antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) secara resmi berakhir pada Agustus 2025 setelah kedua pihak menghentikan proses banding.
Meski begitu, denda US$125 juta terhadap Ripple tetap berlaku, begitu pula injunction terkait penjualan kepada investor institusional.
Pengadilan sebelumnya memutuskan bahwa penjualan XRP melalui bursa publik tidak memenuhi definisi penawaran sekuritas dalam perkara tersebut, sementara penjualan senilai US$728 juta kepada investor institusional seharusnya mematuhi aturan sekuritas.
Berakhirnya perkara itu menghapus salah satu ketidakpastian besar XRP. Namun, hal tersebut juga berarti pasar tidak lagi dapat mengandalkan penyelesaian kasus SEC sebagai katalis baru. Perhatian kini bergeser ke regulasi kripto AS yang lebih luas.
Senat AS saat ini tengah membahas Clarity Act, regulasi yang bertujuan menciptakan kerangka federal untuk aset digital sekaligus memperjelas kapan sebuah kripto tergolong sekuritas atau komoditas dan regulator mana yang berwenang mengawasinya.
Langkah prosedural telah diajukan untuk membawa rancangan tersebut kembali dipertimbangkan setelah reses Agustus.
Namun, peluang pengesahannya belum pasti. Laporan Reuters pada Senin (10/8/2026) menyebut pemungutan suara ditunda hingga September dan rancangan tersebut masih menghadapi penolakan dari sejumlah anggota Senat.
Bagi XRP, kerangka regulasi yang lebih jelas dapat membantu mengurangi hambatan bagi investor dan perusahaan yang ingin berinteraksi dengan aset digital. Namun, perkembangan regulasi tetap bukan satu-satunya penentu.
Kondisi Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan masih menjadi faktor eksternal yang tidak dapat diabaikan. Jika Bitcoin kembali mengalami tekanan besar, likuiditas meninggalkan aset berisiko atau kondisi makro memburuk, XRP tetap dapat turun meskipun fundamental spesifiknya menunjukkan perbaikan.
Karena itu, jawaban atas pertanyaan apakah XRP akan naik lagi pada 2026 masih bersifat kondisional. Infrastruktur untuk mendukung permintaan memang jauh lebih lengkap, yakni ETF telah tersedia, pasar derivatif institusional berkembang, penggunaan XRPL meningkat dan ketidakpastian dari kasus SEC telah berkurang.
Namun, katalis yang sudah tersedia tersebut masih harus dibuktikan melalui permintaan nyata. Arus masuk ETF yang berkelanjutan, peningkatan penggunaan XRPL yang benar-benar melibatkan XRP, partisipasi institusional dan kondisi pasar kripto yang mendukung akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah XRP mampu membangun pemulihan hingga akhir 2026.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


