Penulis Dikirim oleh Peter Dabu

Peter Dabu

Peter Dabu
171 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Pernah berkarir di harian ekonomi dan bisnis Kontan (Kelompok Kompas-Gramedia) sejak 2010. Sebelumnya bekerja sebagai jurnalis politik dan hukum.
Pada 8 Oktober 2019 Telegram akhirnya memastikan memang membuat blockchain sendiri bernama TON (Telegram Open Network), dengan aset kripto bernama GRAM. Informasi itu dijabarkan di situs web resmi Telegram di bagian Grams Wallet dalam hal term of services (ToS) untuk layanan Telegram.
Kian bertaji, kini proyek teknologi blockchain Matic Network sudah masuk tahap Beta-Main Net. Tahapan ini adalah tahap sebelum masuk tahapan Full Main Net, ketika jaringan blockchain Matic sudah berjalan penuh dan sejumlah aplikasi dapat berjalan di dalamnya.
Manuel Andersch, Analis Senior di Bank Negara Bavaria, Jerman menyebutkan Bitcoin berpotensi naik menjadi US$90.000 pada tahun 2020.
Para pengguna blockchain tahu benar bahwa mengirimkan uang menggunakan teknologi baru itu jauh lebih cepat dan murah daripada menggunakan layanan bank atau sejumlah layanan tradisional lainnya. Tidak heran IBM, Microsoft, Facebook dan Telegram, serta sejumlah perusahaan besar lainnya berlomba-lomba berinvestasi dan mengembangkan blockchain. Pada akhirnya guncangan (disruption) ke sistem keuangan kita pun semakin terasa. Apa kata David Marcus, Bos Libra, besutan Facebook-Libra Association soal ini?
Kementerian Pendidikan Malaysia memperkenalkan E-Skrol, sebuah aplikasi yang dibangun di atas blockchain NEM untuk menangani masalah izajah palsu melalui penggunaan teknologi blockchain. Berdasarkan catatan redaksi, langkah Pemerintah Malaysia itu sudah dirintis sejak tahun lalu dan memang NEM Foundation punya perwakilan di Kuala Lumpur.
International Monetary Fund (IMF) belum lama ini mengulas soal kripto stablecoin. Diuraikanlah soal manfaat dan kerugian stablecoin. IMF menilai stablecoin "menarik" karena memungkinkan transfer "uang" secepat dan semudah mengirimkan pesan di media sosial. Lalu kerugiannya apa?
Di kala Bitcoin dan sejumlah kripto lain merunduk, Stellar (XLM) justru menanduk hingga 22,71 persen dalam 24 jam. Terpantau petang ini, pukul 15.20 WIB, XLM menghijau di kisaran US$0,083480 per XLM. Selama sepekan tandukan XLM mencapai 156,9 persen!
Pada 25 Juli 2019 lalu, Komando Kontraktor Angkatan Darat Amerika Serikat (ACC) New Jersey telah menerbitkan informasi kontrak karya untuk menyediakan layanan elektronik untuk melacak transaksi aset kripto, termasuk Bitcoin.
Berdasarkan data historis, Thomas Lee dari Fundstrat Global Advisors mencoba meyakinkan publik bahwa Bitcoin saat ini akan mengalami tren naik yang baik, jikalau indeks harga saham S&P 500 naik lebih besar dari 15 persen. Katanya, jikalau itu terjadi, berpotensi mendorong Bitcoin kembali ke US$20 ribu.
Sejak diumumkan pada Juni 2019 lalu, proyek mata uang kripto Libra, buatan Facebook-Libra Association terus mendapatkan halangan. Setelah dari Amerika Serikat, kini ada tantangan yang tak kalah serius dari Menteri Keuangan Perancis. Sang menteri, Bruno Le Maire, Kamis (12/09/2019) mengatakan bahwa Libra berpotensi mengancam kadaulatan keuangan negara-negara di Eropa termasuk banyak perusahaan di benua itu.