Arthur Hayes: The Fed Bisa Cetak Uang untuk Biayai Konflik AS–Iran

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memantik spekulasi arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menilai konflik yang melibatkan AS dan Iran berpotensi mendorong The Fed kembali melonggarkan kebijakan moneternya. 

Konflik Timur Tengah dan Pelonggaran Kebijakan Moneter

Co-founder BitMEX, Arthur Hayes, dalam blog yang dipublikasikan pada Senin (02/03/2026), menyebut bahwa setiap presiden AS sejak 1985 yang terlibat aksi militer di Timur Tengah hampir selalu diikuti pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve.

Ia mencontohkan Perang Teluk 1990, perang melawan terorisme pasca-11 September 2001, serta lonjakan pasukan di Afghanistan pada 2009. Pada periode-periode itu, bank sentral AS memangkas suku bunga atau memperluas suplai uang untuk membiayai konflik.

Bitcoin Rebound ke US$68.000 Usai Laporan Wafatnya Pemimpin Iran

IKLAN
Chat via WhatsApp

Menurut Hayes, pola tersebut menunjukkan bahwa tekanan geopolitik berujung pada kebijakan moneter yang lebih longgar demi menjaga stabilitas fiskal dan ekonomi domestik, dan kali ini berpotensi terulang pada era pemerintahan Trump.

BACA JUGA:  Arthur Hayes Lepas Token Ini Demi Borong HYPE Rp31,5 Miliar

“Semakin lama Trump terlibat dalam aktivitas nation-building Iran yang sangat mahal, semakin besar kemungkinan The Fed menurunkan harga uang dan meningkatkan jumlahnya untuk mendukung ambisi geopolitik terbaru,” tulis Hayes.

Pernyataan itu mencuat setelah akhir pekan lalu Israel dan AS melancarkan serangan udara ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei. Presiden Donald Trump disebut akan terus melanjutkan operasi tersebut.

Strategi “Wait and See” dan Momentum Kripto

Meski melihat potensi pelonggaran moneter oleh pemerintah AS, Hayes tidak serta-merta mendorong aksi agresif di pasar. Ia justru menyarankan pendekatan “wait and see” untuk menunggu arah tren selanjutnya.

“Kita tidak tahu berapa lama Trump bersedia menggelontorkan miliaran hingga triliunan dolar untuk membentuk ulang politik Iran sesuai keinginannya, atau seberapa tekanan geopolitik dan pasar yang bisa ia toleransi. Langkah bijak adalah menunggu dan melihat,” ujarnya.

Suku Bunga The Fed saat Konflik Terjadi - Maelstrom.
Suku Bunga The Fed saat Konflik Terjadi – Maelstrom.

Namun, ia menambahkan bahwa momen terbaik untuk “memborong Bitcoin dan altcoin berkualitas” adalah segera setelah The Fed memangkas suku bunga atau kembali mencetak uang demi mendukung agenda pemerintah di Iran.

BACA JUGA:  Arthur Hayes Spill Isi Portonya, Kripto Masih Jadi Andalan

Dalam beberapa bulan terakhir, pendiri BitMEX tersebut juga melontarkan sejumlah teori terkait arah kebijakan The Fed. Ia menilai pelonggaran bisa terjadi dalam berbagai skenario tekanan ekonomi.

Hayes sempat menyinggung kemungkinan quantitative easing akibat krisis obligasi Jepang, penggunaan alat likuiditas baru seperti Reserve Management Purchases, hingga potensi krisis kredit yang dipicu disrupsi kecerdasan buatan.

Pasar Tenang Meski Isu Perang Dunia III Menguat

Di media sosial kripto, sentimen “Perang Dunia III” sempat melonjak usai serangan Israel–AS ke Iran. Data Santiment mencatat lonjakan percakapan, meski skalanya masih lebih rendah dibanding Juni 2025 saat konflik 12 hari pecah akibat serangan ke fasilitas nuklir Iran.

Topik Perang Dunia III di Media Sosial Crypto - Santiment
Topik Perang Dunia III di Media Sosial Crypto – Santiment

The Kobeissi Letter menilai reaksi pasar tetap relatif terkendali dan belum mencerminkan eskalasi besar. Hal itu terlihat dari kontrak berjangka saham AS yang hanya melemah tipis pada awal perdagangan.

BACA JUGA:  Pasal Apa yang Disorot dalam Kasus Timothy Ronald–Kalimasada?

Harga minyak yang melonjak juga telah memangkas hampir setengah kenaikan awalnya. Sementara itu, Bitcoin kembali turun ke bawah US$66.000 setelah sempat rebound ke US$68.000 menyusul kabar terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Kondisi ini menunjukkan pasar global masih memandang konflik sebagai risiko terukur, bukan krisis besar. Namun, jika biaya perang membengkak dan tekanan fiskal meningkat, pelonggaran moneter seperti yang diprediksi Hayes bisa saja terjadi.

Bagi investor kripto, arah kebijakan Federal Reserve kembali menjadi faktor penting yang perlu dipantau. Di tengah ketidakpastian geopolitik, likuiditas tetap menjadi bahan bakar utama pasar aset digital.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia