Bank Digital Ini Gandeng Ripple untuk Pembayaran Lintas Negara, XRP Masuk Fase Krusial

Bank digital asal Korea Selatan, K Bank, resmi menjalin kemitraan dengan Ripple Labs untuk menguji sistem pembayaran lintas negara berbasis blockchain.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan layanan remitansi internasional yang lebih cepat, lebih murah dan lebih transparan, di tengah meningkatnya kebutuhan transfer dana lintas negara yang lebih efisien di kawasan Asia.

Berdasarkan laporan The Korea Herald pada Senin (27/4/2026), dalam tahap awal, kedua perusahaan menjalankan proof-of-concept (PoC) untuk menguji integrasi jaringan pembayaran global Ripple ke dalam sistem internal K Bank.

CEO K Bank, Choi Woo-hyung (kiri), bersama Managing Director Asia-Pasifik Ripple Labs, Fiona Murray, berfoto usai penandatanganan kerja sama yang berlangsung di kantor pusat K Bank di Seoul.
CEO K Bank, Choi Woo-hyung (kiri), bersama Managing Director Asia-Pasifik Ripple Labs, Fiona Murray, berfoto usai penandatanganan kerja sama yang berlangsung di kantor pusat K Bank di Seoul, Korea Selatan.

Uji coba tersebut difokuskan pada proses settlement lintas negara yang selama ini masih bergantung pada jaringan perbankan koresponden tradisional.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Managing Director Asia-Pasifik Ripple Labs, Fiona Murray, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari dorongan adopsi blockchain yang lebih luas di sektor keuangan Asia.

“Kami senang dapat bermitra dengan K Bank, yang telah membantu menetapkan standar perbankan digital di Korea dan terus mendorong inovasi,” ujar Fiona.

CEO K Bank, Choi Woo-hyung, pun menilai kolaborasi tersebut dapat memperkuat posisi perusahaannya dalam menghadapi persaingan layanan remitansi digital yang semakin ketat.

BACA JUGA:  Studi BIS: Stablecoin Kini Jadi Kekuatan Baru di Pasar Forex

“Kemitraan ini akan membantu memperkuat daya saing K Bank dalam teknologi pengiriman uang ke luar negeri berbasis blockchain,” ujar Choi.

Dalam implementasinya, K Bank akan memanfaatkan RippleNet, jaringan pembayaran global milik Ripple yang memungkinkan transfer dana lintas negara dilakukan tanpa banyak perantara. Sistem ini dirancang untuk memangkas waktu transaksi yang biasanya memakan waktu berhari-hari menjadi jauh lebih singkat, sekaligus menekan biaya operasional.

Uji Coba Dimulai, Ripple Perluas Jaringan Global

Tahap awal pengujian difokuskan pada koridor pembayaran tertentu di Asia dan Timur Tengah, termasuk Thailand dan Uni Emirat Arab. Kedua wilayah tersebut dipilih karena memiliki aktivitas remitansi yang cukup tinggi dan dinilai cocok sebagai pasar awal pengujian sistem pembayaran berbasis blockchain.

Selain pengiriman dana, pengembangan tahap berikutnya juga disebut mulai mengarah pada eksplorasi penggunaan stablecoin sebagai instrumen settlement. Langkah ini dinilai dapat memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam transfer internasional, terutama untuk kebutuhan pembayaran yang membutuhkan efisiensi waktu dan stabilitas nilai.

BACA JUGA:  Daftar Altcoin yang Dilirik Grayscale April 2026, Sudah Punya?

Kemitraan ini juga mempertegas posisi Ripple sebagai salah satu pemain utama dalam infrastruktur pembayaran global berbasis blockchain. Dalam beberapa tahun terakhir, Ripple terus memperluas jaringan kemitraannya dengan institusi keuangan di berbagai negara untuk mempercepat adopsi teknologi pembayaran digital lintas batas.

XRP Uji Area Krusial, Momentum Pemulihan Mulai Terlihat

Di tengah pengumuman kerja sama tersebut, aset digital besutan Ripple, XRP, juga kembali menjadi perhatian pasar. Analis kripto CW menilai XRP saat ini memasuki area teknikal yang cukup menentukan setelah kembali menyentuh trendline naik jangka panjang pada time frame tiga hari.

XRP analisis 27 apr

Menurut analisis tersebut, pola yang terbentuk saat ini memiliki kemiripan dengan struktur akhir 2024, ketika XRP sempat bergerak konsolidatif sebelum akhirnya melonjak menembus level US$3. Saat ini, XRP bergerak stabil di kisaran US$1,3 hingga US$1,4 sambil mempertahankan area support utama.

CW menilai fase konsolidasi yang sedang berlangsung berpotensi menjadi fondasi bagi pemulihan harga berikutnya, terutama jika support tetap bertahan dan resistance terdekat di area US$1,44 hingga US$1,48 berhasil ditembus.

BACA JUGA:  Rungkad! Rizky Billar Ternyata Nyangkut Rp1,9 Miliar di Altcoin Ini

Selain itu, pelemahan tekanan jual yang mulai terlihat pada histogram volume juga dinilai menjadi sinyal awal bahwa dominasi seller mulai berkurang.

Secara keseluruhan, kerja sama K Bank dengan Ripple Labs menunjukkan bahwa teknologi blockchain semakin serius diadopsi sektor perbankan untuk mempercepat pembayaran lintas negara dan menekan biaya transaksi.

Di saat yang sama, perhatian pasar terhadap XRP juga ikut meningkat karena aset tersebut sedang berada di fase teknikal penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya, sehingga kombinasi faktor fundamental dan teknikal ini menjadi sorotan utama pelaku pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait