Aster DEX resmi mengumumkan pembaruan model pembelian kembali (buyback) dan airdrop untuk musim ketiga (S3).
Langkah ini bertujuan memperkuat ekonomi token ASTER serta menekan jumlah pasokan yang beredar di pasar.
Dalam pernyataannya, tim Aster menyebut pembaruan tersebut sebagai upaya strategis untuk menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan proyek dan nilai token di tengah tekanan pasar yang sedang berlangsung.
Melalui model baru ini, Aster akan membagi hasil dari program ASTER buyback menjadi dua bagian. Sebanyak 50 persen dari token hasil pembelian kembali akan dibakar secara permanen, sementara sisanya dialokasikan ke dompet airdrop yang dikunci untuk distribusi di masa mendatang.
Proses ini dilakukan sepenuhnya di jaringan blockchain (on-chain) dengan alamat publik yang dapat dipantau, guna memastikan transparansi bagi seluruh pengguna.
Menurut keterangan resmi, sekitar 70 hingga 80 persen dari seluruh biaya transaksi di Aster DEX selama musim ketiga akan digunakan untuk mendanai program buyback.
Setelah proses pembelian kembali selesai, distribusi airdrop akan dilakukan menggunakan token yang berasal dari alamat buyback tersebut. Dengan kombinasi mekanisme burn dan penguncian token, Aster berharap dapat mengurangi tekanan jual di pasar sekaligus menjaga kepercayaan komunitas terhadap proyek.
Analis Lihat Pola Tekanan di Altcoin ASTER, Tapi Masih Ada Peluang Rebound
Meski langkah ASTER buyback ini dinilai positif dari sisi fundamental, reaksi pasar menunjukkan arah sebaliknya. Beberapa laporan mencatat bahwa harga altcoin ASTER sempat turun di bawah US$1 setelah pengumuman tersebut.
Kondisi ini menandakan bahwa sebagian besar pelaku pasar masih menunggu hasil konkret dari pelaksanaan program buyback dan airdrop yang baru diumumkan.
Analis kripto Sjuul menilai pergerakan altcoin ASTER dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren penurunan yang cukup jelas.
“ASTER jelas-jelas sedang turun akhir-akhir ini, dan sejujurnya grafiknya tidak terlihat bagus. Sekarang, para investor bullish punya peluang untuk mengubah keadaan dan membalikkan harga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini ASTER tengah membentuk pola 3-tap into support, yang bisa menjadi peluang pembalikan arah apabila harga berhasil menembus struktur ke atas secara meyakinkan.
Di sisi lain, trader kripto popular Hardy menyampaikan pandangan yang lebih optimistis. Berdasarkan analisis grafik delapan jam, ia memperkirakan ASTER tengah bersiap untuk keluar dari pola falling wedge, yang kerap menjadi sinyal teknikal menuju lompatan bullish berikutnya.
“Jika breakout terjadi dengan volume yang kuat, peluang untuk pembalikan arah cukup besar,” ungkap Hardy.
Dorongan Menuju Ekosistem Token yang Lebih Kuat
Langkah tim Aster kali ini juga menandai perubahan signifikan dalam strategi manajemen token ASTER.
Dengan sistem buyback yang transparan dan proporsi burn yang besar, proyek ini berupaya menciptakan kelangkaan token (scarcity) di pasar, sehingga nilai altcoin ASTER dapat terjaga secara alami. Penguncian sebagian token dalam dompet airdrop juga diharapkan mendorong loyalitas komunitas jangka panjang.
Selain itu, Aster menegaskan komitmennya untuk menjaga ekosistem yang sehat melalui pelaporan publik setiap tahap buyback dan burn token. Mekanisme tersebut memberikan kesempatan bagi komunitas untuk memverifikasi seluruh transaksi buyback secara langsung di blockchain.
Dengan pengumuman pembaruan model S3 ini, Aster DEX menunjukkan langkah konkret untuk menyeimbangkan nilai pasar dan daya tahan proyek di tengah kondisi kripto global yang fluktuatif.
Namun demikian, efektivitas kebijakan ini masih bergantung pada keberhasilan tim Aster dalam mengeksekusi program buyback secara konsisten serta respons pasar terhadap perubahan struktur pasokan token dalam beberapa minggu mendatang. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



