Pergerakan terbaru Arthur Hayes kembali jadi sorotan. Setelah sempat “diam” hampir tiga bulan, ia tiba-tiba kembali masuk dan langsung menggelontorkan dana besar ke satu altcoin yang kini mulai mencuri perhatian.
Hayes Kembali Tambah Posisi HYPE
Berdasarkan data yang dibagikan Lookonchain pada Sabtu (11/04/2026), Arthur Hayes kembali membeli sekitar 26.022 token HYPE senilai US$1,1 juta atau Rp18,7 miliar. Ini menjadi aksi pembelian pertamanya setelah hampir tiga bulan tidak menambah posisi di aset tersebut.
Dengan tambahan ini, kepemilikan Hayes kini mencapai 247.334 HYPE atau sekitar US$10,44 juta. Lebih menarik lagi, posisi tersebut saat ini sudah mencatat keuntungan lebih dari US$2,5 juta.

Masuknya kembali Hayes ke HYPE bukan tanpa alasan. Dalam banyak kasus sebelumnya, langkahnya kerap menjadi “early signal” yang diikuti oleh pelaku pasar lain. Tak heran, setiap pergerakannya kini selalu berada di bawah radar investor.
Di sisi lain, akumulasi ini juga mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap potensi altcoin tersebut, terutama di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap sektor perpetual DEX.
Harga Naik, Volume Hyperliquid Ikut Meledak
Seiring dengan aksi beli yang dilakukan oleh Hayes, pergerakan HYPE juga menunjukkan kenaikan yang agresif. Dalam sepekan terakhir, token perp DEX ini tercatat melonjak lebih dari 18 persen.
Sebelumnya sempat tertahan di area US$36, kini HYPE diperdagangkan di kisaran US$42 hingga US$43. Lonjakan ini semakin memperkuat sentimen bullish yang perlahan terbentuk, sekaligus membuka peluang kelanjutan tren naik.
Namun, bukan hanya harga yang menjadi sorotan. Dari sisi fundamental, data dari DefiLlama menunjukkan bahwa HYPE kini menempati posisi teratas dalam volume transaksi 30 hari terakhir, dengan angka mencapai US$195 miliar.
Capaian tersebut bahkan meninggalkan jauh para pesaingnya seperti Aster dan Lighter. Dominasi ini menegaskan bahwa likuiditas dan aktivitas perdagangan HYPE sedang berada di level yang sangat tinggi.

Efek ETF dan Sinyal Besar dari Institusi
Di balik pergerakan ini, ada katalis lain yang turut memperkuat narasi. Salah satunya adalah kabar pengajuan produk ETF Hyperliquid oleh Bitwise.
Kabar ini menjadi indikasi bahwa minat institusi terhadap Hyperliquid mulai meningkat. Jika disetujui, ETF tersebut berpotensi membuka pintu lebih lebar bagi investor tradisional untuk masuk ke pasar kripto.
Lebih jauh lagi, narasi ETF sering kali menjadi pemicu utama dalam siklus kenaikan harga aset digital. Pola ini sebelumnya sudah terlihat pada sejumlah aset besar, yang melonjak setelah mendapat eksposur institusional.
Melihat kombinasi antara akumulasi oleh crypto whale, lonjakan volume, serta dorongan sentimen dari ETF, langkah Hayes tampaknya bukan sekadar spekulasi. Ini bisa menjadi sinyal awal bahwa sesuatu yang lebih besar sedang dibangun di balik layar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



