Aster DEX mengungkap roadmap pengembangan untuk paruh pertama 2026 yang menempatkan peluncuran blockchain layer-1 (L1), perluasan integrasi aset dunia nyata (RWA), serta penguatan fitur komunitas sebagai prioritas utama.
Pengumuman ini menandai langkah strategis proyek untuk memperluas fungsi platform dari sekadar bursa derivatif on-chain menjadi ekosistem DeFi yang lebih terintegrasi.
Roadmap tersebut juga menjadi jawaban atas meningkatnya aktivitas pengguna dalam beberapa bulan terakhir, termasuk kenaikan jumlah trader aktif dan akumulasi token oleh pemilik aset besar.
Peluncuran L1 diproyeksikan menjadi agenda terbesar Aster DEX pada 2026. Platform menyebut bahwa blockchain baru ini dirancang untuk menghadirkan privasi transaksi yang lebih kuat dan efisiensi eksekusi yang lebih tinggi dibandingkan sistem yang digunakan saat ini.
Langkah tersebut dinilai penting karena volume perdagangan di Aster DEX terus meningkat, sehingga kebutuhan terhadap infrastruktur yang lebih cepat dan terukur semakin mendesak.
Dalam penjelasan tim pengembang yang dibagikan kepada komunitas, mereka menyatakan bahwa pengembangan L1 merupakan bagian dari komitmen untuk menaikkan standar performa dan fleksibilitas bagi seluruh pengguna ekosistem Aster DEX.
Ekspansi RWA dan Fitur Komunitas Jadi Sorotan
Selain peluncuran L1, Aster DEX juga menempatkan integrasi RWA sebagai salah satu agenda kunci dalam roadmap 2026 H1.
Melalui kemitraan dan pembaruan teknis yang sedang dipersiapkan, platform menargetkan dukungan terhadap bentuk kolateral multi-aset, memungkinkan lebih banyak jenis token digunakan sebagai jaminan dalam aktivitas margin trading.
Upaya ini memperluas langkah yang sudah dijalankan sebelumnya, ketika token ASTER mulai dapat digunakan sebagai collateral dan memberikan diskon biaya transaksi bagi para pemegangnya. Ekspansi ini diharapkan meningkatkan fleksibilitas pengguna sekaligus memperbesar volume perdagangan on-chain di lingkungan Aster DEX.
Dari sisi pertumbuhan komunitas, Aster DEX menyiapkan beberapa fitur yang memperkuat insentif pengguna.
Sistem VIP tiers baru dirancang untuk memberikan keuntungan tambahan berdasarkan tingkat aktivitas dan volume perdagangan, sementara pembaruan Referral 2.0 akan menghadirkan mekanisme yang lebih sederhana dan lebih menguntungkan bagi pengguna yang membawa peserta baru.
Menurut keterangan resmi yang dirilis proyek, langkah-langkah ini dilakukan untuk meningkatkan retensi pengguna dan memastikan ekosistem tetap kompetitif di tengah platform DeFi lain yang menawarkan model insentif serupa.
Momentum Pengguna dan Arah Pengembangan Ekosistem
Roadmap 2026 H1 dirilis pada saat data on-chain DEX tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Peningkatan jumlah dompet aktif, arus akumulasi token oleh whale, dan tingginya penggunaan fitur margin trading menjadi sinyal bahwa platform memasuki fase ekspansi yang lebih matang.
Dengan fondasi ini, pengembangan L1 dan integrasi RWA dipandang sebagai lanjutan alami dari perkembangan teknis Aster DEX di sepanjang 2025.
“Seluruh langkah dalam roadmap 2026 dirancang untuk memperkuat utilitas nyata dan memperluas jangkauan pengguna Aster DEX ke tingkat berikutnya,” ungkap tim Aster DEX.
Hingga akhir 2025, Aster DEX masih beroperasi sebagai protokol derivatif dengan fokus pada efisiensi perdagangan, namun rencana baru ini memperlihatkan ambisi yang jauh lebih besar.
Sejalan dengan langkah tersebut, Aster DEX juga menjalankan langkah internal yang memperkuat ketahanan ekosistem.
Berdasarkan data BSCScan, dompet buyback Aster telah melakukan burn besar-besaran terhadap token ASTER. Beberapa jam lalu, sebanyak 77,86 juta ASTER, setara US$79,81 juta, telah dibakar, mengurangi pasokan beredar dan menciptakan dampak signifikan terhadap dinamika token.
Selain itu, 77,86 juta token ASTER tambahan telah dikunci dalam kontrak airdrop mereka dalam dua transaksi, yakni sebesar 22,14 juta token dan 55,72 juta token.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



