Arthur Hayes Ramal Harga Ethereum Bisa Naik ke US$5.000, Ini Pendorongnya

Pendiri BitMEX dan investor kripto ternama, Arthur Hayes, meramal harga Ethereum bisa melejit hingga 100 persen dari level saat ini. Menariknya, proyeksi tersebut bukan sekadar analisis teknikal, melainkan pada narasi yang jauh lebih besar.

Robinhood Buka Narasi Baru untuk Ethereum

Ramalan Hayes soal harga ETH yang melesat ke US$5.000 muncul setelah Robinhood memilih Ethereum sebagai lapisan keamanan utama. Keputusan itu dinilai penting karena datang dari pemain besar yang menjembatani pasar tradisional dan aset digital.

“Robinhood Chain memilih Ethereum sebagai lapisan keamanan untuk blockchain-nya sendiri. Robinhood telah memulai narasi baru bagi Ethereum,” ujar Hayes dalam konferensi EastPoint: Seoul 2026, sebagaimana dikutip dari Bloomingbit pada Senin (28/09/2026).

Menurut Hayes, langkah Robinhood bisa menjadi validasi bagi Ethereum di mata institusi lain. Perusahaan besar kini memiliki contoh nyata ketika mempertimbangkan blockchain mana yang akan digunakan untuk membangun produk tokenisasi.

Citi: Tokenisasi Bukan Lagi Eksperimen, Adopsi Institusi Mulai Nyata

Hal itu membuat posisi Ethereum perlahan bergeser. Jaringan tersebut tidak lagi hanya dipandang sebagai rumah bagi aset kripto dan DeFi, tetapi juga mulai dilirik sebagai fondasi infrastruktur keuangan berbasis blockchain.

BACA JUGA:  Tom Lee Prediksi Kripto Bakal Sangat Bullish dalam 12 Bulan ke Depan

Jika tren tersebut berlanjut, Hayes melihat efek berantai yang lebih besar. Semakin banyak institusi memilih Ethereum, semakin kuat pula narasi bahwa jaringan ini dapat menjadi salah satu tulang punggung tokenisasi institusional.

Tokenisasi RWA Tak Lagi Sekadar Narasi

Narasi itu datang ketika pasar RWA memang sedang tumbuh pesat. Data RWA.xyz per Selasa (29/09/2026) mencatat distributed asset value mencapai US$38,55 miliar, dengan jumlah holder menembus sekitar 4,8 juta.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Perubahannya juga terlihat dari aktivitas pasar. Volume bulanan tokenized equities melonjak dari sekitar US$237 juta pada Januari menjadi US$7,9 miliar pada Agustus, menunjukkan penggunaan aset tokenisasi bergerak semakin aktif.

Peningkatan Valuasi Pasar RWA - RWA.xyz
Peningkatan Valuasi Pasar RWA – RWA.xyz

Robinhood sendiri sudah membuktikan bahwa permintaan tersebut bukan sekadar teori. Pada awal September, Robinhood Stock Tokens mencatat sekitar 862.800 holder, menyalip Binance bStocks yang berada di kisaran 827.200 holder.

Skalanya kini meluas ke berbagai bentuk aset dan fungsi. Binance bahkan menyebut RWA memasuki “Activation Era”, ketika tokenisasi digunakan untuk perdagangan, pinjaman, hingga pasar kolateral secara on-chain.

BACA JUGA:  Serangan Hantam Blink Wallet, Puluhan Akun Bitcoin Custodial Dikuras

Arus institusional juga terlihat jelas. ECB mulai mempersiapkan investasi dananya ke sekuritas tokenisasi, sementara ARK Invest membawa ARK Venture Fund senilai US$1,3 miliar ke jaringan Ethereum.

Di sektor perbankan, IBM dan Swift juga memperluas eksperimen tokenized deposit yang melibatkan 17 bank. Perkembangan ini membuat blockchain semakin dekat dengan jalur yang selama ini dipakai sistem keuangan tradisional.

Tom Lee Melihat Peluang Harga ETH Melaju Lebih Tinggi

Menariknya, Arthur Hayes bukan satu-satunya yang melihat peluang besar Ethereum. Chairman BitMine, Tom Lee, menilai prospek ETH kini jauh lebih kuat setelah bergerak dalam fase konsolidasi sekitar lima tahun.

Dalam wawancara dengan Coinage pada Rabu (23/09/2026), Lee menyoroti tokenisasi sebagai salah satu perubahan paling penting. Menurutnya, peluangnya besar bukan hanya karena ukuran pasar, tetapi juga inovasi yang bisa dibawanya.

Robinhood menjadi salah satu contoh penting. Lee menilai keputusan perusahaan tersebut membangun di Ethereum menunjukkan bahwa jaringan ini dipilih karena faktor keamanan, likuiditas, dan kesiapan infrastrukturnya.

BACA JUGA:  Apa Itu THORChain yang Dipakai Peretas Bitget untuk Mencuci Uang?

Namun, tokenisasi bukan satu-satunya katalis. Lee melihat regulasi yang semakin mendukung, stablecoin, pembayaran on-chain, adopsi institusi, hingga AI dapat membawa kelompok pengguna baru masuk ke ekosistem kripto.

“Apakah Ethereum bisa mencapai titik tertinggi sepanjang masa tahun ini? Tentu saja,” ujar Lee. Ia melihat US$3.000 sebagai target jangka dekat, sebelum ETH berpeluang menembus US$5.000 dan bergerak lebih tinggi.

17 Bank Uji Deposit Tokenisasi di Blockchain Swift, Era Baru Dimulai?

Pandangan Lee memperkuat tesis Hayes bahwa cerita Ethereum kali ini bergerak melampaui spekulasi harga. Jika tokenisasi terus berkembang dan institusi mengadopsinya, ETH bisa menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan dari perubahan tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait