Arthur Hayes Sebut Altcoin Ini Bisa Naik 10x, Apa Alasannya?

Arthur Hayes kembali melempar prediksi berani ke pasar. Kali ini, bukan Bitcoin yang menjadi sorotan, melainkan Ethena (ENA), altcoin yang menurutnya punya peluang naik hingga 10 kali lipat.

Prediksi tersebut muncul dalam esai terbarunya, Yen-quake, yang dipublikasikan pada Selasa (11/08/2026). Hayes menghubungkan prospek ENA dengan perubahan likuiditas dolar hingga kemungkinan perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat dan Jepang.

Harga ENA Ambruk, Hayes Sebut Potensinya Belum Habis

Hayes melihat Ethena sedang berada dalam kondisi yang cukup tertekan. Harga ENA telah turun lebih dari 90 persen dari puncaknya, sementara pasokan USDe yang beredar menyusut sekitar 75 persen.

Harga Ethena (ENA) - CoinMarketCap
Harga Ethena (ENA) – CoinMarketCap

Pelemahan itu salah satunya berkaitan dengan menurunnya basis yield Bitcoin. Kondisi tersebut membuat imbal hasil memegang USDe hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan T-bill, sehingga daya tariknya ikut menurun.

Alhasil, investor harus menanggung risiko bursa terpusat dan smart-contract tanpa memperoleh selisih imbal hasil yang terlalu menarik. Situasi ini kemudian ikut menekan permintaan terhadap USDe.

Meski begitu, Hayes justru melihat kondisi terpuruk tersebut sebagai peluang apabila likuiditas pasar kembali meningkat. Ia menempatkan ENA sebagai salah satu altcoin dengan potensi kenaikan paling agresif dalam skenarionya.

BACA JUGA:  NYSE Siapkan Platform Blockchain untuk Saham dan Aset Tokenisasi

“Selanjutnya adalah aset yang sedang terpuruk dan bisa dengan mudah naik 5 atau bahkan hingga 10 kali lipat. Itu adalah altcoin Ethena (ENA),” tulis Hayes dalam esainya.

Menurutnya, kenaikan tersebut bahkan tidak membutuhkan perubahan ekstrem. Pertumbuhan likuiditas dolar yang mendorong harga Bitcoin dinilai dapat meningkatkan basis yield dan pada akhirnya menarik modal kembali menuju ekosistem USDe.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Likuiditas Dolar Jadi Kunci di Balik Prediksi Ethena

Dari sinilah tesis Hayes mulai melebar ke kondisi makro. Optimismenya terhadap altcoin ENA bertumpu pada kemungkinan AS dan Jepang menggunakan mekanisme FIMA untuk memperkuat yen tanpa menjual US Treasury secara langsung.

Dalam skenario tersebut, Kementerian Keuangan Jepang dapat menjaminkan US Treasury kepada The Fed, memperoleh pinjaman dolar, kemudian menjual dolar AS tersebut untuk membeli yen di pasar valuta asing.

Hayes memperkirakan pemerintah Jepang dan GPIF memiliki US$1,373 triliun US Treasury. Besarnya aset tersebut membuat potensi perubahan fasilitas FIMA menjadi bagian penting dalam skenario likuiditas yang ia susun.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 11 Agustus 2026: OP, JTO, PNUT, WLD dan ARB Punya Jalan Terbuka untuk Terbang
Mekanisme FIMA Yen - Arthur Hayes
Mekanisme FIMA Yen – Arthur Hayes

Bagi Hayes, dampaknya juga tidak berhenti pada penguatan yen. Bertambahnya dolar melalui fasilitas tersebut berpotensi memperbesar neraca The Fed sekaligus menciptakan likuiditas baru bagi pasar keuangan.

“Semakin banyak mereka mencetak uang, semakin tinggi Bitcoin bergerak,” tulis Hayes, menggambarkan hubungan yang ia yakini antara ekspansi likuiditas dolar dan kenaikan aset kripto terbesar tersebut.

Jika Bitcoin kemudian ikut terdorong, efeknya menurut Hayes dapat merembet ke aset kripto dengan potensi beta lebih tinggi. Selain ENA, ia juga menyoroti Ethereum (ETH) sebagai aset yang cukup menarik.

Hayes Sebut ENA Bisa Naik Cepat, tetapi Belum All-In

Di antara pilihan tersebut, Hayes menilai Ethereum memiliki narasi kuat karena berpotensi menjadi lapisan keamanan bagi aset dunia nyata atau RWA. Namun, untuk potensi kenaikan lebih eksplosif, pilihannya tetap jatuh kepada ENA.

Alasannya kembali bermuara pada USDe. Jika Bitcoin naik akibat bertambahnya likuiditas dolar, basis yield berpotensi ikut melonjak sehingga USDe kembali menawarkan imbal hasil yang lebih kompetitif bagi pelaku pasar.

BACA JUGA:  Harga XRP Simpan Potensi Ledakan Besar, Pola 8 Tahun Ini Kembali Aktif

Kondisi tersebut dapat membuka jalan bagi masuknya kembali modal ke USDe. Dengan harga ENA yang sudah terkoreksi sangat dalam, Hayes menilai ruang pemulihannya menjadi jauh lebih besar.

“Tidak dibutuhkan banyak untuk mengangkat ENA dari keterpurukannya, dan itulah mengapa token ini menjadi pilihan saya untuk kenaikan cepat lima kali lipat,” tulisnya.

Kendati demikian, Hayes belum sepenuhnya yakin. Ia mengaku masih mempertahankan sebagian saldo dolar sambil menunggu perubahan aturan FIMA benar-benar dilakukan oleh otoritas terkait.

Arthur Hayes Jagokan Altcoin Ini Jika Krisis AI Terjadi

Dengan begitu, potensi kenaikan altcoin ENA hingga 10 kali lipat masih bergantung pada rangkaian asumsi makro tersebut. Hayes sendiri menegaskan pandangannya bersifat pribadi dan bukan rekomendasi untuk mengambil keputusan investasi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait