Arthur Hayes Sebut Bessent “Yellen 2.0”, Bitcoin Bakal Diuntungkan?

Harga Bitcoin kembali melaju hingga menembus US$80.000, setelah sebelumnya cukup lama tertahan di kisaran US$60.000 hingga US$65.000. Menurut Arthur Hayes, kenaikan ini masih punya ruang untuk berlanjut.

Arthur Hayes Samakan Bessent dengan Janet Yellen

Dalam artikel yang dipublikasikan pada Selasa (25/08/2026), Arthur Hayes menyoroti Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan menyamakannya dengan pendahulunya, Janet Yellen, meski gaya komunikasi keduanya terlihat cukup berbeda.

Menurut Hayes, kemiripan antara keduanya mulai terlihat ketika pasar obligasi bergejolak. Baik Yellen maupun Bessent sama-sama dinilai mencari cara agar imbal hasil Treasury tidak melonjak terlalu tinggi.

“Bad Gurl Yellen dan Buffalo Bill Bessent pada dasarnya sama, meski retorika mereka sebelum menjabat berbeda,” tulis Hayes. Menurutnya, tekanan fiskal pada akhirnya mendorong keduanya mengambil pendekatan yang serupa.

Hayes menyoroti yield Treasury AS tenor 10 tahun di sekitar 5 persen sebagai level penting. Angka ini sensitif karena menjadi acuan bagi hipotek, obligasi korporasi, hingga berbagai jenis utang konsumen.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Stabil usai FOMC, Bisakah Reli ke US$70.000 Berlanjut?
Yield Treasury AS - Arthur Hayes
Yield Treasury AS – Arthur Hayes

Ketika yield bertahan terlalu tinggi, biaya pinjaman membengkak dan aktivitas ekonomi berisiko melambat. Karena itu, Hayes melihat pemerintah memiliki alasan untuk menahan lonjakannya melalui berbagai instrumen likuiditas.

Pola Yellen pada 2023 Kini Mulai Terulang

Hayes kemudian menarik garis ke akhir 2023, ketika Yellen meningkatkan penerbitan Treasury bills dibandingkan obligasi tenor panjang. Strategi itu mendorong dana pasar uang keluar dari fasilitas reverse repo milik The Fed.

Menurut perhitungannya, saldo reverse repo turun dari sekitar US$2,5 triliun menjadi US$100 miliar ketika Bessent mulai menjabat pada Januari 2025. Artinya, sekitar US$2,4 triliun kembali mengalir ke pasar.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Likuiditas tersebut, menurut Hayes, ikut mendorong Nasdaq dan Bitcoin, meski suku bunga The Fed tetap tinggi. Ia melihatnya sebagai contoh stimulus yang muncul tanpa harus memangkas suku bunga secara langsung.

“Bitcoin bangkit dari titik terendahnya setelah Yellen mengumumkan skema pencetakan uang. Saya memperkirakan hal serupa akan terjadi setelah Bessent menunjukkan keyakinannya untuk mengikuti jejak pendahulunya,” tambahnya.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Akan Masuki Fase Kritis? Bottom Besar Bisa Terjadi pada Oktober 2026
Chart Likuiditas The Fed, Yield, dan Indeks Saham AS - Arthur Hayes
Chart Likuiditas The Fed, Yield, dan Indeks Saham AS – Arthur Hayes

Sinyal awalnya terlihat pada 19 Agustus, ketika Bessent mengumumkan peningkatan buyback obligasi jangka panjang untuk kuartal fiskal berikutnya. Yield sempat turun, sementara pergerakan harga Bitcoin kemudian menguat selama dua hari.

Bitcoin Diuntungkan, tetapi Jalannya Tak Lurus

Masalahnya, efek awal kebijakan tersebut cepat memudar. Hayes mencatat yield Treasury AS tenor 10 tahun kembali naik melampaui level sebelum pengumuman, menunjukkan tambahan buyback sekitar US$20 miliar belum cukup besar.

Dengan total utang AS yang menurut Hayes telah mencapai sekitar US$40 triliun, tambahan pembelian tersebut dinilai terlalu kecil untuk mengubah arah pasar atau menekan yield secara signifikan.

Ia melihat skenario bullish bagi Bitcoin terjadi jika Bessent berani menerapkan buyback tanpa batas ketika yield 10 tahun menembus 5 persen, mirip intervensi pasar obligasi ala Bank of Japan.

BACA JUGA:  Ada yang Aneh di Balik Turunnya Harga Bitcoin, Analis Soroti Skenario Ini

Namun, Hayes menilai skenario yang lebih realistis adalah peningkatan buyback secara bertahap, sambil memanfaatkan fasilitas lain, termasuk potensi penggunaan Treasury General Account yang menyimpan sekitar US$1 triliun.

“Entah Bessent menggelontorkan likuiditas dengan cepat atau perlahan, Bitcoin akan terus melanjutkan relinya. Volatilitas akan meningkat, jadi meski grafik terlihat bergerak naik, bukan berarti tidak akan ada koreksi kecil,” tegasnya.

Pergerakan Bitcoin vs Imbal Hasil Obligasi AS - Arthur Hayes
Pergerakan Bitcoin vs Imbal Hasil Obligasi AS – Arthur Hayes

Dengan harga Bitcoin kini berada di sekitar US$80.000, tesis Hayes menempatkan likuiditas dolar AS sebagai salah satu bahan bakar utama berikutnya. Jika Bessent benar-benar menjadi “Yellen 2.0”, pasar kripto berpotensi kembali mendapat dorongan besar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait