Nasib apes tampaknya belum selesai menghinggapi seorang whale kripto berlabel “TLBL”. Setelah kehilangan puluhan juta dolar dua tahun lalu, tiga wallet miliknya kembali dikuras, sehingga total kerugiannya menembus US$50 juta.
Sudah Pernah Kena Phishing, Whale Ini Dibegal Lagi
Berdasarkan data yang dibagikan Lookonchain pada Kamis (13/08/2026), whale TLBL tercatat kehilangan aset senilai total US$50,31 juta dari dua insiden berbeda yang terjadi dalam rentang sekitar dua tahun.
Insiden pertama terjadi dua tahun lalu ketika TLBL menjadi korban serangan phishing. Saat itu, pelaku berhasil membawa kabur 9.579 stETH dan 4.851 rETH dari wallet yang terhubung dengannya.
Tragis! Whale Kripto Jadi Korban Begal, Rp251 Miliar Raib dalam Sekejap
Nilainya tidak main-main. Berdasarkan perhitungan Lookonchain, 9.579 stETH tersebut bernilai sekitar US$15,54 juta, sedangkan 4.851 rETH yang turut dicuri bernilai sekitar US$8,51 juta.
Jika digabungkan, serangan phishing pertama membuat TLBL kehilangan sekitar US$24 juta. Data Arkham juga memperlihatkan kedua aset tersebut ditransfer menuju address kripto yang telah diberi label “Phishing (0x693)”.
Dua tahun berselang, cerita buruk itu kembali terulang pada Kamis ini. Kali ini, Lookonchain menduga penyebabnya berbeda karena private key milik TLBL tampaknya telah dibobol, sehingga pelaku memperoleh akses langsung ke wallet.
Tiga Wallet Dikuras, Lebih dari US$26 Juta Lenyap
Dalam serangan terbaru, pelaku disebut menguras aset senilai lebih dari US$26 juta yang tersebar di tiga wallet. Berbeda dari kasus sebelumnya, pencurian kali ini melibatkan jauh lebih banyak jenis token.
Aset kripto terbesar yang raib dari wallet crypto miliknya adalah 100 aWBTC senilai sekitar US$6,33 juta, disusul 5,37 juta DAI senilai US$5,37 juta dan 75 WBTC dengan nilai sekitar US$4,75 juta.
Daftar aset kripto lain yang ikut tersapu mencakup 1.529 ETH senilai US$2,88 juta, 2,05 juta aUSDC sekitar US$2,05 juta, serta 901.728 sDAI senilai US$1,06 juta.
Belum berhenti di sana, pelaku turut mengambil 1,04 juta USDS, 16 cbBTC, 693.513 sUSDe, 312 OETH, 73 WETH, hingga ratusan ribu token LDO dan CRV.
Sementara itu, data Arkham memperlihatkan sejumlah transaksi berlangsung dalam rentang beberapa jam, termasuk perpindahan ETH, DAI, sUSDe, WETH, LDO, dan CRV menuju alamat yang sama setelah aset keluar dari dompet kripto TLBL.

Secara keseluruhan, Lookonchain mencatat nilai aset crypto yang berhasil dicuri dari whale TLBL mencapai US$50.312.925 atau, apabila dirupiahkan, nilainya mendekati Rp896 miliar.
Kasus TLBL pun menjadi pengingat bahwa kepemilikan aset dalam jumlah besar tidak otomatis membuat wallet kebal dari serangan. Korban yang sama kini harus menanggung dua insiden berbeda, mulai dari phishing hingga dugaan kompromi private key.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


