Aptos Bersiap Hadapi Ancaman Kuantum dengan Sistem Jitu Ini

Aptos resmi mengajukan proposal peningkatan jaringan bertajuk AIP-137 untuk memperkenalkan sistem tanda tangan digital tahan kuantum sebagai opsi keamanan baru bagi pengguna.

Langkah ini diajukan untuk mengantisipasi potensi ancaman di masa depan dari perkembangan komputer kuantum yang berpotensi melemahkan sistem kriptografi tradisional.

Secara lebih rinci, Aptos menjelaskan bahwa AIP-137 dirancang untuk menyediakan opsi tanda tangan digital berbasis teknologi post-quantum yang mampu memberikan perlindungan terhadap kemungkinan serangan komputasi kuantum.

Saat ini, mayoritas blockchain termasuk Aptos masih mengandalkan algoritma kriptografi konvensional seperti Ed25519 yang dinilai aman terhadap komputer klasik, namun berpotensi menghadapi risiko ketika teknologi komputasi kuantum berkembang lebih jauh.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Oleh karena itu, Aptos menilai langkah antisipatif diperlukan sebelum fase risiko tersebut benar-benar muncul.

Teknologi Baru untuk Keamanan Jangka Panjang

Dalam AIP-137, Aptos memilih skema tanda tangan digital berbasis hash bernama SLH-DSA-SHA2-128s. Skema ini merupakan teknologi kriptografi post-quantum yang telah distandardisasi oleh National Institute of Standards and Technology (NIST) sebagai FIPS 205.

BACA JUGA:  AAVE ETF Diajukan Grayscale, Begini Performa Tokennya

Dengan dukungan teknologi ini, Aptos menargetkan keamanan yang lebih kuat dari sisi autentikasi transaksi maupun perlindungan kunci privat terhadap potensi pemalsuan tanda tangan di masa mendatang.

Namun, Aptos menegaskan bahwa sistem ini bersifat opsional, bukan kewajiban bagi seluruh akun pengguna. Artinya, pengguna maupun pengembang di ekosistem Aptos nantinya dapat memilih apakah akan bermigrasi ke sistem tanda tangan tahan kuantum atau tetap menggunakan sistem tanda tangan klasik.

Pendekatan opsional ini dipilih untuk memastikan stabilitas jaringan tetap terjaga sambil memberikan ruang adopsi bertahap bagi pihak yang membutuhkan keamanan tambahan.

Di sisi lain, tim blockchain tersebut juga mengakui bahwa penggunaan tanda tangan post-quantum membawa konsekuensi teknis tertentu, seperti ukuran tanda tangan yang lebih besar dan proses verifikasi yang relatif lebih lambat dibanding sistem tanda tangan digital konvensional.

BACA JUGA:  OJK Percaya Konsumen Aset Digital Terus Tumbuh di 2026

Meski demikian, Aptos menilai trade-off tersebut sebanding dengan perlindungan jangka panjang yang diberikan.

“Langkah ini bukan untuk kepanikan, melainkan persiapan agar ekosistem tetap aman ketika era komputasi kuantum benar-benar tiba,” ujar tim pengembang Aptos.

Aptos Siapkan Fondasi Keamanan Baru Tanpa Ganggu Operasional Jaringan

Alasan utama Aptos mengajukan AIP-137 adalah kebutuhan strategis untuk memastikan jaringan tetap relevan dan aman dalam perkembangan teknologi global.

Dengan persaingan ketat antar blockchain, keamanan jangka panjang menjadi salah satu faktor utama penilaian para pengembang, institusi dan pengguna besar. Aptos menilai bahwa kesiapan menghadapi ancaman kuantum dapat menjadi nilai tambah signifikan bagi ekosistemnya.

Proses implementasi AIP-137 sendiri akan bergantung pada mekanisme tata kelola komunitas Aptos. Proposal ini harus melalui tahap pembahasan, penilaian teknis dan pemungutan suara sebelum benar-benar diterapkan ke jaringan utama Aptos.

BACA JUGA:  Skyholic Klaim Aset Kripto 11 Triliun, Tantang Influencer Buka Wallet

Jika disetujui, Aptos berpotensi menjadi salah satu jaringan besar yang secara resmi mendukung penggunaan tanda tangan digital tahan kuantum secara native.

Dengan pendekatan bertahap, kebijakan opsional, serta fokus pada keamanan jangka panjang, Aptos menunjukkan kesiapan mengantisipasi ancaman teknologi masa depan tanpa mengganggu operasional yang sudah berjalan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia