Argentina Tumbang di Final Piala Dunia 2026, Trader Polymarket Boncos Rp22 Miliar

Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 tidak hanya menggagalkan upaya La Albiceleste mempertahankan gelar juara, tetapi juga menyebabkan seorang trader di Polymarket menanggung kerugian sekitar US$1,23 juta, setara Rp22 miliar.

Berdasarkan data Lookonchain pada Senin (20/7/2026), trader dengan nama akun gud.hl tersebut sebelumnya mengambil posisi bahwa Argentina akan keluar sebagai juara turnamen.

PILDUN 2026 Argentina 20 jul

Argentina kalah 0-1 dari Spanyol setelah melalui babak perpanjangan waktu dalam pertandingan final yang berlangsung di Stadion New York–New Jersey, East Rutherford, AS.

Kontrak Kemenangan Argentina Berakhir Tanpa Nilai

Akun gud.hl dilaporkan memasang dana sekitar US$1,23 juta ketika peluang Argentina menjadi juara masih berada di kisaran 10 persen. Nilai posisi tersebut sempat meningkat seiring keberhasilan Argentina melewati fase gugur dan mencapai partai final.

Argentina mengawali fase gugur dengan mengalahkan Tanjung Verde 3-2 pada babak 32 besar. Tim asuhan Lionel Scaloni kemudian menyingkirkan Mesir dengan skor serupa pada babak 16 besar sebelum mengalahkan Swiss 3-1 di perempat final.

BACA JUGA:  Harga XRP Diramal Melesat Gila-gilaan, Siap Gusur ETH

Langkah Argentina menuju final Piala Dunia 2026 dilanjutkan melalui kemenangan 2-1 atas Inggris pada semifinal. Rangkaian hasil tersebut meningkatkan peluang pasar terhadap keberhasilan Argentina mempertahankan trofi yang sebelumnya mereka raih pada 2022.

Namun, posisi trader tersebut berbalik merugi setelah Argentina gagal menumbangkan Spanyol. Dalam mekanisme pasar prediksi, kontrak yang memilih hasil salah akan bernilai nol ketika pasar diselesaikan berdasarkan hasil resmi pertandingan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Polymarket memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berdasarkan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Harga kontrak biasanya bergerak dari hampir nol hingga US$1, mengikuti persepsi pasar terhadap peluang hasil yang dipertaruhkan.

Gol Ferran Torres Akhiri Perlawanan Argentina

Pertandingan final berlangsung ketat sejak babak pertama. Spanyol lebih dominan dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang, tetapi tidak mampu menembus pertahanan Argentina selama waktu normal.

Penjaga gawang Argentina, Emiliano Martínez, menjadi salah satu pemain paling menonjol setelah melakukan 12 penyelamatan. Penampilannya membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga pertandingan memasuki babak tambahan.

BACA JUGA:  Insider? 3 Wallet Raup Rp431 Miliar dari Taruhan Pildun 2026 di Polymarket

Situasi Argentina memburuk pada menit 90+3 ketika Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua. Gelandang tersebut diusir wasit setelah melakukan tekel keras terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsí. Argentina kemudian harus menjalani babak perpanjangan waktu dengan 10 pemain.

Spanyol akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-106. Serangan bermula dari umpan silang Pedro Porro dari sisi kanan yang diteruskan Nico Williams melalui sundulan ke area tengah kotak penalti. Ferran Torres menyambut bola dengan tendangan kaki kiri dari jarak dekat dan menaklukkan Martínez.

Argentina berupaya menyamakan kedudukan pada sisa pertandingan. Peluang terakhir diperoleh Giuliano Simeone pada menit 120+2, tetapi penyelesaiannya tidak menghasilkan gol. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Ketegangan berlanjut setelah pertandingan selesai. Leandro Paredes mendapat kartu merah setelah terlibat dalam keributan antarpemain seusai laga. Sebelumnya, Paredes juga dilaporkan telah menerima kartu kuning setelah masuk sebagai pemain pengganti, sedangkan Alexis Mac Allister memperoleh kartu kuning pada menit ke-111.

BACA JUGA:  Polisi Sita Rp 1,3 Miliar, Emas, hingga Kripto dari Sindikat Judol Batam

Kemenangan tersebut memberikan gelar Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah keberhasilan mereka pada tahun 2010. Sebaliknya, Argentina gagal menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan gelar secara beruntun.

Hasil final Piala Dunia 2026 itu sekaligus menentukan penyelesaian pasar prediksi di Polymarket. Kontrak yang memilih Spanyol sebagai juara dibayarkan penuh, sementara kontrak kemenangan Argentina kehilangan nilainya setelah hasil pertandingan ditetapkan secara resmi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait