Menggunakan kripto untuk belanja sehari-hari kini terasa semakin praktis. Visa menggandeng Mesh agar saldo kripto dan stablecoin di dalam wallet bisa terhubung langsung dengan jaringan pembayaran globalnya.
Visa dan Mesh Hubungkan Wallet Kripto ke 175 Juta Merchant
Dikutip dari siaran pers yang dirilis Senin (19/10/2026), Mesh mengumumkan kemitraan strategis dengan Visa untuk membuat saldo kripto dan stablecoin dapat digunakan melalui jaringan penerimaan pembayaran Visa.
Skalanya cukup besar. Jaringan Visa saat ini mencakup lebih dari 175 juta lokasi merchant di lebih dari 200 negara dan wilayah, dengan volume pembayaran US$14,2 triliun sepanjang tahun fiskal 2025.
Melalui kolaborasi ini, pengguna nantinya dapat membayar langsung dari saldo yang tersimpan dalam aplikasi wallet. Pembayaran dapat dilakukan di toko fisik maupun saat berbelanja secara daring melalui jaringan Visa.
Menariknya, pengguna tidak perlu menjual kripto secara manual, mentransfer aset ke rekening bank, atau melakukan preload. Kredensial Visa disediakan di belakang layar oleh platform yang terhubung dengan Mesh.
Di sisi merchant, hampir tidak ada perubahan. Toko menerima pembayaran seperti transaksi Visa biasa tanpa harus memasang perangkat baru atau membangun sistem khusus untuk menerima aset kripto.
Adopsi Stablecoin Kian Nyata, Visa dan Bridge Bidik Pembayaran UKM
Tak Perlu Cash Out, Konversi Berjalan di Belakang Layar
Mesh akan menangani pendanaan dan konversi setiap transaksi dari saldo yang didukung, termasuk kripto, stablecoin, maupun fiat. Pengalaman pengguna akhirnya dibuat menyerupai pembayaran kartu pada umumnya.
Model tersebut mencoba menyelesaikan satu masalah lama dalam pembayaran kripto. Selama ini, pengguna biasanya harus mencairkan saldo terlebih dahulu atau mendaftar kartu khusus yang terhubung dengan satu platform tertentu.
Padahal, jumlah pemilik kripto global telah mencapai sekitar 774 juta orang per Juni 2026 menurut riset Crypto.com. Namun, sebagian besar nilai tersebut masih belum banyak mengalir menuju penggunaan sehari-hari.
CEO sekaligus Co-Founder Mesh, Bam Azizi, menilai hambatan terbesar kripto sebenarnya bukan soal minat pengguna untuk membelanjakannya, melainkan proses terakhir sebelum aset tersebut dapat digunakan.
“Kripto sebenarnya tidak pernah punya masalah soal penggunaan untuk belanja. Masalahnya ada pada tahap terakhir, dan selama ini untuk menyelesaikannya pengguna harus memiliki kartu terpisah,” ujar Azizi.
Menurutnya, Mesh mengambil peran pada pendanaan dan konversi agar saldo yang tersimpan dapat langsung berubah menjadi daya beli ketika transaksi, tanpa langkah tambahan dari pengguna maupun merchant.
Visa Makin Serius Membawa Stablecoin ke Pembayaran Nyata
Kemitraan dengan Mesh melanjutkan ekspansi Visa di sektor stablecoin. Sebelumnya, Visa telah memperluas kolaborasi bersama Bridge untuk menghadirkan kartu berbasis saldo stablecoin ke lebih dari 100 negara.
Dalam skema tersebut, saldo stablecoin dapat digunakan melalui jaringan Visa sementara konversi ke mata uang lokal berlangsung otomatis. Merchant tetap menerima pembayaran seperti transaksi kartu konvensional.
Skala bisnisnya juga mulai terlihat. Pada September, lalu Visa mencatat volume settlement stablecoin telah melampaui laju tahunan US$20 miliar, naik lebih dari 15 kali dibandingkan setahun sebelumnya.
Bedanya, kolaborasi terbaru dengan Mesh mencoba memangkas satu lapisan lagi. Platform dan wallet dapat menawarkan pembayaran langsung dari saldo pengguna tanpa membangun serta mengoperasikan program kartu sendiri.
Global Head of Growth Visa, Rubail Birwadker, menilai konsumen kini semakin menginginkan kebebasan menggunakan uang mereka dalam berbagai bentuk, termasuk aset digital yang tersimpan langsung di dalam wallet.
“Kolaborasi dengan Mesh membantu memperluas cara saldo aset digital dapat terhubung dengan sistem pembayaran terpercaya yang digunakan konsumen dan merchant setiap hari,” ujar Birwadker.
15 Crypto Card Terbaik 2026 yang Bisa Bikin Kamu Makin Cuan!
Langkah ini membuat persaingan pembayaran berbasis kripto bergerak ke fase baru. Fokusnya bukan lagi sekadar membuat kartu kripto, tetapi membuat saldo digital terasa mirip dengan uang yang siap digunakan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


