Kisah kehilangan aset kripto kembali terjadi. Kali ini datang dari seorang pria asal Indonesia yang mengaku lupa sandi wallet Bitcoin, yang disebut berisi BTC senilai ratusan juta rupiah.
Lupa Sandi, Bitcoin Rp400 Juta Tak Bisa Diakses
Cerita ini bermula dari pengakuan anggota Keluh Kesah Pemain Cryptocurrency 2.0, Aboy Nugroho. Lewat sebuah postingan yang dibagikan pada Rabu (13/05/2026), ia mengaku memiliki wallet.dat yang menyimpan BTC senilai ratusan juta rupiah, tetapi lupa kata sandinya.
“Ini wallet Bitcoin dari tahun 2010–2013, ada sekitar 0,3 BTC. Karena sudah lama, gue udah nggak ingat password-nya. Ada saran aplikasi buat recovery?” jelasnya.

Namun, upaya pemulihan wallet BTC miliknya tidak berjalan mulus. Ia mengaku telah mencoba berbagai cara, termasuk mengikuti saran yang beredar di internet. Meski begitu, semua usaha tersebut berujung buntu dan tidak membuahkan hasil.
Kasus ini menyoroti satu hal krusial dalam dunia kripto: kendali penuh berada di tangan pengguna. Tidak ada fitur “lupa password” yang bisa diselesaikan dengan mudah seperti pada layanan perbankan atau media sosial.
Secara teknis, file wallet.dat memang masih berpeluang dipulihkan jika kata sandi wallet berhasil ditebak atau melalui metode brute force. Namun, tanpa petunjuk yang memadai, proses tersebut bisa memakan waktu sangat lama.
Bukan Kasus Pertama, Banyak BTC “Hilang” Selamanya
Kisah serupa ternyata bukan hal baru. Dalam dunia kripto, kehilangan akses ke wallet menjadi salah satu risiko terbesar yang sering terjadi. Bahkan, ada kasus dengan nilai jauh lebih fantastis.
Salah satu yang paling terkenal adalah kasus James Howells. Ia kehilangan akses ke sekitar 8.000 BTC setelah hard drive miliknya secara tidak sengaja terbuang pada 2013.
Nilai aset tersebut setara hampir Rp15 triliun. Selama lebih dari satu dekade, Howells berupaya mencari kembali hard drive tersebut di TPU. Ia bahkan mengajukan berbagai proposal canggih, termasuk penggunaan drone dan AI.
Namun, semua upayanya ditolak oleh otoritas setempat. Pengadilan juga memutuskan bahwa pencarian tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Harapan untuk menemukan kembali Bitcoin itu pun perlahan memudar.
James Howells Menyerah, BTC Setara Rp15 Triliun “Hilang” Selamanya
Kasus Howells menjadi simbol kerasnya dunia kripto. Tidak ada pihak yang bisa membantu jika private key atau akses wallet hilang. Sistem yang terdesentralisasi memang memberikan kebebasan, tetapi juga menuntut tanggung jawab penuh.
Dari dua kisah ini, benang merahnya jelas: keamanan kripto bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Kesalahan kecil, seperti lupa password atau tidak mencadangkan data, bisa berujung pada konsekuensi fatal.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


