10 Aset Kripto untuk Staking Terbaik Tahun 2026!

Tidak semua cryptocurrency bisa di-stake. Hanya blockchain yang menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-Stake (PoS) atau turunannya yang memungkinkan kamu mendapatkan reward dengan mengunci aset. Berdasarkan data Staking Rewards, berikut adalah rekomendasi aset kripto untuk staking di tahun 2026 yang layak kamu pertimbangkan.

BACA JUGA: 10 Platform Staking Terbaik di Indonesia: Mana yang Paling Aman?

Rekomendasi Aset Kripto Untuk Staking

Aset kripto untuk staking terbaik di 2026 adalah Ethereum, Solana, Polkadot, Cosmos, dan Avalanche karena menawarkan kombinasi menarik antara keamanan jaringan, potensi imbal hasil (APY), serta pertumbuhan ekosistem. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya:

BACA JUGA: 6 Strategi Staking untuk Pemula Buat Kamu yang Masih Bingung!

IKLAN
Chat via WhatsApp

1. Ethereum (ETH)

Ethereum (ETH) menawarkan reward sekitar 2,84 persen dengan harga di kisaran US$2.081 dan staking market cap mencapai US$76,91 miliar. Lebih dari 30 persen total suplai ETH sudah di-stake (sekitar 35–37 juta ETH), menandakan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dari investor retail maupun institusional terhadap keamanan jaringan Ethereum.

Keunggulan Ethereum ada pada reputasi dan kekuatan jaringannya, tingkat partisipasi validator mendekati 100 persen dan keamanan ekonominya pernah menembus US$150 miliar. Namun, karena banyaknya ETH yang sudah di-stake, reward menjadi semakin terkompresi sehingga APY relatif lebih rendah dibanding kompetitor.

Aset ini cocok untuk kamu yang mengutamakan stabilitas jangka panjang dibanding imbal hasil tinggi.

2. Solana (SOL)

Solana (SOL) menawarkan reward rate sekitar 6,30 persen dengan staking ratio tinggi di atas 67 persen. Staker bisa mendapatkan kombinasi inflation rewards dan MEV tips, sehingga potensi APY bisa berada di kisaran 6–9 persen tergantung kondisi jaringan.

Keunggulan Solana terletak pada fleksibilitasnya, tidak ada minimum staking, reward dibayarkan tiap epoch (sekitar 2 hari), dan tidak ada slashing otomatis. Namun, ketika kamu ingin menarik dana, perlu menunggu sekitar 2–3 hari hingga proses unstake selesai.

Solana cocok untuk kamu yang mencari keseimbangan antara APY menarik dan jaringan yang terus berkembang.

3. BNB Chain (BNB)

BNB memiliki reward rate sekitar 1,65 persen dengan staking ratio 18,86 persen dan staking market cap lebih dari US$41 miliar. BNB berjalan dengan model Proof-of-Staked-Authority (PoSA) dalam ekosistem Binance, sehingga sangat terintegrasi dengan berbagai layanan di dalamnya.

Walau APY relatif rendah, staking BNB memberikan benefit tambahan seperti diskon biaya trading dan akses ke produk yield di Binance. Risiko utamanya adalah kritik terhadap tingkat sentralisasi yang lebih tinggi dibanding blockchain lain.

BNB cocok untuk kamu yang aktif di ekosistem Binance dan ingin memaksimalkan utilitas token, bukan sekadar mengejar yield.

BACA JUGA:  Apa Itu Tokenized Stocks? Ini Cara Kerja dan Risikonya!

4. Polkadot (DOT)

Polkadot (DOT) menawarkan reward rate sekitar 11,62 persen dengan staking ratio 52,71 persen. APY Polkadot termasuk yang tertinggi di antara aset kripto terbaik untuk staking, biasanya berada di kisaran 10–14 persen tergantung partisipasi jaringan.

Polkadot dirancang sebagai jaringan multichain yang menghubungkan berbagai blockchain (parachains) dalam satu ekosistem. Sistem upgrade-nya juga bisa berjalan tanpa hard fork.

Namun, untuk staking langsung via NPoS diperlukan jumlah DOT cukup besar dan ada periode unstaking selama 28 hari. DOT cocok untuk kamu yang percaya pada masa depan konsep multi-chain dan siap mengunci dana lebih lama demi reward tinggi.

5. TRON (TRX)

TRON (TRX) memberikan reward sekitar 3,24 persen dengan staking ratio 46,63 persen. Saat kamu staking TRX, kamu juga ikut berpartisipasi dalam voting validator yang menentukan arah pengembangan jaringan.

TRON dikenal dengan biaya transaksi rendah dan adopsi tinggi untuk stablecoin seperti USDT TRC-20. Meski APY-nya tidak setinggi Polkadot atau Solana, TRX menawarkan yield yang relatif stabil dengan ekosistem aktif. Risiko utamanya adalah isu seputar tingkat desentralisasi.

TRX cocok untuk kamu yang mencari pendapatan staking steady dengan biaya transaksi murah.

BACA JUGA: Profil Justin Sun TRON: Perjalanan Karier dan Kekayaan Terbaru!

6. Cardano (ADA)

Cardano (ADA) menawarkan reward sekitar 2,27 persen dengan staking ratio di atas 55 persen, artinya lebih dari setengah suplai beredar sudah ikut mengamankan jaringan. Sekitar 20 miliar lebih ADA telah di-stake, menunjukkan tingkat partisipasi komunitas yang kuat meski APY tergolong rendah dibanding kompetitor.

Keunggulan utama Cardano adalah sistem staking-nya non-custodial dan fleksibel. ADA kamu tidak benar-benar terkunci dan tetap berada di wallet pribadi. Pendekatan pengembangan berbasis riset (peer-reviewed) membuatnya dikenal konservatif dan berhati-hati. Risiko utamanya ada pada APY yang kecil serta inflasi tahunan 2–3 persen, sehingga real yield setelah inflasi relatif tipis.

ADA cocok untuk kamu yang mengutamakan keamanan dan kontrol penuh atas aset.

7. Avalanche (AVAX)

Avalanche(AVAX) memberikan reward sekitar 6,99 persen dengan hampir 50 persen suplai beredar sudah di-stake. Rata-rata APY berada di kisaran 6,5–7,5 persen, cukup kompetitif untuk kelas blockchain layer-1. Kamu bisa staking dengan menjadi validator (butuh 2.000 AVAX) atau cukup delegasi mulai dari 25 AVAX.

Ekosistem Avalanche berkembang lewat upgrade besar seperti Avalanche9000 dan pertumbuhan DeFi yang signifikan. Namun, harga AVAX sempat mengalami penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir, dan periode unstaking bisa mencapai 4 minggu. AVAX cocok untuk kamu yang percaya pada pertumbuhan subnet dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

8. Cosmos (ATOM)

Cosmos (ATOM) dikenal sebagai salah satu aset kripto terbaik untuk staking dari sisi APY, dengan reward rate mencapai sekitar 20 persen. Staking ratio-nya juga tinggi (lebih dari 60 persen), menunjukkan kepercayaan komunitas terhadap ekosistemnya.

Cosmos mengusung konsep “Internet of Blockchains”, memungkinkan berbagai blockchain saling terhubung dan berkomunikasi. APY tinggi memang menarik, tetapi ada periode unbonding sekitar 21 hari serta risiko volatilitas harga dan performa validator.

ATOM cocok untuk kamu yang agresif dan fokus pada yield tinggi dengan keyakinan pada masa depan interoperabilitas blockchain.

BACA JUGA: Proof-of-Work vs Proof-of-Stake, Mana yang Lebih Cuan?

9. Polygon (POL/MATIC)

Polygon (POL/MATIC) menawarkan reward sekitar 3,82 persen dengan staking ratio sekitar 21 persen. Sebagai solusi scaling untuk Ethereum, Polygon berfokus pada biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi, sambil tetap kompatibel dengan ekosistem Ethereum.

Staking bisa dilakukan melalui dashboard resmi, validator node, atau exchange. Kelebihannya ada pada integrasi kuat dengan Ethereum dan adopsi enterprise yang cukup luas. Namun, APY tergolong moderat dan Polygon menghadapi persaingan ketat dari solusi layer-2 lain.

Polygon cocok untuk kamu yang ingin exposure ke ekosistem Ethereum dengan risiko relatif lebih rendah.

10. Tezos (XTZ)

Tezos (XTZ) menawarkan reward sekitar 8,19 persen dengan staking ratio lebih dari 60 persen. Dalam ekosistem Tezos, staking disebut “baking”, di mana kamu bisa mendelegasikan token atau menjalankan validator sendiri.

Tezos dikenal karena sistem governance on-chain yang memungkinkan upgrade tanpa hard fork. APY-nya cukup menarik dengan mekanisme lock-up yang moderat. Namun, kapitalisasi pasarnya lebih kecil dibanding kompetitor besar dan tingkat adopsinya relatif lambat.

XTZ cocok untuk kamu yang menghargai governance aktif dan model blockchain yang bisa beradaptasi tanpa konflik jaringan.

BACA JUGA:  7 Prompt ChatGPT Terbaru 2026 untuk Trading Kripto, Wajib Coba!

Ringkasan Perbandingan Aset Kripto Untuk Staking

Setelah memahami karakteristik masing-masing aset kripto untuk staking, mulai dari reward rate, staking ratio, hingga tingkat risiko, sekarang saatnya kamu melihat gambaran besarnya dalam satu tampilan yang lebih ringkas.

Tabel berikut akan membantu kamu membandingkan aset kripto terbaik untuk staking secara cepat dan objektif, sehingga lebih mudah menentukan mana yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu.

AsetAPYStaking RatioStaking MCRisikoCocok Untuk
ATOM20,07 persen61,46 persenUS$639MMediumAPY hunter
DOT11,62 persen52,79 persenUS$1,2BMediumMulti-chain believer
AVAX6,99 persen49,6 persenUS$2,17BMedium-HighRWA enthusiast
SOL6,29 persen67,42 persenUS$36,56BMediumBalanced investor
XTZ8,19 persen60,38 persenUS$260MMediumGovernance voter
POL3,53 persen31,34 persenUS$349MLow-MediumEthereum scaler
TRX3,24 persen46,63 persenUS$12,39BMediumFee minimizer
ETH2,79 persen30,62 persenUS$74,3BLowConservative
ADA2,27 persen57,47 persenUS$6,03BLowSecurity-first
BNB1,65 persen18,86 persenUS$15,89BMediumBinance user

Rekomendasi Strategi Diversifikasi Aset Kripto untuk Staking

Memilih aset kripto untuk staking tidak cukup hanya melihat APY tertinggi. Kamu juga perlu mempertimbangkan reputasi jaringan, stabilitas harga, periode lock-up, dan profil risiko pribadi. Strategi diversifikasi membantu kamu menyeimbangkan potensi reward dan risiko volatilitas pasar kripto.

Berikut tiga strategi yang bisa kamu sesuaikan dengan karakter investasi kamu.

1. Portofolio Konservatif (Risiko Rendah)

Komposisi:

  • 40 persen Ethereum (ETH)
  • 30 persen Cardano (ADA)
  • 20 persen Solana (SOL)
  • 10 persen BNB

Strategi ini cocok untuk kamu yang mengutamakan keamanan dan stabilitas jaringan. ETH menjadi fondasi utama karena reputasi dan keamanan ekonominya paling kuat. ADA menambah lapisan konservatif dengan sistem staking fleksibel, sementara SOL memberikan sedikit dorongan APY tanpa terlalu agresif. BNB berfungsi sebagai pelengkap dengan utilitas kuat di ekosistem Binance.

Potensi imbal hasil mungkin tidak setinggi strategi agresif, tetapi risiko fluktuasi ekstrem relatif lebih terkendali. Ini ideal untuk investor jangka panjang yang ingin pertumbuhan stabil dari staking crypto.

2. Portofolio Balanced (Risiko Sedang)

Komposisi:

  • 25 persen Solana (SOL)
  • 25 persen Polkadot (DOT)
  • 20 persen Avalanche (AVAX)
  • 15 persen Cosmos (ATOM)
  • 15 persen Ethereum (ETH)

Strategi ini menyeimbangkan aset kripto terbaik dari sisi keamanan dan potensi APY. SOL dan DOT menjadi pendorong utama yield, sementara AVAX dan ATOM memberi eksposur pada pertumbuhan ekosistem dan interoperabilitas. ETH tetap dipertahankan sebagai jangkar stabilitas.

Dengan pendekatan ini, kamu bisa mendapatkan rata-rata APY yang lebih tinggi dibanding portofolio konservatif, tetapi tetap memiliki pondasi yang relatif kuat. Cocok untuk investor yang siap menghadapi volatilitas moderat demi potensi return lebih optimal.

3. Portofolio Agresif (Risiko Tinggi, APY Maksimal)

Komposisi:

  • 30 persen Cosmos (ATOM)
  • 30 persen Polkadot (DOT)
  • 20 persen Avalanche (AVAX)
  • 10 persen Tezos (XTZ)
  • 10 persen Solana (SOL)

Strategi ini fokus pada aset kripto untuk staking dengan APY tinggi. ATOM dan DOT menjadi tulang punggung karena potensi reward dua digit, sementara AVAX dan XTZ memperkuat eksposur ke ekosistem yang sedang berkembang. SOL tetap dimasukkan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan dan likuiditas.

Potensi imbal hasil memang lebih tinggi, tetapi kamu harus siap menghadapi volatilitas harga yang lebih besar dan periode lock-up yang lebih lama. Strategi ini cocok untuk investor berprofil agresif yang mengejar maksimalisasi yield dari staking crypto.

BACA JUGA:  Memahami Standar Basel untuk Eksposur Aset Kripto dan Dampaknya!

Jadi, Aset Kripto untuk Staking Mana yang Paling Cocok untuk Kamu?

Pada akhirnya, memilih aset kripto untuk staking bukan hanya soal siapa yang menawarkan APY tertinggi, tetapi soal mana yang paling sesuai dengan profil risiko, tujuan finansial, dan horizon investasi kamu.

Ethereum dan Cardano unggul dari sisi stabilitas, Solana dan Avalanche menawarkan keseimbangan pertumbuhan dan yield, sementara Cosmos dan Polkadot menarik bagi kamu yang ingin memaksimalkan potensi reward.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia