Arbitrum Hadirkan Operation Slowmo, Blockchain Kini Punya Ritme Baru

Dalam langkah yang mengejutkan banyak pihak, Arbitrum memperkenalkan inisiatif baru bernama “Operation Slowmo” yang secara sengaja memperlambat waktu blok di seluruh jaringannya.

Jika sebelumnya blok pada Arbitrum One hanya membutuhkan 250 milidetik untuk diproses, kini waktunya diperpanjang hingga 2 detik.

Sementara itu, jaringan lain di ekosistem Arbitrum akan mengalami perlambatan dari 100 milidetik menjadi 2 detik, atau sekitar 20 kali lebih lambat dari sebelumnya. Di era serba cepat seperti sekarang, kebijakan ini terdengar agak aneh, bukan? Tapi justru di situlah letak keberaniannya.

Arbitrum Ingin Blockchain Terasa Lebih Manusiawi dan Reflektif

Tujuan utama dari perlambatan ini bukan karena keterbatasan teknis, tapi karena alasan yang lebih filosofis. Arbitrum ingin menghadirkan pengalaman yang lebih manusiawi dalam menggunakan blockchain.

“Dengan memperlambat waktu blok di seluruh ekosistem Arbitrum, kami membuat interaksi blockchain menjadi lebih intensional, lebih mudah diakses, dan lebih manusiawi. Perubahan ini mengajak pengguna untuk berhenti sejenak, merenung dan berinteraksi dengan lebih sadar, dengan jaminan bahwa jaringan tetap cepat, skalabel dan aman,” ungkap tim Arbitrum dalam postingan blog resmi.

Secara teknis, blockchain biasanya mengejar kecepatan setinggi mungkin, seolah-olah transaksi harus selalu berlangsung secepat kedipan mata. Namun, Arbitrum memilih jalan yang berbeda. Mereka menganggap kecepatan ekstrem justru bisa menjadi bumerang bagi pengalaman pengguna.

Alih-alih memberi rasa nyaman, kecepatan tersebut bisa terasa seperti dikejar-kejar alarm belanja di supermarket. Dengan tempo yang lebih lambat, pengguna punya waktu untuk berpikir sebelum menekan tombol “konfirmasi.”

Menyamakan Irama dengan Jaringan Lain

Langkah ini juga bisa dilihat sebagai upaya menyelaraskan diri dengan jaringan lain. Banyak blockchain tradisional, seperti Ethereum atau Bitcoin, memang sudah lebih dulu menggunakan waktu blok sekitar 2 detik atau lebih.

Pengguna yang sebelumnya beralih ke Arbitrum mungkin merasa terlalu kaget dengan ritme yang sangat cepat. Kini, Arbitrum berusaha hadir dalam tempo yang lebih bersahabat bagi manusia, bukan sekadar mesin.

Dari sisi lain, manfaat tambahan dari perubahan ini termasuk peningkatan pemahaman pengguna terhadap transaksi, pengurangan tindakan impulsif, hingga pemerataan pengalaman bagi pengguna global yang koneksi internetnya tidak selalu stabil. Bisa dibilang, blockchain sedang belajar untuk tidak terburu-buru.

Komunitas Pertimbangkan Cabut Program Gaming

Namun, tidak semua kabar dari Arbitrum bernada positif. Sebelum peluncuran Operation Slowmo, komunitas Arbitrum DAO sedang menghadapi dilema besar.

Pada 25 Maret 2025, muncul diskusi internal terkait usulan penghentian Gaming Catalyst Program senilai US$200 juta. Program ini awalnya dirancang untuk mendukung pertumbuhan game berbasis blockchain di dalam ekosistem Arbitrum. Namun, kenyataannya tak semanis yang diharapkan.

Sejak program tersebut diumumkan, nilai koin ARB justru menurun tajam hingga 81 persen. Penurunan ini memicu pertanyaan dari komunitas, apakah investasi sebesar itu benar-benar memberikan dampak yang setimpal? Apakah seharusnya dana sebesar itu digunakan untuk hal lain yang lebih berdampak langsung bagi keberlangsungan ekosistem?

Diskusi di forum DAO berlangsung sengit. Beberapa pihak menyuarakan kekhawatiran bahwa program ini terlalu ambisius dan kurang terukur, sementara yang lain masih optimis bahwa sektor gaming masih punya potensi besar jika dikelola lebih efektif.

Namun demikian, satu hal yang pasti, masa depan Gaming Catalyst Program kini berada di ujung tanduk.

Perlambatan Sebagai Inovasi, Bukan Kemunduran

Apa yang dilakukan Arbitrum melalui Operation Slowmo jelas bukan sekadar upaya yang tak matang. Ini adalah upaya sadar untuk mendobrak pola pikir bahwa semakin cepat maka semakin baik.

Dalam kehidupan nyata pun, kita seringkali butuh jeda untuk memastikan langkah yang diambil benar. Dan mungkin, begitu juga seharusnya dengan blockchain.

Menariknya, keputusan ini hadir bersamaan dengan masa-masa penuh evaluasi dalam ekosistem Arbitrum. Di satu sisi mereka mengubah kecepatan teknis menjadi lebih pelan agar manusia bisa lebih nyaman, namun di sisi lain mereka juga harus memutuskan apakah akan mempertahankan program ambisius bernilai ratusan juta dolar AS atau tidak.

Bisa jadi, justru lewat perlambatan ini Arbitrum akan menemukan irama baru yang lebih cocok, lebih stabil dan lebih tahan lama. Dan siapa tahu, mungkin di dunia blockchain, lambat bukan berarti tertinggal. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait