Arus Bitcoin dari penambang ke Binance telah melonjak tajam hingga menembus 21.000 BTC pada 18 Mei 2026.
Data on-chain dari analis Amr Taha di CryptoQuant menunjukkan lonjakan tersebut menjadi kali kedua sepanjang tahun ini ketika inflow atau arus masuk dari penambang Bitcoin ke Binance berhasil melewati level 20.000 BTC.
Pergerakan itu langsung memicu perhatian pelaku pasar karena transfer besar dari penambang Bitcoin ke bursa umumnya sering dikaitkan dengan potensi tekanan jual.
Namun berbeda dari pola bearish ekstrem yang biasa muncul setelah inflow besar penambang, harga Bitcoin kali ini justru tidak mengalami breakdown tajam meski pasokan BTC di Binance terus meningkat.
Transfer Besar Penambang Bitcoin Belum Picu Kepanikan Pasar
Dalam laporannya, Amr Taha menilai fokus utama pasar saat ini bukan sekadar besarnya aliran BTC dari penambang Bitcoin, melainkan bagaimana harga merespons tekanan pasokan tersebut. Menurutnya, Bitcoin sejauh ini masih mampu bertahan meski Binance menerima transfer besar dari wallet miner.
“Biasanya deposit besar dari penambang ke bursa dianggap sebagai sinyal potensi tekanan jual,” ujar Amr Taha.

Ia menjelaskan bahwa penambang Bitcoin umumnya memindahkan aset ke bursa ketika bersiap menjual sebagian kepemilikan guna menutup biaya operasional seperti listrik dan perangkat mining. Namun kali ini, respons pasar justru terlihat lebih stabil dibanding beberapa periode tekanan sebelumnya.
“Yang penting kali ini bukan hanya ukuran arus masuk, tetapi bagaimana reaksi Bitcoin setelahnya,” tambah Amr Taha.
Data on-chain memperlihatkan beberapa lonjakan inflow penambang Bitcoin ke Binance pada periode sebelumnya justru muncul di dekat area local bottom atau menjelang pergerakan naik harga. Dalam sejumlah kasus lain, tekanan turun yang terjadi juga relatif terbatas dan tidak berkembang menjadi aksi jual agresif berkepanjangan.

Selain itu, cadangan Bitcoin di Binance juga mengalami kenaikan signifikan. Data Multi Exchange Reserve BTC menunjukkan cadangan Bitcoin Binance naik dari sekitar 618.600 BTC pada 6 Mei menjadi sekitar 634.000 BTC pada 26 Mei, atau bertambah sekitar 15.400 BTC dalam waktu kurang dari tiga minggu.
“Pasar memang sedang menghadapi tambahan pasokan dari penambang, tetapi sejauh ini reaksinya belum menunjukkan forced selling yang mendominasi,” ujar Amr Taha.
Meski begitu, ia tetap mengingatkan bahwa kenaikan cadangan bursa masih dapat berubah menjadi risiko apabila demand mulai melemah atau penambang Bitcoin terus mengirim BTC dalam jumlah besar ke platform trading.
Support US$75.000 Masih Jaga Peluang Rebound
Di tengah meningkatnya arus penambang Bitcoin ke Binance, analis teknikal GainMuse melihat Bitcoin masih memiliki peluang recovery selama support utama berhasil dipertahankan.
Dalam analisis terbarunya, BTC disebut sedang bergerak di kisaran US$75.600 setelah memantul dari area bawah ascending channel di sekitar US$74.500 hingga US$75.000.

Menurut GainMuse, struktur ascending channel yang lebih luas masih membuka ruang rebound apabila buyer mampu merebut kembali area resistance US$78.000 hingga US$79.000.
Jika level tersebut berhasil ditembus, Bitcoin dinilai memiliki peluang melanjutkan kenaikan menuju area atas channel di atas US$84.000.
Ia juga menyoroti kondisi makro global yang mulai sedikit membaik untuk aset berisiko. Pasar saham global menguat, harga minyak melemah, dan yield obligasi AS tenor 10 tahun turun ke 4,47 persen setelah pasar memantau kelanjutan gencatan senjata rapuh AS dan Iran.
Meski demikian, GainMuse menilai pasar masih menunggu data inflasi PCE AS berikutnya sehingga Bitcoin tetap membutuhkan reclaim resistance yang bersih sebelum momentum bullish benar-benar kembali dominan.
Bitcoin Masih Rawan Tekanan Bearish
Sementara itu, analis teknikal CryptoZ melihat Bitcoin masih belum menunjukkan struktur bullish yang benar-benar kuat. Dalam grafik yang dibagikannya, BTC tampak beberapa kali gagal mencetak higher high baru setelah sebelumnya membentuk lower high berulang kali.

Saat ini harga Bitcoin kembali mencoba reclaim area pembukaan mingguan (weekly open) setelah sempat ditutup di bawah level tersebut. Area US$76.300 hingga US$77.000 kini menjadi zona penting yang dipantau pelaku pasar karena mencakup monthly open dan weekly open.
CryptoZ menilai peluang rebound masih terbuka apabila Bitcoin mampu mempertahankan acceptance di atas area tersebut. Jika berhasil, BTC diperkirakan dapat kembali menguji resistance utama di kisaran US$79.000 hingga US$79.600 yang sebelumnya menjadi supply zone penting sekaligus area rejection terakhir sebelum harga melemah.
Namun di sisi lain, ia juga memperingatkan risiko tekanan bearish lanjutan apabila Bitcoin kembali gagal breakout di atas lower high sebelumnya. Dalam skenario itu, BTC berpotensi turun memburu likuiditas di bawah low terdekat dengan target support berikutnya berada di area US$74.200 hingga US$74.500.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


