Arthur Hayes kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah melakukan perombakan besar pada portofolio investasinya.
Berdasarkan data Lookonchain, Pendiri BitMEX tersebut tercatat menjual sejumlah aset DeFi, yakni token PENDLE, ENA dan LDO, lalu mengalihkan dana hasil penjualan tersebut untuk membeli token HYPE dalam jumlah signifikan.

Berdasarkan data tersebut, Arthur Hayes telah membeli sekitar 57.881 token HYPE dengan nilai sekitar US$1,91 juta, setara Rp31,5 miliar.
Dengan transaksi ini, total kepemilikan HYPE milik Arthur Hayes kini mencapai sekitar 131.807 token, dengan estimasi nilai pasar lebih dari US$4,33 juta. Aktivitas ini terjadi dalam kurun waktu satu hari dan langsung menarik perhatian pelaku pasar global.
Pergerakan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar kripto yang masih tinggi. Saat ini, harga HYPE tercatat berada di kisaran US$33,57 per token, dengan kenaikan 1,18 persen dalam 24 jam terakhir dan menguat 8,51 persen dalam sepekan terakhir.
Langkah Arthur Hayes melepas token DeFi dan memusatkan investasi pada HYPE dinilai sebagai bagian dari strategi rotasi aset yang kerap ia lakukan. Sepanjang kariernya, Arthur Hayes dikenal aktif memanfaatkan momentum pasar dengan memindahkan dana ke sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan baru.
Data Blockchain Soroti Rotasi Portofolio Arthur HayesÂ
Data on-chain menunjukkan bahwa penjualan PENDLE, ENA dan LDO dilakukan secara bertahap sebelum Arthur Hayes mengakumulasi HYPE. Transaksi tersebut dilakukan melalui beberapa dompet yang terafiliasi dengannya, lalu dikonsolidasikan untuk pembelian token HYPE di pasar terbuka.
Langkah ini memperlihatkan perubahan fokus dari sektor DeFi, seperti liquid staking dan yield farming, menuju aset yang saat ini tengah menjadi perhatian investor. Token LDO, ENA dan PENDLE sebelumnya dikenal sebagai bagian penting dari ekosistem DeFi. Namun, Arthur Hayes memilih untuk mengurangi eksposurnya pada sektor tersebut.
Analisis Harga dan Prospek HYPE
Dari sisi teknikal, analis GainMuse menilai bahwa struktur pergerakan HYPE saat ini masih berada dalam tekanan. Menurutnya, tekanan jual masih mendominasi karena harga gagal merebut kembali area resistance kunci.

HYPE masih bergerak di bawah garis resistance menurun, dengan pola lower high yang menunjukkan lemahnya permintaan saat terjadi rebound. Selama harga masih tertahan di bawah zona breakdown, risiko penurunan menuju area support berikutnya dinilai masih terbuka.

Sementara itu, analis Knight melihat peluang berbeda. Ia menilai bahwa HYPE masih berpotensi melanjutkan reli apabila mampu bertahan di atas area support utama. Dalam skenario tersebut, harga HYPE berpeluang naik menuju kisaran US$50, bahkan berpotensi melejit hingga di atas US$60.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



