Minggu, 22 September 2019
Penulis Dikirim oleh Endy Daniyanto

Endy Daniyanto

Endy Daniyanto
467 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Gemar menulis sejak remaja. Rajin nge-blog terkait teknologi blockchain dan mata uang kripto sejak tahun 2015. Selain menulis, di waktu luang kerap membuat lagu dan diterbitkan di SoundCloud.
Platform perdagangan peer-to-peer (P2P) semakin diminati pedagang aset kripto. Sejumlah pemain pun bermunculan menawarkan sejumlah kemudahan untuk menggaet pengguna. Di PrimeBit yang meluncur sejak Agustus 2019 misalnya, tidak ada deposit minimal dan leverage tinggi hingga 200 kali, lebih besar dibanding platform lain yang hanya sampai 100 kali.
Apakah Bitcoin akan mencapai harga US$250 ribu per BTC di masa depan? Banyak yang ragu, tetapi tak sedikit juga yang yakin. Salah seorang di antaranya, yang sangat berpengaruh adalah Timothy Cook “Tim” Draper, investor modal ventura asal Amerika Serikat dan pendiri perusahaan modal ventura Draper Fisher Jurvetson (DFJ). Draper memberikan prediksi tersebut sebab ia meyakini Bitcoin akan semakin popular dan dipakai, seiring semakin mudahnya orang mengakses Raja Kripto itu. Inilah secuil sosok Tim Draper yang kerap berdasi Bitcoin di kala depan kamera dan di beragam konferensi.
Brittany Kaiser, mantan pegawai Cambridge Analytica (CA) akan hadir di Korea Selatan bulan ini di ajang Korean Blockchain Week 2019 untuk berbicara mengenai "Pemanfaatan Big Data dari Wilayah Daring Pribadi sebagai Aset Digital”. Saat ini, Kaiser sedang mengajukan petisi kepemilikan data terhadap Facebook.
Co-founder Roobee Artem Popov mengatakan, investor manapun dapat mulai berpartisipasi hanya dengan US$10 dalam berbagai instrumen investasi seperti properti, saham dan juga aset kripto. Perusahaan ini akan melakukan putaran Initial Exchange Offering (IEO) ketiga pada hari ini, 18 September 2019 di bursa kripto Liquid yang berbasis di Jepang, yang juga dikenal sebagai tempat dilakukannya public sale kripto GRAM besutan Telegram oleh GRAM Asia.
Transaksi keuangan menggunakan teknologi blockchain meningkat drastis sejak tahun 2017. Hal tersebut menunjukkan teknologi ini mulai dipakai banyak orang atas alasan efisiensi. Kendati demikian, dengan kecepatan 7 transaksi per detik di blockchain Bitcoin dan 15 transaksi di blockchain Ethereum, blockchain secara umum belum siap untuk kebutuhan dunia yang kian kompleks.
Teknologi blockchain yang semakin dewasa, memicu beragam konsep baru terhadap teknologi baru itu. Salah satunya adalah IONChain yang mengusung konsep bahwa “semua perangkat elekronik adalah penambang”. Artinya, perangkat itu, dalam konteks Internet of Things (IoT) yang terhubung ke jaringan blokchain IONChain dapat meraih imbalan dari penambangan melalui algoritma Ionisasi. Imbalan itu diukur berdasarkan fungsi perangkat, volume data, serta waktu dan ruang yang tersedia.
Rupiah Token (IDRT) mengumumkan bahwa IDRTB, stablecoin BEP-2 berbasis blockchain Binance Chain, telah dirilis pada 17 Agustus 2019. IDRTB juga disetujui oleh validator Binance Chain untuk menjadi stablecoin non-USD pertama yang diperdagangkan di bursa desentralistik Binance DEX.
Pada Senin, 16 September 2019 mendatang akan digelar acara Matic-Harmony Meetup yang berlokasi di D. Lab, Menteng, Jakarta. Acara ini merupakan acara gabungan antara Matic Network dan Harmony Protocol yang akan dihadiri oleh VP Matic Network Chandresh Aharwar dan Head of Marketing Harmony Protocol Garlam Won.
Pada Juni 2019 lalu, Binance mengangkat Gin Chao sebagai Strategy Officer. Ia terbilang bukan orang biasa, karena selain pernah berkarir sebagai pemain bola basket di NBA (National Basketball Association), Chao juga berpengalaman mengurus asosiasi bola basket Amerika Serikat itu dalam perannya sebagai Vice President of Strategy and Corporate Development. Lantas, apa saja langkah Chao “mengurus” Binance agar melaju lebih kencang? Simak wawancara eksklusif Blockchainmedia.id bersama Gin Chao kemarin di Jakarta.
Proyek blockchain Telegram, TON (Telegram Open Network), telah memasuki tahap persiapan terakhir sebelum diluncurkan. Inilah teknologi blockchain tempat kripto GRAM bersemayam dan kelak digunakan di aplikasi Telegram untuk pembayaran dan beranekaragam layanan lainnya.