BCH Comeback? CME, ETF dan Altseason Jadi Pemicu Baru

Bitcoin Cash (BCH) berhasil menarik perhatian publik setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang Bitcoin. Pemicunya datang dari CME, tepat ketika pasar kripto menghangat dan wacana altseason kembali ramai.

CME Bikin BCH Kembali Masuk Radar Besar

CME Group pada Selasa (22/09/2026) mengumumkan rencana peluncuran Bitcoin Cash dan Uniswap futures pada Oktober mendatang. Langkah ini memberi BCH panggung baru di pasar derivatif institusional.

Kontrak Bitcoin Cash sendirinya nantinya akan tersedia dalam ukuran standar 250 BCH dan mikro 25 BCH. Sementara itu, UNI akan hadir melalui kontrak 10.000 UNI serta versi mikro berukuran 1.000 UNI.

Kehadiran BCH juga memperpanjang daftar aset kripto yang tersedia di CME. Sebelumnya, bursa derivatif tersebut sudah menghadirkan produk terkait BTC, ETH, XRP, SOL, ADA, LINK, XLM, AVAX, dan SUI.

Skalanya pun tidak kecil. Sepanjang semester pertama 2026, produk futures dan options kripto CME mencatat volume harian rata-rata 279.800 kontrak, dengan nilai nosional mencapai sekitar US$8,3 miliar.

Panas! Setelah BCH, Komunitas Bitcoin Kembali Terpecah Akibat Hard Fork Ini

Menurut Giovanni Vicioso, Global Head of Cryptocurrency Products CME Group, penambahan BCH dan UNI menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pilihan instrumen seiring pasar kripto yang semakin matang.

“Pasar kripto terus berkembang dan para pelaku pasar membutuhkan instrumen teregulasi yang lebih luas untuk mengelola risiko harga aset digital yang terus berubah,” tuturnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Flashback 2017: Perang Ukuran Blok Melahirkan BCH

Untuk memahami kenapa momen ini menarik, ceritanya perlu ditarik kembali ke 2017. Saat itu, komunitas Bitcoin terbelah oleh perdebatan mengenai cara jaringan menangani transaksi yang terus meningkat.

BACA JUGA:  Update Proyek Aster! Tim Baru Bisa Tarik Jatah Token ASTER pada September 2027

Perdebatan kemudian melahirkan dua kubu. Sebagian mendukung SegWit dan penskalaan melalui lapisan tambahan, sedangkan kelompok lainnya mendorong ukuran blok lebih besar agar lebih banyak transaksi bisa diproses langsung di jaringan.

Perbedaan itu akhirnya mencapai titik pecah pada 1 Agustus 2017. Bitcoin mengalami hard fork pada blok 478.559, sekaligus melahirkan jaringan baru yang kemudian dikenal sebagai Bitcoin Cash.

Pemegang BTC sebelum pemisahan otomatis memperoleh BCH dengan rasio satu banding satu. BCH memulai perjalanannya dengan batas blok 8 MB, yang dalam perkembangannya kemudian diperbesar hingga mencapai 32 MB.

Salah satu nama yang paling vokal di kubu BCH adalah Roger Ver. Meski bukan penciptanya, ia menilai arah pengembangan Bitcoin mulai bergeser dari fungsi awalnya sebagai sistem pembayaran peer-to-peer.

“BTC telah berubah menjadi lapisan penyelesaian transaksi dengan biaya tinggi dan konfirmasi yang tidak dapat diandalkan,” tutur Ver pada 2017, ketika menjelaskan kritiknya terhadap BTC.

2018, BCH Pecah Lagi dan BSV Lahir

Drama ternyata belum selesai. Setahun setelah berpisah dari Bitcoin, komunitas Bitcoin Cash kembali retak karena perbedaan arah pengembangan, kali ini antara kubu Bitcoin ABC dan Bitcoin Satoshi Vision atau BSV.

Pada 15 November 2018, perbedaan itu memecah jaringan setelah blok bersama terakhir di ketinggian 556.766. Bitcoin ABC dan BSV kemudian berjalan sebagai dua rantai yang berbeda.

BACA JUGA:  Perang Bank vs Kripto Memanas Jelang Voting CLARITY Act 15 September

Di kubu BSV, Craig Wright dan Calvin Ayre mendorong batas blok jaringan hingga mencapai 128 MB serta pendekatan yang mereka klaim lebih dekat dengan visi awal Satoshi Nakamoto.

Satoshi Nakamoto Palsu Masuk Penjara? Begini Kronologinya

Perbedaan tersebut tidak berhenti pada soal teknis. Persaingan keduanya berkembang menjadi apa yang dikenal sebagai hash war, ketika kekuatan komputasi ikut menjadi bagian penting dalam menentukan rantai yang lebih dominan.

Ayre bahkan menegaskan bahwa hasil pertarungan itu seharusnya tidak ditentukan oleh hashrate yang hanya hadir sementara.

“Bitcoin adalah tentang Proof-of-Work (PoW), bukan Proof-of-Rented Hash (PoRH). Untuk menentukan rantai mana yang menjadi BCH yang sebenarnya, pilihlah rantai terpanjang dengan PoW yang sah dan berkelanjutan,” tutur Ayre kala itu.

Delapan tahun berselang, jarak keduanya terlihat semakin lebar. Data CoinMarketCap per Kamis (24/09/2026) menempatkan kapitalisasi BCH di angka US$6,93 miliar, sedangkan BSV hanya sekitar US$422,5 juta.

September 2026 Jadi Titik Balik BCH?

Menariknya, momentum BCH sebenarnya sudah mulai terbentuk sebelum pengumuman CME. Pada awal September, Grayscale mengajukan pembaruan dokumen untuk mengubah Grayscale Bitcoin Cash Trust menjadi ETF bernama BCHG.

Namun, proses tersebut belum selesai. Dokumen SEC menegaskan rencana itu masih bergantung pada efektivitas registrasi serta persetujuan standar pencatatan dari NYSE Arca.

Artinya, BCHG pada September masih berada dalam tahap pengajuan, bukan ETF yang sudah resmi diperdagangkan. Meski begitu, langkah tersebut sudah cukup menambah sentimen positif terhadap Bitcoin Cash.

BACA JUGA:  Bank Sentral Eropa Mulai Lirik RWA, Aset Tokenisasi Jadi Target Baru

Ketika CME ikut masuk, respons pasar terasa cepat. BCH melonjak sekitar 29 persen pada 22 September menuju US$345 dan bahkan menyentuh US$365 sehari setelahnya sebelum kembali terkoreksi.

Lonjakan Harga Bitcoin Cash (BCH) - CoinMarketCap
Lonjakan Harga Bitcoin Cash (BCH) – CoinMarketCap

Altseason Mengintip, Dominasi Bitcoin Mulai Digoyang

Kebangkitan BCH juga datang ketika kondisi pasar kripto mulai lebih ramah terhadap aset berisiko. Harga Bitcoin bergerak dari sekitar US$77.400 pada awal September hingga US$86.000 pada awal pekan lalu.

Pergerakan tersebut perlahan mulai diikuti altcoin. Glassnode Altcoin Cycle Signal mencapai 81,25 dari 100, sementara kapitalisasi 250 altcoin terbesar di luar stablecoin menyentuh sekitar US$1,19 triliun.

Altcoin Cycle Signal - Glassnode
Altcoin Cycle Signal – Glassnode

Meski begitu, altseason belum terkonfirmasi. Data Altcoin Season Index dari BlockchainCenter per Kamis (24/09/2026) masih berada di level 49, di bawah ambang 75 untuk menandai altcoin season.

Pada saat yang sama, dominasi BTC mulai kehilangan sebagian pijakannya. Data TradingView pada Kamis ini menempatkan Bitcoin dominance sekitar 59,73 persen, lebih rendah dibanding posisinya sebulan lalu.

Bitcoin Dominance - TradingView
Bitcoin Dominance – TradingView

Kondisi tersebut membuat momentum BCH semakin menarik untuk diperhatikan. Ada rencana futures CME, proses menuju ETF, reli harga, serta peluang rotasi modal ke altcoin yang mulai terbuka lebih lebar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait