Bank Besar Ini Dukung Penuh Bitcoin di El Salvador

Presiden Bank Pembangunan Amerika Tengah Dante Mossi mengumumkan pihaknya akan mendukung El Salvador terkait penetapan Bitcoin sebagai mata uang sah di negara tersebut.

Sebagai bank multilateral terdepan di El Salvador, bank itu akan menyatukan tim teknis untuk membantu pemerintah El Salvador.

Kepada Presiden Nayib Bukele dan kabinetnya, Mossi berkata pihaknya sangat bangga pemerintah memilih Bank Pembangunan Amerika Tengah sebagai opsi pertama untuk mendukung penerapan Bitcoin.

Tidak ada negara lain yang mengadopsi Bitcoin seluas El Salvador. Hal tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi demi menemukan cara terbaik melindungi pengguna, tambah Mossi.

Mossi menjelaskan tim teknis tersebut akan terdiri dari pakar dari pihak bank serta dari Kementerian Keuangan dan bank sentral El Salvador.

Bank Pembangunan berencana membantu soal perencanaan serta aspek legal terkait penerapan Bitcoin sebagai mata uang El Salvador.

Saat ini, rekan penasihat utama El Salvador adalah tim pengembang dari dompet Strike, yang merupakan dompet Lightning Network dan berlaku sebagai perantara antara jaringan Bitcoin dan sistem perbankan sehingga pengguna dapat mentransfer Bitcoin langsung ke rekening bank.

El Salvador berencana menciptakan dompet digital negara serta dana yang memastikan warga bisa lancar mengkonversi antara Bitcoin dan dolar atau setara dalam USDT.

Transaksi Bitcoin Secepat Kilat dan Murah Gegara Lightning Network

“Soal bantuan teknis yang disediakan bank, kami akan memilih pakar di bidangnya yang menasihati penerapan reformasi inovatif ini termasuk penilaian risiko dan regulasi,” jelas Mossi.

Status Bitcoin sebagai legal tender membawa sejumlah tantangan penting bagi pemerintah Salvador dan hubungan internasionalnya.

Presiden Bukele menjelaskan ia berbicara dengan IMF dan menyampaikan ia harus menjelaskan banyak hal soal ekonomi, terutama setelah mata uang non-fiat menjadi mata uang sah di negara tersebut.

Selain itu, status legal BTC di negara lain menambahkan kerumitan kepada hubungan keuangan negeri itu dan negara lain.

Bitcoin dianggap sebagai komoditas, uang digital atau bahkan aset yang dilarang diperdagangkan tergantung kepada kebijakan masing-masing negara.

Langkah negara di Amerika Tengah itu memang tergolong kontroversial. IMF, Bank Dunia adalah sebagian yang mengkritik itu, karena tidak bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi.

JPMorgan juga angkat bicara, karena BTC sebagai legal tender di El Salvador akan menghambat negosiasi pinjaman lunak dengan IMF. [decrypt.co/ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait