Kalau kamu ingin tahu mana yang lebih menguntungkan antara APY vs APR crypto, jawabannya tergantung pada apakah kamu ingin menghasilkan bunga atau justru membayar bunga. Yuk pelajari lebih lanjut soal definisi, perbedaan, dan cara menghitungnya berikut ini!
BACA JUGA: 7 Platform Yield Farming Crypto Terbaik yang Bisa Kamu Coba!
Apa Itu APY dalam Crypto?

APY (Annual Percentage Yield) adalah tingkat bunga tahunan yang memperhitungkan efek bunga majemuk (compound interest). Artinya, kamu bukan cuma dapat bunga dari modal awal, tapi juga dari bunga yang sudah kamu hasilkan sebelumnya.
Bayangin kamu menaruh 1.000 USDT di platform DeFi dengan APY 10 persen. Kalau bunganya di-compound tiap bulan, hasil akhirnya bisa lebih dari 1.100 USDT setelah setahun karena bunganya terus menambah modalmu setiap periode.
Melansir laman Trust Wallet, rumus untuk menghitung APY adalah:
APY = (1 + r/n)^n – 1
di mana r adalah suku bunga tahunan, dan n adalah jumlah periode penggandaan bunga per tahun.
Jadi, semakin sering bunga di-compound, semakin besar keuntungan yang kamu dapatkan.
Apa Itu APR dalam Crypto?

APR (Annual Percentage Rate) adalah tingkat bunga tahunan tanpa menghitung efek bunga majemuk. Ini adalah bentuk paling sederhana dari suku bunga.
Kalau kamu meminjam atau meminjamkan aset kripto dengan APR 10 persen, maka bunga yang berlaku hanya 10 persen dari modal awal selama satu tahun tanpa tambahan dari bunga-bunga sebelumnya.
Rumusnya lebih sederhana:
APR = r × 100 persen
APR biasanya digunakan pada pinjaman crypto, platform lending, atau kartu kredit kripto, di mana bunga tidak di-compound.
BACA JUGA: 5 Crypto Exchange Tempat Trading Futures di Indonesia
APY vs APR Crypto: Apa Bedanya?

Perbedaan utama antara APY vs APR crypto terletak pada cara keduanya menghitung bunga. APY memperhitungkan bunga majemuk (compound interest), sedangkan APR hanya menghitung bunga sederhana tanpa penggandaan.
Secara sederhana, APY menunjukkan seberapa besar keuntungan investasi crypto-mu bisa tumbuh dalam setahun, termasuk bunga dari bunga sebelumnya.
Sementara itu, APR hanya menampilkan bunga dasar yang kamu dapat atau bayar tanpa efek penggandaan. Karena itulah, untuk tingkat bunga yang sama, nilai APY hampir selalu lebih tinggi dari APR.
Agar lebih jelas, yuk simak perbandingan APY dan APR crypto dalam tabel berikut:
BACA JUGA: Proof-of-Work vs Proof-of-Stake, Mana yang Lebih Cuan?
| Aspek | APY (Annual Percentage Yield) | APR (Annual Percentage Rate) |
| Jenis bunga | Termasuk bunga majemuk (compound) | Tanpa bunga majemuk |
| Makna utama | Menunjukkan total hasil tahunan yang kamu dapat | Menunjukkan bunga dasar yang harus kamu bayar atau dapat |
| Biasanya digunakan untuk | Staking, yield farming, dan investasi DeFi | Pinjaman, biaya kredit, atau borrowing crypto |
| Nilai hasil | Selalu lebih tinggi (karena ada penggandaan bunga) | Lebih rendah (karena tanpa penggandaan) |
| Tujuan utama | Menampilkan potensi keuntungan riil | Menampilkan biaya pinjaman tahunan |
| Tingkat kompleksitas | Lebih rumit karena memperhitungkan frekuensi compounding | Lebih sederhana, hanya bunga tahunan |
| Contoh nyata | 10 persen APR dengan compounding bulanan = 10,47 persen APY | 10 persen APY setara dengan sekitar 9,57 persen APR |
| Umum di DeFi | Digunakan untuk menampilkan potensi return staking atau lending | Digunakan untuk menampilkan biaya pinjaman |
| Tampilan di pasar | Dipakai untuk menarik investor | Dipakai untuk menarik peminjam |
Singkatnya, APY lebih menggambarkan potensi pertumbuhan asetmu, sedangkan APR lebih menyoroti biaya pinjaman yang harus kamu tanggung.
Mana yang Lebih Cuan: APY atau APR?
Secara umum, APY lebih cuan daripada APR kalau kamu adalah investor atau pemberi pinjaman, karena APY memperhitungkan bunga majemuk yang membuat hasil investasimu tumbuh lebih cepat.
Misalnya, jika kamu menaruh 1.000 USDT dengan 10 persen APY, maka setelah satu tahun kamu akan punya lebih dari 1.100 USDT karena bunga yang kamu dapat ikut menghasilkan bunga lagi. Tapi kalau 10 persen APR, kamu hanya dapat bunga tetap 10 persen tanpa tambahan dari bunga sebelumnya, jadi hasil akhirnya lebih kecil.
Sebaliknya, kalau kamu peminjam, APR justru lebih menguntungkan karena bunga yang kamu bayar tidak ikut bertambah dari waktu ke waktu. Itulah kenapa platform DeFi biasanya menampilkan APY untuk menarik investor (karena terlihat lebih tinggi), sedangkan menampilkan APR untuk pinjaman (karena terlihat lebih rendah).
Kapan Kamu Harus Memperhatikan APY vs APR Crypto?
Kamu perlu memperhatikan APY vs APR crypto tergantung pada apakah kamu sedang menghasilkan bunga dari asetmu atau justru membayar bunga dari pinjaman crypto.
Sebelum memilih platform atau produk DeFi, penting buat tahu konteks penggunaan keduanya agar kamu bisa menilai potensi keuntungan atau biaya secara akurat.
Gunakan APR saat kamu meminjam crypto, seperti ketika mengambil pinjaman di platform DeFi (contohnya Aave atau Compound). APR membantu kamu menghitung biaya bunga dasar tanpa efek penggandaan, sehingga cocok untuk membandingkan beban pinjaman antar platform.
Sebaliknya, perhatikan APY ketika kamu menyimpan atau menginvestasikan aset crypto, misalnya lewat staking, yield farming, atau vault DeFi. APY menggambarkan keuntungan riil tahunan yang kamu dapat jika bunga terus di-compound atau diinvestasikan ulang.
Kesimpulannya, fokuslah pada APR saat kamu berutang, dan pada APY saat kamu berinvestasi. Dengan begitu, kamu bisa membuat keputusan finansial yang lebih cerdas di dunia crypto.
Jadi, Sudah Paham Cara Memilih antara APY dan APR?
Sekarang kamu tahu bahwa perbedaan APY vs APR crypto bisa memengaruhi besar kecilnya keuntungan maupun biaya yang kamu tanggung. Keduanya sama-sama penting, tergantung apakah kamu berada di sisi investor atau peminjam. Jadi, sebelum bertransaksi di dunia DeFi, pastikan kamu tahu mana yang sedang kamu lihat, bunga yang tumbuh atau bunga yang harus dibayar.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



