AS Dirumorkan Akan Sita 600 Ribu Cadangan Bitcoin Venezuela

AS dirumorkan tengah mengincar dan akan menyita hingga 600.000 cadangan Bitcoin Venezuela, menyusul beredarnya laporan intelijen dan analisis pasar yang menyebut negara tersebut memiliki apa yang disebut sebagai Bitcoin Shadow Reserves.

Berdasarkan pandangan anggota komunitas ternama di Reddit, Serenity, skala aset yang dibicarakan sangat besar, diperkirakan bernilai lebih dari US$60 miliar, dan berpotensi memengaruhi dinamika pasokan Bitcoin global jika benar-benar dibekukan atau disita.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas AS, namun wacana dan spekuasi ini terus berkembang di kalangan pelaku pasar dan media internasional.

Rumor tersebut menguat di tengah narasi sebelumnya bahwa AS memiliki misi strategis untuk mengumpulkan cadangan Bitcoin hingga 1 juta BTC tanpa melakukan pembelian langsung di pasar terbuka. Strategi yang kerap disebutkan adalah melalui penyitaan aset digital dari berbagai kasus kejahatan, sehingga tidak membebani anggaran negara.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dalam konteks ini, cadangan Bitcoin Venezuela dipandang sebagai target potensial jika aset tersebut dapat dibuktikan berasal dari aktivitas yang melanggar hukum atau melewati yurisdiksi AS.

Mengungkap Dugaan Bitcoin US$60 Miliar Milik Presiden Venezuela!

Dugaan Bitcoin Shadow Reserves Venezuela

Istilah Bitcoin Shadow Reserves merujuk pada dugaan akumulasi Bitcoin dan aset kripto lain yang dilakukan Venezuela secara tidak resmi sejak 2018.

Berdasarkan laporan intelijen yang dikutip oleh Whale Hunting, yang ditulis oleh Bradley Hope dan Clara Preve pada 3 Januari 2026 laluu, akumulasi ini disebut bermula dari likuidasi cadangan emas di wilayah Orinoco Mining Arc dan skema gold swaps.

Sebagian hasil penjualan emas tersebut diduga dikonversi ke Bitcoin pada harga rata-rata sekitar US$5.000 per BTC, yang jika dihitung pada harga awal 2026 mendekati US$90.000 per BTC, nilainya melonjak drastis.

BACA JUGA:  CEO OKX: Crypto Crash Oktober 2025 Itu Salah Binance!

Selain emas, laporan tersebut menyebut Venezuela memanfaatkan perdagangan minyak mentah dengan penyelesaian menggunakan stablecoin, khususnya USDT. Praktik ini diklaim berkembang setelah proyek kripto nasional Petro tidak berjalan sesuai rencana.

Dalam perkembangannya, sebagian USDT tersebut diduga kembali “dicuci” ke Bitcoin, dengan pertimbangan bahwa stablecoin masih memiliki risiko pembekuan alamat.

Dari berbagai sumber akumulasi, mulai dari gold swaps periode 2018–2020, skema kripto berbasis minyak pada 2023–2025, hingga penyitaan aktivitas penambangan ilegal, total cadangan Bitcoin Venezuela diperkirakan berada di kisaran 600.000 hingga lebih dari 660.000 BTC.

cadangan bitcoin Venezuela
Sumber: Akun X Bitcoin.

Jika angka ini akurat, posisi Venezuela akan sejajar dengan pemegang Bitcoin terbesar dunia, mendekati kepemilikan korporasi global seperti Strategy dan manajer aset besar lainnya.

Namun, para analis menegaskan bahwa kepemilikan tersebut masih bersifat dugaan dan belum diverifikasi secara independen melalui data on-chain yang terbuka. Bahkan sebagian besar data merupakan data dari sumber anonim kepada media siber Whale Hunting.

BACA JUGA:  Belum Waktunya Rebound? Aksi Penambang Ungkap Arah Bitcoin Selanjutnya
Data Dugaan Venezuela punya 600 ribu BTC
Data Dugaan Venezuela punya 600 ribu BTC. Sumber: X (Serenity).

Peran Kripto dalam Ekonomi Venezuela

Dalam sebuah wawancara bersama CNBC, Venezuela digambarkan masih sangat bergantung pada minyak sebagai sumber utama pendapatan negara. Namun, di tengah tekanan sanksi ekonomi dari AS, negara tersebut mulai memanfaatkan aset kripto sebagai jalur keuangan alternatif untuk menopang perdagangan minyak dan transaksi lintas negara.

Perbincangan tersebut menekankan bahwa kripto dalam konteks ini bukanlah cadangan resmi seperti yang dimiliki bank sentral, melainkan alat praktis untuk menghindari pembatasan sistem perbankan berbasis dolar AS.

“Kripto digunakan sebagai alat transaksi dan penyimpanan nilai alternatif, bukan sebagai cadangan devisa resmi negara,” ujar seorang pembawa acara CNBC dalam wawancara tersebut.

Dalam konteks inilah muncul pembahasan bahwa pemerintah AS secara hukum berpotensi membekukan atau menyita aset kripto Venezuela, apabila aset tersebut dapat dibuktikan terkait pelanggaran sanksi, pencucian uang, atau melintasi yurisdiksi AS, sebagaimana preseden penyitaan aset digital dalam sejumlah kasus kriminal sebelumnya.

Bahkan akun X Bitcoin mengunggah pernyataan terkait itu, menyebut bahwa dugaan penyitaan Bitcoin Venezuela sebanyak itu menjadi cara yang cerdik untuk menambah cadangan BTC bagi sebuah negara.

Dampak Potensial bagi Pasar Bitcoin Global

Rumor mengenai penyitaan cadangan Bitcoin Venezuela memunculkan perbandingan dengan peristiwa sebelumnya di Eropa. Pada 2024, negara bagian Saxony di Jerman melikuidasi sekitar 50.000 BTC, yang kala itu memicu koreksi pasar hingga 15–20 persen dan menciptakan sentimen bearish selama beberapa pekan.

BACA JUGA:  Analisis Altcoin Hari Ini: ETH, AVAX, SUI, DOT dan FIL di Titik Penentuan

Skala yang kini dibicarakan, sekitar 600.000 BTC, disebut lebih dari 12 kali lipat dari penjualan tersebut dan setara hampir 3 persen dari pasokan Bitcoin yang beredar.

Meski demikian, sejumlah analis menilai kemungkinan terbesar bukanlah penjualan cepat, melainkan pembekuan aset dalam jangka panjang. Jika Bitcoin tersebut benar-benar akan atau sudah disita, aset tersebut berpotensi menjadi frozen assets yang tersangkut proses hukum bertahun-tahun, atau bahkan dialihkan menjadi cadangan strategis AS.

Dalam kedua skenario tersebut, pasokan likuid Bitcoin di pasar akan berkurang secara signifikan, sementara volatilitas jangka pendek diperkirakan meningkat seiring ketidakpastian.

Pasar kini menanti kejelasan lebih lanjut terkait kebenaran dan status cadangan Bitcoin Venezuela. Selama belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS atau bukti teknis yang dapat diverifikasi, isu ini masih akan berada di ranah rumor.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia