Aster DEX mengumumkan penghapusan seluruh biaya transaksi untuk kontrak perpetual saham dalam pembaruan yang dirilis pada hari Rabu kemarin (10/12/2025).
Kebijakan baru ini berlaku untuk seluruh instrumen saham yang ditokenisasi di platform, termasuk kontrak berbasis perusahaan teknologi besar seperti Nvidia, Tesla dan Apple.
Langkah tersebut membuat aktivitas perdagangan di Aster DEX tidak lagi dikenakan maker fee maupun taker fee, sesuatu yang dinilai dapat memperluas akses pengguna terhadap perdagangan derivatif ekuitas berbasis blockchain.
Kebijakan Nol Biaya Mulai Berlaku
Menurut pengumuman resmi yang dibagikan di sosial media, keputusan Aster DEX untuk meniadakan biaya transaksi bertujuan meningkatkan partisipasi trader dalam produk perpetual saham yang dapat diperdagangkan 24 jam tanpa batasan bursa tradisional.
Dengan berlakunya kebijakan tersebut, pengguna dapat membuka serta menutup posisi kontrak perpetual tanpa potongan biaya apa pun.
Aster DEX menegaskan bahwa langkah ini diterapkan secara penuh pada seluruh aset perpetual saham di platform, berbeda dari struktur biaya untuk kontrak kripto yang masih mengikuti tarif maker–taker reguler.
Sebagai bagian dari perubahan tersebut, Aster DEX juga memperbarui struktur insentif melalui program “Aster Harvest Stage 4”. Pada skema baru ini, penyedia likuiditas atau maker tetap berhak memperoleh poin reward meskipun transaksi dilakukan tanpa biaya.
Sementara itu, taker tidak mendapatkan poin tambahan tetapi dapat melakukan perdagangan bebas biaya. DEX tersebut menyatakan bahwa model ini dirancang untuk menjaga ketersediaan likuiditas di pasar sekaligus mempertahankan aktivitas perdagangan yang stabil.
Penghapusan biaya ini menjadikan Aster DEX salah satu platform derivatif berbasis bursa terdesentralisasi yang menawarkan akses ekuitas perpetual tanpa tarif transaksi.
Langkah tersebut dianggap sebagai upaya platform untuk menarik lebih banyak pengguna ritel yang sebelumnya enggan mencoba produk ekuitas on-chain karena faktor biaya.
Selain itu, kebijakan ini turut membuka peluang bagi trader yang terbiasa menggunakan leverage untuk memanfaatkan pasar saham dalam format kontrak perpetual tanpa hambatan biaya.
Dinamika Volume dan Peluang dari Kebijakan Baru
Langkah agresif Aster DEX dalam menurunkan hambatan transaksi muncul di tengah meningkatnya minat terhadap derivatif saham yang diperdagangkan secara on-chain.
Sejumlah analis mencatat bahwa produk perpetual berbasis saham mulai mendapat perhatian lebih luas karena menawarkan fleksibilitas jam perdagangan serta integrasi dengan ekosistem kripto.
Dengan kebijakan baru ini, Aster DEX berupaya memperkuat posisinya sebagai penghubung antara aset ekuitas tradisional dan infrastruktur perdagangan blockchain.
Meski demikian, Aster DEX masih menghadapi sorotan terkait dinamika volume perdagangan di platform. Dalam beberapa bulan terakhir, data volume Aster DEX sempat diperiksa ulang oleh pihak eksternal karena adanya dugaan anomali aktivitas perdagangan.
Meskipun begitu, pihak Aster tetap menegaskan bahwa fokus mereka adalah mempermudah akses dan meningkatkan aktivitas pengguna melalui strategi yang lebih kompetitif.
Dari sisi pengguna, kebijakan tanpa biaya memberikan peluang untuk mengelola posisi dengan lebih efisien, terutama bagi trader yang sering melakukan keluar-masuk posisi dalam durasi pendek.
Namun, Aster DEX mengingatkan bahwa risiko tetap melekat pada kontrak perpetual, termasuk potensi likuidasi, volatilitas harga dan slippage, terlepas dari biaya transaksi yang dihapus.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



